
Di bab ini bakalan panjang ya.
Jangan lupa jaga kesehatan kalian yaa.
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Hari terus berlalu hingga tidak terasa waktu berjalan 1 bulan..
Malam harinya..
Di rumah Nicholas dan Bella..
"Sayang.. kamu tidur duluan ya. Aku mau lanjutin pekerjaan ku ini dulu." pinta Nicholas.
"Iya, honey. Kamu juga ikut tidur ya!!" sahut Bella.
"Hem.." ucap Nicholas lalu mematikan laptopnya.
Nicholas pun menyimpan laptop nya di meja kerjanya.
Nicholas pun naik ke ranjang.
"Tidurlah, sayang. Ini sudah pukul 9 malam lewat. Tidak baik bergadang untuk bumil." Nicholas memeluk Bella dari belakang.
"Iya." jawab Bella.
Mereka berdua pun tidur. Namun, Bella sama sekali tidak bisa tidur nyenyak.
Sedari tadi, Bella memutar posisi tubuhnya menghadap Nicholas. Namun, rasa sakit perutnya masih tetap tidak hilang.
Bella pun melepaskan pelukan dari Nicholas, lalu ia beranjak dari kasur ke kamar mandi.
Nicholas yg sedang tidur, dari tadi ia merasa selalu ada pergerakan dari sang istri pun akhirnya membuka matanya walaupun dengan terpaksa.
"Sayang?" panggil Nicholas ketika ia membuka kedua matanya, namun Bella tidak ada di sampingnya.
"Aku ada di kamar mandi, honey!!" jawab Bella dari kamar mandi dengan suara sedikit teriak.
Nicholas pun beranjak dari kasur nya dan menuju ke depan kamar mandi.
"Kamu ngapain ke kamar mandi, sayang?? Bukankah ini sudah malam?" tanya Nicholas pada Bella.
"Aku lagi pipis, honey. Tidak mungkin aku menahannya." jawab Bella dari kamar mandi.
"Bener juga. Kenapa aku mendadak jadi bodoh ya?" gumam Nicholas.
Setelah beberapa menit, akhirnya Bella pun keluar dari kamar mandi.
"Ayo, Sayang. Tidur lagi." ajak Nicholas.
"Honey. Sepertinya aku akan melahirkan." sahut Bella ketika merasakan air ketuban keluar dan bau amis mulai tercium.
"Apaa?? Bukankah kata dokter, kamu akan melahirkan satu minggu lagi ya, Sayang?" tanya Nicholas pada Bella.
"Aku tidak tahu, honey!!" jawab Bella.
"Terus, aku harus bagaimana?" tanya Nicholas pada Bella.
"Bawa aku ke rumah sakit." jawab Bella sabar.
Nicholas pun membawa Bella ke rumah sakit dengan segera.
///
Sementara di Alena dan Alvaro.
Ya, Alena dan Alvaro sekarang sudah berada di rumah sakit. Jadi yg ke rumah sakit duluan adalah Alena dan juga Alvaro.
"Maaf Bu, jangan mengejan dulu ya. Ini masih pembukaan 8." ucap dokter tersebut yg bernama Nira.
"Lalu, ini saya harus menunggu berapa lama lagi??" tanya Alena pada Dokter.
"Mungkin sekitar 2 jam lagi, Bu." jawab Dokter Nira.
__ADS_1
"Apa?? Selama itukah??" tanya Alena pada sang dokter.
"Ya, Bu. Itu masih perkiraan." jawab dokter Nira.
1 jam pun berlalu..
Dokter tersebut pun kembali memeriksa Alena.
"Wah,, udah pembukaan 10 ini. Tidak sesuai dengan perkiraan saya. Ayo bu mulai mengejan nya." seru dokter Nira.
"Ibu ikuti instruksi saya, ya. 1... 2.... 3... Dorong, dorong lagi yaa, Bu." terang sang dokter Nira.
Alena pun terus mengikuti instruksi dari sang dokter.
"Iya, Sayang. Kamu dengerin instruksi dokter. Aku yakin, kamu pasti bisa." ucap Alvaro sambil menyemangati sang istri. Ya, walaupun ia sendiri tidak tahu bagaimana rasa sakitnya saat melahirkan. Tapi ia pastikan itu sakit.
Alvaro pun mencium kening Alena.
"Iya." jawab Alena.
"Bu, mengejan nya jangan berhenti. Dorong.." peringat dokter Nira.
"Iya, dok." jawab Alena.
Ya, tadi memang sempat Alena berhenti mengejan. Jadi dokter pun mengingatkan Alena. Takutnya terjadi sesuatu pada sang bayi.
"Erghhh..."
"Erghh.."
"Ergh."
"Oeek.. Oekkk.." terdengar lah suara bayi. Alena dan Alvaro yg mendengarnya sangat terharu karena pertama kalinya mereka berdua mendengar suara anak mereka.
"Ini anak pertama laki-laki." ucap dokter Nira lalu memberikan bayi tersebut kepada suster untuk dibersihkan terlebih dahulu.
"Ayo, Bu. Ini ada satu lagi. Mengejan kembali seperti tadi ya, Bu. Tapi ikuti instruksi saya terlebih dahulu." ucap dokter Nira
Alena pun hanya mengangguk.
"Erghhhh.."
"Dorong lagi ya, Bu." ucap dokter Nira.
"Ergghhhh.."
"Nah, ini kepala bayinya hampir keluar. Ayo Buu lanjutt dorong nyaa!!" seru dokter Nira sambil memberikan semangat pada Alena.
Alena pun hanya sekedar mengangguk pelan. Karena tubuhnya yg lemas akibat melahirkan anak pertama tadi, dan sekarang harus melahirkan anak kedua.
"Dorong... Buu." ucap dokter Nira.
"Erghhh.."
"Erghhhhh.."
"Oekkk... Oekkk..." Terdengar suara bayi kembali.
"Ini bayi kedua nya.. laki-laki." ucap dokter Nira.
Dokter Nira pun memberikan bayi tersebut kepada suster untuk dibersihkan dahulu.
Setelah selesai dibersihkan, kedua bayi tersebut pun diletakkan di box bayi.
Bayinya terlihat sangat tenang.
Sedangkan Alena? Alena malah ketiduran karena kelelahan apalagi tengah malam beginian. Alvaro juga ketiduran di kursinya.
Hahaha.. sungguh.. lucuuu. Bukannya mikirin nama anaknya eh ini malah ketiduranπ€£. Tapi gak pa-pa lah, wajar...
///
Sementara di Nicholas dan Bella..
__ADS_1
Bella dan Nicholas sekarang ada di ruang persalinan.
"Nyonya. Ini jangan langsung mengejan dulu ya. Soalnya ini masih pembukaan 4." ucap dokter tersebut yg bernama Tari.
Bella pun hanya mengangguk.
"Bagaimana caranya, dok, biar pembukaan nya cepat??" tanya Nicholas pada dokter Tari.
"Cara-cara agar pembukaan cepat :
Mandi menggunakan air hangat agar lebih rileks.
Melakukan stimulasi ****** susu untuk meningkatkan konstaksi rahim.
Membuang air kecil secara teratur dapat mempercepat pembukaan.
Berjalan kaki.
Stimulasi konstaksi dengan menggunakan ball birth.
Dan..
Berhubungan badan." jelas dokter Tari.
"Sayang, kamu mau pakai cara apa dari 6 tadi??" tanya Nicholas.
"Aku,. Aku milihnya yang mandi air hangat sama berjalan kaki saja deh." jawab Bella.
"Kamu yakin, Sayang?" tanya Nicholas pada Bella untuk memastikan sang istri.
"Iya, honey." jawab Bella.
"Apa kamu tidak mau berhubungan badan saja??" goda Nicholas.
"Tidak." jawab Bella dengan santai.
"Baiklah." jawab Nicholas sedikit kecewa.
Nicholas pun membantu Bella dalam berjalan-jalan sebentar. Lalu mandi air hangat.
Setelah beberapa jam, mungkin sekitar 2 jam. Akhirnya Bella pun selesai.
"Sudah pembukaan berapa, dok?" tanya Nicholas pada dokter Tari berharap cara yg dilakukan sang istri berhasil untuk mempercepat pembukaan.
Sedangkan dokter Tari masih memeriksa itunya.
"Ini sudah pembukaan 9." jawab dokter Tari.
...~π©πππππππππ~...
Wah,. Alena sudah melahirkan twins boy.
Sedangkan Bella.. masih pembukaan 9 nih.
Waduh, bagaimana dengan Maya?
Apa Maya juga ikut melahirkan? Atau justru belum?
Masih teka-teki hehe.. author masih belum mikirin soal Mayaπ
Nanti deh di bab selanjutnya baru mikirin soal Maya.
Kalian coba tebak, apa Maya sudah melahirkan juga atau?
Oh ya, soal proses persalinan nya tadi kalau salah maaf ya. Author masih belum terlalu berpengalaman hehe..
Kalau salah, tolong komen yaa biar nanti author revisi kalau salah.
Jangan lupa dukungannya yaa..
__ADS_1
Terima kasih.
ππ»π