Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 42 : PESAN ADRIAN {~S3~}


__ADS_3

Hai.. beberapa bab lagi novel ini akan tamat yaa. Terima kasih buat yg sudah dukung saya dari awal hingga sekarang..... 🙏🏻💞


...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Setelah selesai, mereka pun pergi.


Keesokan harinya.


Akhirnya, setelah dari siang hingga malam mengatur strategi lewat daring, mereka pun selesai.


Hari ini, mereka bertiga pun berniat langsung menghabisi sahabat Adrian yg bernama Roy. Mereka tidak mau masalah ini terus berlarut-larut.


Mereka pun melakukan aksi mereka.


Hari ini, Roy yg dari negara Q menuju ke negara ini.


Roy kemarin sudah melakukan perjalanan dan menuju ke negara tempat sahabatnya.


Roy sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya. Ia mengutuk dirinya sendiri.


“Seandainya jika aku tidak pergi ke luar negeri minggu lalu, mungkin saja dari kemarin aku sudah menolongmu.” batin Roy.


Setelah lamanya perjalanan yaitu sekitar 10 jam, Roy pun sampai di negara tempat sahabatnya berada.


Roy sendiri pun tidak tahu apakah sahabatnya masih bisa diselamatkan? Apa sahabatnya ada yang menolongnya? Apa sahabatnya masih hidup?


Beberapa kali pertanyaan yang sama muncul di pikirannya. Ia sudah berkali-kali menelepon Dino asisten sahabatnya, namun tidak ada jawaban. Bahkan ia juga sudah menelepon Vernando, namun juga tidak ada jawaban. Mereka berdua hilang secara mendadak.


Sepertinya selama ini ada yg disembunyikan oleh sahabatnya yg bernama Adrian itu.


Saat Roy sampai, Roy langsung bergegas menuju ke markas milik sahabatnya itu.


Setelah beberapa menit perjalanan, Roy pun sampai di markas milik sahabatnya itu. Terlihat dari luar jika beberapa besi yg berkarat akibat kebakaran kemarin. Dan tidak ada lagi api yg membakar markas tersebut, sepertinya kemarin ada yg menelepon bantuan, tapi Roy sendiri masih belum tahu apa prediksi nya itu benar.


Roy pun mulai melangkah masuk. Dan terlihat beberapa dinding yg aslinya berwarna putih saat terakhir kalinya Roy kemari dan sekarang menjadi berwarna hitam. Roy sangat yakin jika kebakaran kemarin sangatlah parah sehingga terjadi seperti ini.


Roy pun melihat sekelilingnya.


“Mengapa tidak ada satupun anak buah Adrian di sini?” gumam Roy bingung.


Asisten Roy yg selalu mengikuti Roy ke mana pun juga bingung seperti Roy atasannya. Asisten Roy bernama Tomi.


“Tomi. Menurutmu, kemana semua anak buah Adrian?” tanya Roy kepada Tomi asisten nya. Roy berinsitiatif untuk meminta pendapat dari asisten nya.

__ADS_1


“Saya pun tidak tahu, Tuan. Mungkin beberapa ada yang kabur mencari bantuan, dan mungkin ada juga yang terbakar.” jawab Tomi asisten Roy seadanya.


“Yap! Benar yang kau katakan, coba lihat di sana ada seseorang!” ucap Roy menunjuk salah satu orang yg tidak terlihat jelas itu siapa dari jauh.


“Iya, Tuan!” Tomi pun menyusul Roy.


Mereka berdua pun menghampiri orang tersebut. Ternyata orang tersebut adalah Adrian.


“Roy... Tomi?” ucap Adrian terkejut.


“Adrian? Kau di sini? Bukankah kau kemarin terakhir ada di ruanganmu?” tanya Roy bertubi-tubi kepada Adrian sahabatnya sambil memeluk sahabatnya itu.


“Ya.. kau benar, Roy. Aku memang terakhir ada di ruangan ku.” jawab Adrian sambil memeluk balik Roy sahabatnya.


“Lalu, apa yang terjadi kemarin? Mengapa telpon langsung mati?” tanya Roy kepada sahabatnya.


Roy pun melepaskan pelukannya, begitu juga dengan Adrian.


“Aku? Aku sekarang sudah ada di atas.. aku tidak bisa diselamatkan.” ucap Adrian tersenyum.


“Maksudmu, Rian?” tanya Roy bingung. Asisten Roy yg bernama Tomi tersebut pun juga bingung dengan ucapan Adrian barusan. Entah yg diucapkan sahabat atasannya itu benar atau justru hanya sekedar ucapan canda nya.


“Iya.. aku sudah ada di atas sekarang. Aku di sini karena aku menunggumu sedari semalam.” jawab Adrian.


...****************...


Semalam : malam tadi atau malam sebelum hari ini


Kemarin : satu hari sebelum hari ini, misalnya hari ini hari minggu maka satu hari sebelum hari ini adalah hari sabtu.


Tolong dibedakan dengan baik ya di antara kedua kata tersebut..


Terima kasih, kita lanjut kembali ke ceritanya.


...****************...


“Semalam?” Roy semakin terkejut dengan ucapan Adrian.


“Iya.” jawab Adrian.


“Aku akan jelaskan semuanya, tolong d di dengarkan dengan baik.” pinta Adrian kepada sahabatnya Roy.


Roy pun hanya mengangguk.

__ADS_1


“Kemarin, saat aku jatuh.. hp aku langsung terbakar oleh sebab itulah mengapa sambungan telepon kemarin langsung mati. Pasti kamu langsung khawatir bukan dengan keadaan ku?” Adrian menatap wajah sahabatnya tersebut.


“Iya.. makanya aku langsung bergegas kemari.” jawab Roy sambil mengangguk.


“Dan.. di saat itulah aku mulai terbakar dan nyawaku sudah tidak bernyawa lagi. Dan di saat itu, di terakhir sebelum aku menutup mataku, aku mendengar suara teriakan seseorang. Namun, aku tidak mendengarnya begitu jelas. Tapi yang pasti orang tersebut meminta bantuan. Dan suara yang paling terakhir aku dengar adalah germicik air.”


“Kau tahu? Tubuhku yang tidak bernyawa tersebut pun langsung dibawa ke rumah sakit setelah mereka memeriksa pernafasan ku, denyut nadiku dan juga detak jantungku. Aku tahu itu karena saat tubuhku yang sudah tidak bernyawa itu tidak tenang dan menjadi gentayangan seperti ini, karena aku ingin menemui mu untuk terakhir kalinya.”


Roy yg mendengar nya pun menangis. Dan tanpa disadari, air matanya jatuh membasahi pipinya. Asisten Roy yg bernama Tomi pun juga ikutan menangis mendengar ucapan dari sahabat atasannya itu.


“Ya.. dan ini aku ingin menyampaikan pesan kepadamu.” Adrian berhenti sejenak.


“Aku memintamu untuk tidak mencari tahu siapa dalang dibalik kejadian ini semua. Karena aku tahu siapa mereka.” ucap Adrian.


“Mengapa? Siapa dia?” tanya Roy bertubi-tubi kepada Adrian sahabatnya.


“Dia adalah Dino, Raya, dan juga Vernando.” jawab Adrian.


Jawabann dari Adrian pun sontak membuat emosi Roy menaik. Ia tidak menyangka jika Dino, sepupunya Dino, dan juga Vernando yg melakukan ini semua.


“Tapi... kamu tidak usah mencari keberadaan mereka.”


“Mengapa?” Roy semakin bingung dengan ucapan sahabatnya ini.


“Mereka bertiga melakukan ini semua karena ada alasannya.“ Adrian berhenti sejenak.


“Apa?” Roy semakin penasaran.


“Mereka melakukan semua ini karena.. dulu aku pernah membunuh orangtua mereka. Kau tahu? Mereka bertiga adalah kakak adik tanpa kita sadari. Mereka kehilangan orangtua mereka di saat mereka masih kecil.”


“Aku ingin kau mewakili diriku untuk meminta maaf kepada mereka bertiga. Karena aku tidak punya banyak waktu lagi. Dan maafkan aku jika aku memiliki banyak kesalahan kepadamu atau kepada siapapun itu.” pinta Adrian kepada sahabat satu-satunya.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


untuk bab ini dan bab selanjutnya kita fokus dengan kehidupan musuh nya dulu ya..


.


Nanti beberapa bab lagi akan tamat.


Jangan lupa dukungan nya yaa..


Thank's All. 🙏🏻💞

__ADS_1


__ADS_2