Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 12 : Pergi bersama ke Butik. {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


1 minggu kemudian...


Akhirnya mereka pun ke butik bersama.


Untuk berangkat tidak bersama, karena Vano dan juga Alvaro masih ada perkerjaan. Jadi berangkat nya tidak bersama, tapi pulang nya bersama.


Alena pun memilih baju pengantin yg ia sukai dari pandangan pertama.



Ia mencoba dan ia juga sambil memegang bunga yg ia petik tadi.


"Ma, apakah boleh yang ini??" tanya Alena.


"Cantik.. pas di badan kamu. Mama sih boleh-boleh saja. Tapi gak tahu calon suami kamu menerima nya tidak." jawab Ayu.


"Wahh nak, kamu sudah memilih nya??" tanya Vena.


"Tentu mami, apa ini boleh??" tanya Alena.


"Tentu saja boleh. Emang siapa yang bilang tidak boleh??" tanya Vena.


"Apa Alvaro setuju??" tanya Alena.


"Jika ia tak setuju, maka mama akan menyuruh nya untuk setuju." jawab Vena.


"Ehem." deheman Alvaro.


"Eh, sudah selesai?" tanya Vena.


"Sudah." jawab Alvaro.


"Papi kamu??" tanya Vena.


"Itu.. kata papi nanti baru nyusul ke sini." jawab Alvaro.


"Emang kamu ada ketemuan sama papi kamu nak?" tanya Vena.


"Ada. Papi masih di luar, berbicara dengan klien nya mi." jawab Alvaro.


"Klien nya berapa orang sih? Kok sampe di bawa ke butik??" tanya Vena.


"Gak tahu mi, Alvaro kan tidak hitung." jawab Alvaro.

__ADS_1


"Ya maka dari itu, kamu harus menghitung nya." ucap Vena.


"Telat lah mi, kalau sekarang palingan klien nya sudah tinggal dikit." ucap Alvaro.


"Mami bilang hitung ya hitung saja." ucap Vena.


"Iya-iya." ucap Alvaro lalu keluar dari butik dan mulai menghitung semua klien yg ada.


"Berapa nak?" tanya Vena ketika Alvaro sudah kembali.


"0." jawab Alvaro.


"Loh?" tanya Vena.


"Ya..semua klien nya sudah kembali mii." jawab Alvaro.


"Ohhh.... terus papi kamu kemana???" tanya Vena.


"Papi pergi lagi." jawab Alvaro.


"Haduehh.. pergi ke mana??" tanya Vena.


"Ke.. kayaknya ke mall deh." jawab Alvaro.


"Mall? Dari butik sampai ke mall bukannya jauh ya?" tanya Vena.


Vena pun mulai menghubungi Vano.


Tuttt... tutt.. tuttttttt....


"Halooo?????" ucap Vena.


"Yaaaa... ada apaaaaa??" tanya Vano.


"Ck, kata Alvaro, kamu ke restoran. Ngapain?" tanya Vena.


"Restoran? Aku sekarang baru sampai di butik. Mana ada tadi ke restoran." jawab Vano.


"Hah?" tanya Vena.


Tut.


Sambungan telpon pun di matikan Vano.


"Hah? Terus siapa dong yang di luar??" tanya Vena.

__ADS_1


"Artis mi." jawab Alena.


"Artis?" tanya Vena.


"Iya mi, kak Alvaro bohongi mami. Coba mami lihat wajah nya sekarang, merah kan mi? Berarti dari tadi kak Alvaro nahan tawa." jawab Alena.


Vena pun langsung melihat wajah Alvaro.


"ALLLLVAAAAROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!"


"Hehe, maaf mi." ucap Alvaro.


"Ya." jawab Vena.


"Jadi nak, apaa kamu yakin, kamu mau baju yang ini??" tanya Vena pada Alena.


"Iya mi, soalnya dari pandangan pertama, aku sudah menyukai nya." jawab Alena.


"Pandangan pertama?? Seperti sedang jatuh cinta saja. Yaa.. mami akan mendukung apapun yang kamu pilih nak." ucap Vena.


Sedangkan Alvaro pun melihat fashion Alena.


"Cantik." ucap Alvaro.


"Hahaha...." tawa semua orang.


Sedangkan pegawai butik hanya menggelengkan kepala nya.


"Haduhhh.. kepala ku pusing ini. Ada minyak tidak??" tanya pegawai butik pada temannya.


Kepala nya pusing karena ia dari tadi menggelengkan kepala nya.


"Tidak ada. Habis." jawab teman nya.


"Haduh.. sayang sekali. Ya sudah.. aku mau minta izin sama Maneger untuk beli minyak kayu putih sebentar." ucap nya.


"Ya.. Hati-hati di jalan ya." ucap teman nya.


"Yaaaa." ucap nya.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Jangan lupa like nya ya kakak-kakak semuanya..


Terima kasih banyak ya kakak-kakak semuanya..

__ADS_1


Love you AllπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2