Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 28 : Di Terima Nathan? {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Hem...... tapi." ucap Maya terhenti.


"Huftttt.. baiklah. Bos Nathan Kenzo yang terhormat, kita berdua setiap hari hampir bertemu. Dan aku jatuh cinta pada mu. Setiap hari, cinta ku pada mu semakin membesar. Mau kah kamu menerima cinta ku dan menikah dengan ku?" tanya Maya.


Deg..


Jantung Nathan pun berdetak cepat. Apakah jodoh yg di takdirkan untuk nya adalah Maya?


"Hem.." jawab Nathan malu-malu.


"Sudah ya.. aku mau balik ke ruangan aku dulu. Untuk jawaban nya nanti saja." ucap Maya lalu ia pun keluar.


Namun, baru satu langkah ia berjalan..


"Maya." panggil Nathan.


"Hem.. ada apa bos?" tanya Maya.


Maya takut jika lamaran nya ini di tolak oleh Nathan.


"Aku... mau." jawab Nathan.


"Mau apa?" tanya Maya bingung.


"Aku mau menikah dengan mu. Dan membangun rumah tangga sama-sama dan mempunyai anak nantinya. Aku akan belajar mencintai mu. Bersabarlah.. karena aku sedikit lagi akan mencintai mu." jawab Nathan tulus.


Deg..


dan...


Blush!!


🌸🌸🌸


Sementara di restoran dekat Taman kota..


"Raja, kita makan di sini saja ya." ucap Alana.


"Eh.. iya Alana." jawab Raja.


"Kamu emangnya habis bengong yaa??" tanya Alana.


"Hehe.. iya, Alana." jawab Raja terkekeh.


"Haha.. bengong mulu kamu, Raja. Memangnya mikirin apa??" tanya Alana.


Namun, belum lagi pertanyaan Alana di jawab Raja, pelayan datang.


"Selamat datang di restoran kami, ini menu masakan kami." ucap pelayan sambil menyodorkan buku menu masakan pada Alana dan juga Raja.


"Mau pesan apa, nona, Tuan?" tanya pelayan pada Alana dan juga Raja.


Pelayan pun juga mengetahui jika tamu mereka yg kali ini datang bukanlah orang biasa. Oleh sebab itu, para pelayan harus melayani dengan baik. Takutnya mereka di pecat hanya karena pelayanan tidak bagus. Tapi baik orang biasa maupun orang yg bukan biasa, pelayanan tetap seperti biasa dan secara adil tentunya.


Alana dan Raja pun menyebutkan makanan. Setelah itu pelayan pun mencatat nya dan pergi.


Alana pun lupa dengan pertanyaan nya tadi.


"Raja, kalau boleh tahu, kamu punya adik atau kakak? Atau sepupu?" tanya Alana.


"Maaf, kalau aku terlalu lancang." ucap Alana.


"Tidak apa-apa, aku anak tunggal." jawab Raja.


"Oh.." ucap Alana sambil menganggukkan kepala nya.


Tak lama kemudian, pelayan pun datang dengan membawa nampan makanan.


Mereka pun memulai makan dengan berdoa. Setelah selesai berdoa, mereka pun mulai makan.

__ADS_1


Setelah selesai makan, piring kotor serta gelas lainnya pun di bawa pelayan.


"Raja." panggil Alana.


"Hem? Kenapa?" tanya Raja.


"Cerita-in dong hehe." jawab Alana terkekeh.


"Cerita-in apaa??" tanya Raja bingung.


"Cerita-in gimana kamu bisa jatuh cinta sama adik ku, Alena." jawab Alana.


"Ohh.." ucap Raja.


"Boleh?" tanya Alana.


"Suatu hari nanti akan ku cerita kan. Sekarang aku belum siap, hehe." jawab Raja.


"Yah... ya sudah." ucap Alana.


🌸🌸🌸


Sementara di rumah Alena dan juga Alvaro..


"Sayang." panggil Alvaro.


"Hem.. kenapa kak?" tanya Alena.


"Ehm.. kita kan suami istri sekarang.." jawab Alvaro.


"Terus, kak?" tanya Alena.


"Terus.. apaa kamu panggil kak dengan sebutan 'kakak' terus?" tanya Alvaro.


"Emm.. aku cuma belum terlalu biasa, kak. Tapi akan ku usahakan. Emangnya aku panggil kakak dengan sebutan apa?" tanya Alena.


"Umm.. bagaimana dengan 'honey'?" tanya Alvaro.


"Bagus, sayang." ucap Alvaro sambil mengacak rambut Alena gemas.


"Honey! Nanti rambut aku berantakan nih loh, kak." protes Alena lalu mengambil sisir untuk merapikan rambut nya kembali.


"Enggak apa-apa juga. Lagian cuma di rumah. Atau kamu pengen liburan?" tanya Alvaro.


"Hem.. boleh juga tuh, honey. Aku bosen di rumah terus, hehe." jawab Alena.


"Ya sudah.. kamu pengen nya kemana, sayang?" tanya Alvaro.


"Pergi nya besok saja ya, honey. Aku belum tahu kemana. Hari ini kita jalan-jalan saja dulu di taman kota. Bagaimana, honey?" tanya Alena.


"Boleh juga. Aku harap nanti setelah jalan-jalan di taman kota, kamu sudah dapat ya kita mau kemana besok." jawab Alvaro.


"Ya, honey!" balas Alena.


"Kamu siap-siap dulu. Aku tunggu di bawah yaa, sayang." ucap Alvaro lalu mengecup sekilas kening Alena.


"Iya, honey!" jawab Alena.


Alvaro pun turun sambil menunggu Alena selesai.


Alena pun siap-siap.


Hanya butuh sebentar, Alena pun turun.


"Alena sudah selesai, honey." ucap Alena.


"Ayo, sayang!" ajak Alvaro.


"Iya, honey! Ini kita mau pakai jalan kaki saja atau gimana?" tanya Alena.


"Naik motor saja, yok!" jawab Alvaro.

__ADS_1


"Yokk!!" balas Alana.


Mereka berdua pun ke taman kota dengan motor.


Hanya butuh 15 menit, mereka berdua pun sampai di taman kota.


Alvaro pun memarkirkan motor nya dan mencabut kunci nya.


Alena pun turun dari motor. Begitu juga dengan Alvaro.


Mereka pun berjalan di taman kota sambil bergandengan tangan.


(Uhh.. so sweet sekali..)


Mereka pun berkeliling dengan bergandengan tangan yg tak di lepas, hingga bertemu dengan..


"Kak Alana!!!" panggil Alena ketika ia melihat Alana di depannya. Meskipun agak jauh, tapi suara Alena tetap kedengaran.


"Alena??" jawab Alana lalu menghampiri Alena lalu memeluk nya.


"Alena?" panggil Raja.


Sontak, Alena dan juga Alana pun melepaskan pelukan nya.


"Kak Raja? Kakak di sini juga?" tanya Alena.


"Iya.. kami berdua sedang kencan di sini. Kalau kalian berdua kencan juga?" jawab Raja.


"Iya, kak!" balas Alena.


"Ohh.. kalau gitu, bagaimana kalau kita bareng saja?" tanya Raja.


"Tidak perlu, nanti kalian berdua menjadi nyamuk di tengah keromantisan kami." tolak Alvaro.


"Iya juga ya Raj, kan Alena dan juga Alvaro sudah jadi pasangan suami istri. Nanti kalau kita bareng, malah kita berdua jadi nyamuk." ucap Alana.


"Hem... ya sudah. Sampai jumpa lain kali." ucap Raja lalu pergi.


"Sampai jumpa, Alena, Alvaro." ucap Alana lalu menyusul Raja.


"Ya, kak." jawab Alena dan juga Alvaro.


🌸🌸🌸


Sementara di cabang perusahaan Alexander Group yg terbesar...


"Benar kah?" tanya Maya antusias.


"Tentu. Nanti akan ku kabari mama dan papa untuk melamar mu nanti. Entah besok atau nanti malam, yang pasti kamu siapkan diri sendiri ya, Maya." jawab Nathan.


"Aku tidak mimpi kan, bos?" tanya Maya.


"Tentu tidak, coba kamu cubit tangan mu sendiri. Apa mimpi atau nyata." jawab Nathan.


Maya pun mencoba dengan mencubit tangan nya sendiri.


"Aw.. sakit juga. Berarti ini... NYATAAAA??" pekik Maya tak percaya.


"Jangan teriak, Maya. Telinga ku bisa tuli nantinya." protes Nathan.


"Yaa jangan di doa-in juga dong, bos." balas Maya.


"Huhh.. terserah." ucap Nathan.


"Huhh.. ya sudah. Maya mau lanjutin pekerjaan Maya yang tertunda hanya karena INI!" balas Maya dengan menekankan kata 'ini'.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Jangan lupa like nya yaa kakak-kakak reader's semuanya..


Terima kasih banyak buat semuanyaa..

__ADS_1


πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2