Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 24 : Diterima atau di tolak?? {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Deg..


Detak jantung Bella menjadi cepat.


"A... apaaa??" tanya Bella sekali lagi.


Bella merasa pendengaran nya kurang bagus.


"Kami ke sini untuk melamar Bella." jawab Nicholas.


"Be.. beneran, pak?" tanya Bella.


Bella selama ini memang menyukai Nicholas. Namun, ia tidak berani untuk mengungkapkan perasaan nya. Ia merasa diri nya tidak pantas untuk menikah dengan Nicholas. Terlebih lagi Nicholas dari orang yg terpandang.


Sedangkan diri nya?? Oh tidak.. apa kata netizen yg sok kuasa itu??


Jadi Bella memilih untuk memendam nya. Alasan Bella menerima permintaan Al yg meminta Bella untuk menjadi asisten pribadi nya anak nya yaitu Nicholas adalah Bella memang menyukai Nicholas dari dulu.


Flash back on 🌷🌷🌷


Bella, gadis yg baru berumur 19 tahun.


Sedangkan Nicholas di sini baru berumur 21 tahun.


BRUK!!


Bella tak sengaja menabrak Nicholas yg sedang menelepon. Beruntung HP Nicholas tak jatuh.


"Ma.. maafkan saya, Tuan." ucap Bella lalu menatap wajah Nicholas tersebut.


"Ahh.. Tampan sekali diri nya." gumam Bella.

__ADS_1


"Lain kali jalan nya yang bener." ucap Nicholas.


"I.. iya Tuan. Maafkan saya." ucap Bella.


"Ya tidak apa-apa, lagipupa hp saya tidak jatuh. Saya mau pergi dulu. Sampai jumpa lain kali bila kita memang berjodoh." ucap Nicholas lalu meninggalkan Bella yg terdiam di tempatnya.


Nicholas memang merasa jantung nya berdetak trlalu cepat. Jadi agar ia tak memperlihatkan pada gadis tersebut, ia memilih untuk pergi. Namun, siapa sangka jika ia berbicara seperti itu. Bahkan Nicholas saja tidak menyangka.


"Jodoh? Semoga dia jodoh ku." ucap Bella lalu pergi dari tempat itu juga.


Flash back off🌷🌷🌷


Bella mengingat betul pertemuan pertama kali diri nya dengan Nicholas.


"Maukah kamu menerima ku, Bella? Aku memang bukan pria romantis. Karena aku keturunan dari sikap papa ku yang dingin." ucap Nicholas.


"Tapi jika kamu tidak menerima nya.. tidak apa-apa. Tolong jawab lah pertanyaan ku ini." ucap Nicholas sekali lagi sambil menatap Bella.


"Bagaimana, nak? Jangan membuat dia menunggu dan kecewa." ucap mama Bella.


"Aku tidak apa-apa kok, bu. Kalau Bella mungkin sudah punya pacar atau sebagainya. Tapi tolong jawab lah pertanyaan ku ini." pinta Nicholas.


"Hemm.. Bella." ucap Bella lalu terdiam.


Semua orang menunggu jawaban dari Bella.


"Bella.............. Bella menerima nya." ucap Bella.


Sontak, Nicholas langsung memeluk Bella.


"Astaga, kamu tidak sabaran sekali." ucap Al.


"Biarkan saja." ucap Nicholas setelah melerai pelukan nya.

__ADS_1


Berbeda dengan Bella yg pipi nya sudah memerah. Apalagi ini pelukan yg ia inginkan dari kemarin-kemarin. Apalagi dari orang yg ia cintai.


"Lalu? Bagaimana dengan tanggal pernikahan nya??" tanya Kak Eca.


"Tanya dengan Nicholas dan Bella." jawab Al.


"Apa boleh langsung besok?" tanya Nicholas.


"Astaga pak. Pesta itu butuh persiapan." jawab Bella.


"Eh.. iya juga ya. Lusa mungkin." ucap Nicholas..


"1 minggu lagi saja!" ucap Bella.


"Aku setuju." ucap Nicholas.


"Baik, kalau begitu pernikahan akan di laksanakan 1 minggu lagi. Dan untuk ke butik nya atur sendiri." ucap Al.


"Terima kasih, Tuan Al." ucap kak Eca.


"Jangan panggil saya 'Tuan' lagi. Lagipula kita sudah jadi calon besan. Panggil saya dengan sebutan 'Al' atau tidak.. 'papa'." Pinta Al.


"Baiklah, Tuan ehh pa." jawab kak Eca.


"Nah baru benar. Kalau begitu saya dan istri saya pergi dulu ya! Masih ada urussn soalnya. Kalau Nicholas di sini saja dulu temani calon istri nya." ucap Al.


"Baiklah, sampai jumpa lain kali. Dan hati-hati di jalan yaa!!" ucap Mama Bella dengan canggung.


"Ya." jawab Al singkat.


Al dan Ayu pun pamit pulang dulu.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...

__ADS_1


__ADS_2