Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 21


__ADS_3

...*οΌŠβœΏβ€~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~β€βœΏοΌŠ*...


"Itu tolong kamu dorongi meja nya bu Joliana sampai agak dekat dengan pintu minimal 75 cm dan maksimal 1 meter ya!" pinta Al.


"Hm, baiklah Al!" ucap Eko.


"Aisshh, kenapa harus di dorong!! Tinggal begini saja sudah beres!!" ucap Joliana sambil membuat kekuatan agar bisa mendorong meja tersebut beserta kursi nya ke arah pintu sesuai dengan jarak yg telah di tentukan oleh Al tadi.


Eko yg tadi nya baru ingin mendorong, tidak jadi karena ia ingin melihat apa yg akan di lakukan Joliana. Setelah melihat apa yg di lakukan membuat Eko hampir pingsan kalau tidak di tahan oleh Al.


"Bu Joliana, ibu itu manusia atau siapa?" tanya Eko.


"Saya? Saya manusia yg pasti nya dong pak Eko! Kalau bukan manusia, siapa pula?" ucap Joliana.


"IBLIS!!" ucap Eko dan Al bersamaan.


"WHATT?!!" teriak Joliana sekencang kencangnya membuat telinga Al dan Eko hampir tuli kalau tidak menutup telinga nya.


"Apa iya kalau aku ini iblis?" gumam Joliana dalam hati.


"Tapi kalau aku iblis, seharus nya tidak pernah terluka bukan? Apa ku coba lukain diri sendiri mungkin? Untuk mencoba membuktikan apa ada darah apa tidak? Kalau tidak ada darah berarti aku iblis, kalau ada maka aku MANUSIA!" gumam Joliana dalam hati.


"Sebentar sebentar! Kalau aku beneran iblis gimana? Berarti anak anak ku juga iblis dong? Jangan, jangan sampe itu terjadi!! Kalau mau tahu harus di coba dulu bukan? Callysta, menurut mu apa aku harus melakukan hal ini?" tanya Joliana dalam hati.


"Hm, mungkin saja! Ku doa kan semoga manusia ya Jol !" ucap Callysta.


"Terima kasih Cal ! Kamu memang saudara kembar ku yg terbaik!!" ucap Joliana dalam hati.


Joliana pun mencari sesuatu yg tajam di dalam tas nya. Membuat Al dan Eko kebingungan apa yg ingin di lakukan Joliana?


"Eh? bu Joliana nyari apa? Siapa tahu mungkin kami bisa bantu?" tanya Eko.


"Oh hm iya, benda tajam?" jawab Joliana.


"Benda tajam?! Mau buat apa dengan benda tajam nya?" tanya Eko.


"Itu untuk coba apa kah aku bisa mengeluarkan darah?" jawab Joliana.


"Maksud nya?" tanya Eko sambil menatap Al. Sedangkan Al hanya mengangkat bahu nya saja.


"Nah! Ini dia!" ucap Joliana sambil mengambil pisau kecil yang ada di dalam tas nya.


Joliana pun menggoreskan pisau kecil itu ke lengan kiri nya.


Dan benar saja ada keluar darah! Tapi aneh nya kenapa darah nya bewarna biru tua??


"WHATT?? BENERAN DONG KELUAR!! TAPI KOK YANG KELUAR BIRU TUA YA?" ucap Joliana kebingungan.


Sedangkan Al dan Eko hanya mengaruk kepala merek yg tidak gatal. Mereka sedikit bingung? Kenapa yang keluar darah biru tua?


"Apa mungkin Joliana bukan manusia? Atau justru ia keturunan darah biru tua?" tanya Al dalam hati.


"Apa mungkin bu Joliana keturunan darah biru tua? Keluarga bu Joliana darah nya warna apa?" tanya Eko.


"Kalau ayah merah semua, tapi kalau ibu biru muda!" ucap Joliana.


"Astaga! Keluarga ayah nya merah, terus ibu nya biru muda? Lalu kenapa anak nya jadi biru tua?" tanya Al dalam hati.


"Loh? Kok bisa gitu ya?" tanya Eko.


"Saya sendiri saja tidak tahu pak!" ucap Joliana.


"Apa perlu saya panggil kan dokter?" tanya Al.


"Dokter? Hm, gimana ya? Hm, boleh deh" ucap Joliana.

__ADS_1


"Ok, aku panggilkan dokter Anna saja!" ucap Al lalu menghubungi dokter Anna untuk ke kantor perusahaan Alexander dan ke lantai 25275 dan ke ruangan 161616.


Tak lama kemudian, dokter Anna pun datang.


"Siang dok!" ucap Al.


"Sore Tuan" ucap Dokter Anna sambil tertawa kecil.


"Hm, sore dok" ucap Al menahan rasa malu nya.


"Sore dok" ucap Eko.


"Selamat sore dok!" ucap Joliana.


"Selamat sore juga! Oh ya? Tadi kan Tuan hubungi saya, di sini kan ada 3 orang. Siapa yg mau di periksa?" tanya Dokter Anna.


"Saya dok!" jawab Joliana sambil mengangkat tangan kanan nya ke atas.


"Oh ok, emang nya ada penyakit apa? Atau mungkin keluhan apa?" tanya Dokter Anna.


Sedangkan Joliana hanya menggaruk kepala nya yg tidak gatal.


"Hm, maksud saya begini dok, saya mau itu di di periksa apakah saya manusia atau tidak? Soalnya kok pas saya gores lengan kiri saya, jadi nya malah keluar darah nya warna biru tua?" tanya Joliana.


"Ohh, umum nya sih emang ada manusia berdarah beri tua. Itu tanda nya kamu keturunan bangsawan atau kerajaan!" jawab Dokter Anna.


"Hm, tapi kalau kamu agak ragu, bisa kok saya cek!" tambah Dokter Anna.


"Boleh lah dok" ucap Joliana.


"Baiklah, kalian berdua laki laki keluar dulu! nanti takut nya malah ngambil kesempatan dalam kesempitan!" ucap Dokter Anna sambil tertawa kecil.


"Hm, baiklah dok!!" ucap Al dan Eko lalu keluar dari ruangan Joliana.


Dokter Anna adalah sahabat dari adik tiri Joliana yaitu Velly.


Dokter Anna memang dokter pribadi Al. Tetapi, Al hanya jarang menghubungi Dokter Anna karena Al memiliki dokter pribadi bukan hanya satu, tetapi sekitar 50% dokter di bumi ini menjadi dokter pribadi nya Al. Gaji nya juga 3 kali lipat di bandingkan gaji mereka di rumah sakit. Tetapi, jika Al meminta 5 menit lgi, maka mereka harus sudah sampai di tempat yg di katakan Al. Jika mereka tidak sampai dalam waktu yg di berikan, mereka akan di potong gaji 25% per 1 menit.


🌷🌷🌷


Sedangkan di luar ruangan Joliana...


"Eko! Kok perasaan saya gak enak ya?" tanya Al.


"Ya sama nih Al! Kira kira apa yg mereka lakukan ya sampai harus keluar dulu nih kita nya??" jawab Eko.


"Huftt.. saya pun tidak tahu !! Mana baterai hp ku habis lagii!! Eh, Eko? Kamu ada charger gak??" tanya Al.


"Charger ya? Charger ku ketinggalan di rumahh!!" jawab Eko.


"Huftt nasib nasib, hp mu masih ada baterai kan?" ucap Al.


"Habis, kemaren aku lupa cas" ucap Eko sambil menggaruk kepala nya yg tidak gatal.


"Nasib nasib deh!" ucap Al.


🌷🌷🌷


Sementara di dalam ruangan Joliana...


Dokter Anna mengirimkan chat kepada Velly, kalau ia bertemu Joliana saat Joliana ingin mengunci pintu.


"Velly! Tadi kan aku di hubungi sama Majikan aku untuk datang ke kantor nya! Eh aku nya malah ketemuan sama kakak tiri mu! Dan aku juga di suruh periksa kakak tiri mu itu!" ~*Dokter Anna


"Oh ya? bagus lah! Saat nya membalas dendam! hihi!! Anna, kamu tahu kan apa yg harus di lakukan sekarang*? " ~*Velly

__ADS_1


"Aku.. aku tadi nyuruh dia buat ngunci pintu dulu! Terus aku nya harus ngapain dong*?" ~*Dokter Anna


"Itu.. ah, kamu ada bawa suntikan racun itu bukan? Kamu bisa suntikan itu pada nya! Kamu katakan saja kalau mau di periksa ini nya harus di suntikan dulu! Tapi kamu harus pastikan kalau dia tidak curiga pada mu! Karena jika sekali salah gerak atau bicara, mungkin dia akan curiga!" ~Velly


"Oh ya, aku bawa kok! Bahkan kemana mana saja, aku selalu bawa ini! Makasih ya udah kasih tahu harus ngapain! Jangan lupa bayaran nya nantii..!!" ~Dokter Anna


"Sama sama!! Semoga berhasil yaa..!!" ~Velly*


"πŸ‘πŸ½πŸ‘πŸ½πŸ‘πŸ½" ~Dokter Anna


Dokter Anna pun menyimpan hp nya setelah Joliana kembali.


"Sudah dok!" ucap Joliana.


"Hmm, ok,, kamu sekarang coba baring dulu di tempat yang mungkin nyaman gitu!" balas Dokter Anna.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kira kira apa Joliana akan curiga??


Author hari ini bakal up double, kalian nunggu saja sebentar lagi!!


...*🌷~Bersambung~🌷...


...~See you:-🌷*...

__ADS_1


__ADS_2