
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
1 minggu kemudian..
"Sayang.. aku sudah menunggu satu minggu, apa kamu sudah selesai PMS nya?" tanya Al.
"Hm, sudah." ucap Ayu santai.
"Apa kamu sudah siap untuk membuat adik untuk si kembar sayang?" tanya Al.
"Hm.. sudah." ucap Ayu.
"Oke, nanti malam buat nya ya. Persiapkan diri mu nanti sayang." bisik Al lembut.
"Iya, kamu mandi dulu ya. Aku siapin sarapan dulu." ucap Ayu lalu turun dari ranjangnya.
"Gak usah.. kan ada pelayan sayang." ucap Al sambil menarik tangan Ayu agar kembali ke ranjang.
"Hm.. oke, lalu ini apa kamu tidak ke kantor honey?" tanya Ayu ragu.
"Pergi dong." jawab Al.
"Tapi.. tapi sekarang sekitar 15 menit harus sudah masuk loh honey!" ucap Ayu.
"Tenang saja sayang.. kan aku bos nya." ucap Al dengan sombongnya.
"Tapi.. tapi bukannya kamu ada meeting 25 menit lagi?" tanya Ayu.
"Eh iya ya!!" ucap Al lalu langsung ke kamar mandi.
"Bagaimana bisa ia melupakan hal sepenting itu?" gumam Ayu.
Ayu pun segera ke kamar mandi yg lain nya untuk mandi.
5 menit kemudian..
Al pun akhirnya keluar dari kamar mandi. Ia pun bingung kemana pergi nya Ayu.
"Sayang, kamu di mana?" ucap Al.
Al pun mencari Ayu hampir satu rumah, bahkan ia sudah sangat berkeringat. Kemeja putih yg ia gunakan pun juga sudah berkeringat.
Al lupa untuk mengecek kamar si kembar dan kamar mandi. Karena saking panik nya.
Ayu pun keluar dari kamar mandi setelah ia pun menggunakan baju santai nya.
Ayu pun ke kamar si kembar untuk mengecek. Apa si kembar masih tidur?
Ternyata benar, si kembar masih tidur.
Ayu pun punya ide agar si kembar bangun.
Si kembar rupanya telat bangun karena lupa menyetel alarm.
Ayu pun menyetel alarm. Sekarang sudah jam 7 kurang 2 menit. Jadi Ayu menyetel alarm jam 7 pas.
Ayu pun menunggu 2 menit.
2 menit kemudian..
Kring kring kring..
Bunyi alarm..
"Ehmm." ucap Nicholas lalu melihat alarm nya.
"AAPAAA SUDAH JAM 7 PAGI??" teriak Nicholas membuat Al langsung ke kamar si kembar dan juga Alana, Alena, Alina, Nathan juga bangun karena teriakan Nicholas.
"Kak, kenapa?" ucap Nathan dengan suara serak.
"Dek, apa kamu lupa? Hari ini hari senin dan ada kegiatan upacara jam 8 lewat 20 menit!!" ucap Nicholas.
"Ehmm.. emangnya sudah jam berapa kak?" tanya Alina.
"Sudah jam 7 pagi sayang." jawab Ayu.
"Apaa jam 7 pagi??" ucap si kembar lalu ke kamar mandi untuk mandi.
Beruntung di rumah ini masih banyak kamar mandi lainnya. Jadi si kembar tidak perlu antri.
"Sayang.. ternyata kamu di sini. Aku cari sampe kemana-mana loh." ucap Al lalu langsung memeluk Ayu.
"Lah? Emang kamu tidak cari ke kamar?" tanya Ayu.
"Enggak, saking panik nya sih hehe." ucap Al.
"Hm." ucap Ayu.
Mereka berdua pun keluar dari kamar dan langsung ke meja makan.
Mereka berdua menunggu si kembar.
"Sayang.. nanti kamu antarin si kembar ya. Soalnya aku kayaknya udah mau telat ini." pinta Al.
"Hm, baiklah." ucap Ayu.
Si kembar pun akhirnya turun dengan seragam sekolah SD. Sekarang si kembar sudah kelas 2 SD.
__ADS_1
Ayu sengaja membiarkan usia mereka tetap seperti anak anak lain. Ayu tidak akan membiarkan si kembar ketinggalan pelajaran meskipun sudah genius.
Selagi masih ada uang, biarkan lah si kembar menuntut ilmu lebih banyak lagi.
Mereka pun sarapan dan setelah itu piring kotor di cuci oleh pelayan.
"Anak-anak.. hari ini kalian di antar sama mama ya. Karena papa sudah telat ini." ucap Al.
"Oke pa!" ucap si kembar.
"Honey, Hati-hati di jalan ya!" ucap Ayu.
"Hm, oke!" ucap Al lalu mencium kening Ayu.
Al pun pamit berangkat ke kantor.
"Sayang.. kalian sudah siap?" tanya Ayu.
"Sudah ma." ucap si kembar.
"Yaudah yuk kita berangkat." ucap Ayu.
"Oh ya ma, kata kepala sekolah minggu lalu, senin, mama di suruh ketemu dengan kepala sekolah." ucap Nicholas.
"Baiklah." ucap Ayu.
Mereka pun berangkat ke sekolah.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di sekolah.
"Belajar yang rajin ya nak." ucap Ayu.
"Iya ma." jawab si kembar.
Ayu pun ikut turun dengan si kembar.
Ayu sudah tahu semua ruangan-ruangan yg ada di sekolah ini. Jadi Ayu tidak perlu khawatir.
Ayu mengantar si kembar hingga ke kelas terlebih dahulu. Karena belum waktu untuk upacara, siswa-siswi di suruh tunggu di dalam kelas. Setelah nanti sudah waktunya, siswa-siswi akan di suruh keluar oleh guru nya.
Ayu pun ke ruangan kepala sekolah.
Tok tok tok..
"Silahkan masuk." ucap kepala sekolah dari dalam.
Ayu pun membuka pintu.
"Selamat pagi bu. Maaf menganggu." ucap Ayu.
"Selamat pagi nona. Tidak apa-apa, tidak menggangu sama sekali." ucap kepala sekolah dengan sopan.
"Terima kasih bu." ucap Ayu.
"Saya ingin mengatakan sesuatu pada Nona. Tapi maaf bila saya terlalu lancang." ucap kepala sekolah.
"Tidak apa-apa bu, katakan saja." ucap Ayu.
"Apa nona bersedia jika anak nona di naikkan kelas nya? Karena tingkat kejeniusan nya terlalu tinggi. Mungkin kalau di naikkan bisa sampai SMP." ucap kepala sekolah.
"Ya, saya tahu bu. Tapi gimana gitu ya bu, saya hanya tidak mau kalau anak saya harus sama kejadian nya dengan saya dulu." ucap Ayu.
"Apa nona dulu pernah di naikkan kelas juga?" tanya kepala sekolah.
"Iya bu." ucap Ayu.
"Hm.. keputusan ada di tangan nona. Tapi jika nona tidak bersedia, tidak apa-apa. Tapi anak anda harus di beri tugas lebih." ucap kepala sekolah.
"Tidak apa-apa bu kalau di beri tugas lebih." ucap Ayu.
"Baiklah, mulai hari ini anak nona akan di beri tugas sesuai dengan kejeniusan nya ya." ucap kepala sekolah.
"Iya bu, tapi jika saya nanti dengan keluarga kalau ada keputusan lebih lanjut. Saya akan bertemu dengan anda." ucap Ayu.
"Baiklah, untuk sementara saja ya anak nona di beri tugas lebih. Tapi untuk keputusan lebih lanjut nya tolong segera di berikan ya." ucap kepala sekolah.
"Iya bu, Terima kasih." ucap Ayu.
"Sama-sama nona." ucap kepala sekolah.
Ayu pun pamit untuk pulang karena Ayu ingin membuat makan siang untuk si kembar dan juga suami nya Al.
Ayu pun pulang dengan buru-buru karena ia tak menyangka kalau sebentar lagi akan jam makan siang. Ia tak boleh telat, bila ia telat nanti si kembar jadi makan telat.
Apalagi kalau si kembar malah memutuskan untuk beli di luar, itu tidak sehat bagi pertumbuhan nya.
Ayu pun memutuskan untuk memasak nasi goreng seadood biar cepat.
Karena Ayu tidak mau menunda waktu banyak lagi.
Ayu juga membawa untuk diri nya. Karena Ayu ingin makan siang bareng suami nya juga. Tapi itu jika di perbolehkan.
Tetapi jika suami nya tidak memperbolehkan nya, Ayu harus membawa pulang makanan yg ia buat.
Ayu tidak menyangka jika mengobrol sebentar dengan kepala sekolah bisa hampir jam 11. Apalagi jam makan siang si kembar jam 12 pas.
Setelah siap, Ayu pun memasukkan kotak bekal kedalam satu tas agar mudah di bawa. Setelah itu ia pun ke sekolah si kembar dulu. Karena jam makan siang si kembar lebih cepat di bandingkan suami nya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Ayu pun sampai di sekolah si kembar.
Ayu pun segera ke ruangan si kembar. Untung saja kelas si kembar sama. Jadi Ayu tidak perlu bolak-balik kelas.
Kini Ayu sudah sampai di depan kelas si kembar.
Tok tok tok..
"Permisi bu, maaf menganggu." ucap Ayu.
"Tidak apa-apa bu. Ada apa ya bu?" tanya wali kelas si kembar.
"Saya mau mengantar bekal untuk si kembar bu." jawab Ayu.
"Baiklah." ucap wali kelas si kembar lalu mengambil kotak bekal dari Ayu dan memberikan pada si kembar.
"Terima kasih ya bu, saya permisi dulu." ucap Ayu.
"Iya bu." ucap wali kelas si kembar.
Wali kelas si kembar pun melanjutkan penjelasan yg tertunda tadi.
Ayu pun ke kantor segera.
Beruntung masih ada waktu 37 menit lagi.
Setelah 25 menit, Ayu pun sampai di kantor Alexander Group.
Ia pun masuk ke dalam kantor suami nya.
"Selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis dengan ramah.
Al memang memilih resepsionis yg sopan dan juga ramah. Resepsionis ini baru di ganti, karena yg kemaren tidak sopan bahkan ia sampe membentak tamu.
"Selamat siang, saya ingin bertemu dengan Tuan Al." ucap Ayu.
"Maaf, apa sebelumnya ibu sudah membuat janji?" tanya resepsionis dengan sopan.
"Belum, tapi sebutkan saja nama saya, ia pasti akan mengizinkan." jawab Ayu.
"Baiklah, nama ibu siapa?" tanya nya.
"Nama saya 'Apriliana Ayu Putri Stanly' biasa di panggil 'Ayu' mbak." jawab Ayu.
"Apriliana Ayu Putri Stanly.. apaa jadi ibu istri dari Tuan Al??" ucap resepsionis itu kaget.
"Iya mbak." jawab Ayu.
"Baik bu, silahkan duduk dulu ya. Saya akan menanyakan ini pada Tuan Al terlebih dahulu." ucap resepsionis itu lalu menghubungi Al.
"Baik mbak." ucap Ayu lalu duduk di kursi yg sudah di siapkan.
"Bu, Tuan Al meminta anda langsung ke ruangan nya." ucap resepsionis.
"Baik mbak." ucap Ayu lalu masuk ke dalam lift khusus orang yg jabatan tinggi.
Tapi saat Ayu ingin masuk, Ayu sudah di hadang oleh security. Sepertinya Security nya belum mengenal Ayu.
"Maaf ibu, anda adalah tamu, silahkan masuk ke dalam lift biasa." ucap security tersebut.
Ayu pun mengalah dan masuk ke dalam lift biasa.
"Baik Pak." ucap Ayu mengalah.
Di dalam lift biasa, banyak orang yg dulu nya tidak menyukai Ayu.
"Wah wah ada masalah apa sampai anda kemari? Bukan kah anda sudah tidak menjabat menjadi sekretaris Tuan Al lagi?" ucap Monika.
"Urusan saya dengan anda apa?" ucap Ayu.
"Haha.. sudah sombong kamu ya!" ucap Monika lalu mencoba ingin menampar Ayu.
Tapi tangan Monika di tahan Ayu. Bahkan hanya tinggal 1 cm saja lagi Monika dapat menampar Ayu.
"Kamu tidak akan semudah itu untuk menampar saya." ucap Ayu.
"Menampar mungkin tidak bisa, tapi kalau begini apa bisa?" ucap rekan Monika mencakar lengan Ayu yg menahan tangan Monika.
Ayu pun juga menahan tangan rekan Monika yg hendak mencakar lengan nya. Beruntung Ayu cepat jadi hanya goresan saja, kuku Monika dan rekan nya sangat panjang bahkan juga runcing.
"Juga tidak bisa Nona." ucap Ayu.
Monika dan rekan-rekannya pun mempunyai ide licik. Yaitu menyerang Ayu secara bersamaan.
Ada yg ingin menjambak rambut Ayu tapi tidak berhasil. Ada yg ingin menampar Ayu tapi juga tidak berhasil. Ada juga yg mencoba menendang Ayu tapi justru kaki nya di tahan Ayu.
Monika dan rekan-rekannya tidak menyerah hingga lift terbuka.
Ayu yg melihat lift terbuka pun keluar dari lift. Monika dan rekan-rekannya juga ikut dengan Ayu sembari menyerang Ayu.
Tiba-tiba saja Monika mengajak untuk bertarung. Ayu pun menerima nya. Tapi Ayu hanya menghindar, ia tak menyerang. Dengan alasan Ayu 'tak ingin membuat perusahaan kacau hanya karena diri nya'.
Monika dan rekan-rekannya tetap menyerang hingga tak menyadari ada seorang pria yg menatap Monika dan rekan-rekannya tajam.
Siapakah pria tersebut??
...~π©πππππππππ~...
__ADS_1
HAPPY NEW YEAR!!