
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Al pun perlahan-lahan mulai tertidur.
Hingga mereka pun tidur sampai sore.
"Uhh.. sudah jam berapa ini?" tanya Ayu.
Ayu pun melihat ke sampingnya. Ternyata Al sedang tidur juga dengan memeluk diri nya.
"Honey, bangun." ucap Ayu.
"Emm.. ada apa sayang?" tanya Al dengan suara serak nya.
"Lepasin pelukan nya honey.. aku mau ke kamar mandi." jawab Ayu.
"Baiklah, maaf kalau pelukan nya bikin bagian sayatan di perut kamu sakit." ucap Al melepaskan pelukan nya.
"Tidak apa-apa kok. Itu tidak sakit." ucap Ayu.
"Hm." ucap Al.
Cup!
Cup!
Ayu pun mencium kedua pipi Al lalu langsung ke kamar mandi.
Ayu pun mandi. Ayu mandi tidak lama. Karena dokter juga menganjurkan agar bagian sayatan perut kering, mandi tidak boleh terlalu lama. Ayu juga biasanya di bantu Al untuk mengganti perban nya.
Jadi terkadang Ayu memanggil Al untuk membawa perban baru ke kamar mandi.
Al pun yg menganti perban tersebut. Meskipun ia tergoda dengan tubuh polos Ayu, tapi ia harus menahannya. Ya meskipun 'TERPAKSA'.
Kadang Al harus ke kamar mandi untuk menidurkan nya.
Ayu pun keluar dengan jubah mandi nya yg bewarna ungu warna kesukaan nya. Sedangkan Al menggunakan jubah mandi yg bewarna hitam. Tapi terkadang Al menggunakan warna putih karena yg warna hitam basah.
__ADS_1
Al memiliki 4 jubah mandi. Tapi yg ia pakai hanyalah 2. Sedangkan 1 lagi di pake Ayu.
πΈπΈπΈ
6 minggu kemudian..
Malam nya..
"Sayang.. ini sudah 6 minggu loh." ucap Al.
"Lalu?" tanya Ayu pura-pura tidak tahu.
"Apa kamu lupa sayang??" ucap Al meletakkan kepala nya di bahu Ayu lalu mulai meninggalkan jejak merah kebiruan di leher Ayu.
"Enggak sih. Emangnya kamu mau sekarang honey?" tanya Ayu.
"Boleh, kalau di bolehin sama kamu sayang." jawab Al.
"Hm.. iya. Ya udah ayo!" ajak Ayu.
"Udah kok. Tadi pagi aku sudah tanya sama dokter dan sudah di cek." jawab Ayu.
"Beneran sayang?" tanya Al sekali lagi untuk memastikan.
"Iya honey.. kalau kamu tidak percaya coba saja tanya sama dokter Yana." jawab Ayu.
"Iya sayang.. aku percaya kok." ucap Al.
Al pun mulai membuka baju Ayu. Setelah ia membuka baju Ayu, ia pun mulai membuka baju nya sendiri.
Dan Al pun melihat bagian sayatan perut Ayu.
"Ini masih ada bekas nya loh sayang." ucap Al.
"Iya, tapi aku sudah menggunakan gel khusus yang bisa memudarkan nya. Itu juga tadi di anjurkan dokter." jawab Ayu.
Mereka pun sekarang sudah benar-benar dengan tubuh polos.
__ADS_1
Al pun memulai pemanasan nya.
Setelah pemanasan selesai, ia pun mulai meninggalkan jejak kemerahan di leher Ayu. Sudah banyak yg ia tinggalkan.
Hingga ia pun memulai kegiatan panas mereka.
Ia pun mulai memasukkan miliknya. Entah sudah berapa kali ia memasukkannya.
Hingga ia pun puas.
"Terima kasih sayang." ucap Al.
"Iya honey." jawab Ayu.
Mereka pun tidur dengan tubuh tanpa sehelai benang.
πΈπΈπΈ
Di sebuah rumah yg tampak nya sederhana. Di sini lah tempat seorang pria yg di tolak cinta nya oleh Ayu.
"Karena kamu yang menolak cinta ku. Maka.. jangan salahkan aku jika aku mengganggu keluarga kecil mu!!" ucap pria tersebut dengan senyum yg tidak bisa di artikan.
"Bos!" ucap anak buah nya.
"Ada apa?" tanya pria tersebut.
"Rencana kita gagal lagi bos!" jawab anak buah nya.
"Hm.. siapkan rencana berikutnya!!" ucap pria tersebut.
"Baik bos!" ucap anak buah nya lalu pergi.
"Rencana kali ini memang gagal. Tapi aku akan terus berusaha sampai rencana ku berhasil." ucap pria tersebut.
...~π©πππππππππ~...
Siapakah pria tersebut?? Apa kah pria tersebut ada kaitannya dengan dokter Inna?
__ADS_1