Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 70


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Beberapa jam kemudian..


Akhirnya dokter dan suster-suster pun keluar dari ruangan IGD.


"Bagaimana Varo kondisi istri aku?" tanya Al.


"Kondisi istri anda sudah baik-baik saja. Hanya saja ia perlu di rawat sampai besok untuk tindak lebih lanjut. Beruntung janin yang ada di perut nya selamat. Janin yang ada di perut istri kamu ada sekitar 6 sih. Itu pun kalau saya tidak salah hitung." ucap dokter Alvaro.


"6 janin?" gumam Al.


"Iya Tuan. Itu menurut saya setelah saya menghitung. Apalagi janin nya masih terlalu kecil. Nanti kalau mau lihat lebih lanjut langsung dari USG nya saja ya Tuan." ucap dokter Alvaro.


"Tapi dok.. kenapa saya juga ikut gejala ibu hamil?" tanya Al.


"Mungkin ada terkena penyakit syndrom simpatik." jawab dokter Alvaro.


"Syndrom simpatik itu apa? Dan bagaimana cara mengatasi nya dok?" tanya Fiona.


"Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.


Kehamilan simpatik biasanya dialami suami saat kehamilan istri berada di trimester pertama dan ketiga.


Gejala Kehamilan Simpatik


Sama halnya dengan istri yang sedang mengandung, suami yang mengalami kehamilan simpatik dapat merasakan beberapa gejala fisik, berupa:


Mual dan muntah


Sakit perut atau kram


Perut kembung dan nyeri ulu hati


Perubahan nafsu makan


Sakit punggung


Gangguan pernapasan


Iritasi pada saluran kencing


Selain itu, kehamilan simpatik juga dapat ditandai dengan beberapa gejala psikologis, seperti:


Perubahan suasana hati (moodswing)


Gangguan pola tidur atau susah tidur


Kecemasan


Turunnya gairah ****


Depresi


Cara Menghadapi Kehamilan Simpatik


Bumil dan suami tidak perlu cemas karena kehamilan simpatik bukanlah suatu penyakit maupun kelainan mental. Kondisi ini umumnya tidak serius dan hanya bersifat sementara.

__ADS_1


Kabar baiknya, kehamilan simpatik bisa dikendalikan atau diredakan dengan melakukan beberapa cara di bawah ini:


Atasi tekanan psikologis


Menjadi calon orang tua baru memang dapat membuat siapa saja menjadi stres dan emosional. Kondisi ini tidak hanya dialami Bumil, tapi juga suami. Saat stres inilah tubuh mengeluarkan zat kimia yang dapat mengakibatkan munculnya kehamilan simpatik.


Untuk mengurangi tekanan psikologis, Bumil dan suami dapat mengikuti kelas-kelas parenting, mengobrol dengan saudara dan teman yang sudah memiliki anak, dan berdiskusi dengan pasangan. Saling memahami dan merencanakan aktivitas setelah memiliki anak juga akan membantu memudahkan transisi Bumil dan pasangan menjadi orang tua.


Tingkatkan komunikasi suami istri


Kedekatan hubungan emosional antara Bumil dan suami memang dapat membuat suami ikut merasakan apa yang sedang Bumil rasakan. Maka dari itu, komunikasi antara Bumil dan suami sangat penting karena bisa menjadi kunci untuk saling menenangkan selama masa kehamilan.


Minta bantuan profesional


Beban pikiran berlebih pada pria dapat menurunkan kadar testosteron dan meningkatkan hormon stres kortisol. Dalam jangka panjang, kelebihan kortisol dapat meningkatkan prolaktin yang dapat menimbulkan gejala menyerupai kehamilan, seperti pembesaran payudara.


Pada beberapa kasus yang parah, pria dengan sindrom Couvede ini mungkin perlu mendapatkan pendampingan profesional, mengonsumsi obat-obatan, atau menjalani terapi psikologis." jelas dokter Alvaro dengan panjang lebar.


"Baik dok." ucap Al.


"Kalau tidak ada lagi yang ingin di tanyakan saya permisi dulu. Dan untuk istri anda sebentar lagi sadar." ucap dokter Alvaro lalu meninggalkan.


Ayu pun di pindahkan ke ruangan rawat.


"Nak, mama tidak menyangka kalau kamu hamil cucu mama enam." ucap Fiona.


"Ma, biarkan Al saja yang mengatakan nya, mungkin Ayu mau sadar." ucap Kenzo.


"Sayang.. sadarlah. Apa kamu tidak tahu? Kalau di dalam perut kamu ini ada anak kita. Dan kata dokter Alvaro, calon anak kita ada sekitar enam sayang." ucap Al.


Tiba-tiba saja jari tangan Ayu bergerak.


Pertama kali Ayu melihat Al saat ia sadar.


"Air." lirih Ayu.


Al pun memberikan air pada Ayu.


Al juga tak lupa memanggil dokter Alvaro.


"Baiklah, istri anda sudah sadar. Kemungkinan antara besok atau lusa baru boleh pulang. Saya permisi dulu." ucap dokter Alvaro.


"Ma, kita tinggalkan dulu mereka berdua. Mungkin mereka ingin membicarakan sesuatu." ucap Kenzo.


"Iya pa, Ratu, Azka, ayo keluar dulu!" ucap Fiona.


"Iya Fio." ucap Ratu dan Azka kompak.


Mereka berempat pun meninggalkan Ayu dan juga Al di ruangan.


"Honey.. kenapa aku bisa di rumah sakit? Bukan kah tadi aku habis muntah lalu.. hm." ucap Ayu.


"Setelah itu kamu pingsan sayang.. kamu tahu? Di perut kamu ini ada calon anak kita. Dan kata dokter Alvaro ada enam calon anak kita ini." ucap Al.


"Enam calon anak kita? Banyak sekali!" ucap Ayu.


"Iya dong.. kan yang buat juga aku!" ucap Al dengan sombongnya.

__ADS_1


"Hm." ucap Ayu.


Ayu masih mengingat perjuangan saat ia melahirkan dulu.


Flash back on.


Ayu tiba-tiba merasa sakit di perut nya. Karena masih dini, Ayu tak mau menganggu siapapun. Jadi Ayu memutuskan untuk ke rumah sakit sendirian.


Sebelum Ayu jalan, air ketuban nya tiba-tiba saja pecah.


Ayu yg melihat itu memutuskan untuk jalan cepat agar sampai di rumah sakit.


Beruntung jarak tempat tinggal Ayu dengan rumah sakit dekat. Jadi Ayu tidak perlu jauh-jauh.


Ayu juga tak lupa meninggalkan pesan untuk bibi kalau ia di rumah sakit.


Di rumah sakit..


"Sudah pembukaan berapa Ana?" tanya Ayu sambil menahan rasa sakit nya.


"Sudah lima. Kita harus menunggu hingga pembukaan sepuluh Yu." ucap dokter Ana.


"Hm." ucap Ayu.


Beberapa jam kemudian..


Akhirnya sudah pembukaan sepuluh.


"Ayo Yu kita mulai ya. Aku hitung 123." ucap Dokter Ana sambil mengengam tangan Ayu.


Jadi yg membantu Ayu melahirkan adalah suster lain dan juga dokter lain.


Dokter Ana kasihan melihat Ayu harus melahirkan sendirian. Dokter Ana berniat memberi kekuatan pada Ayu.


"Semangat bu.. ayo bu teruskan." ucap dokter.


"Ayo Yu. Teruskan." ucap dokter Ana.


Hingga akhirnya keluarlah bayi pertama laki-laki.


"Selamat bu, bayi pertama laki-laki." ucap dokter lalu memberikan pada suster untuk di bersihkan.


Ayu pun terus berusaha hingga keluarlah bayi kedua perempuan.


"Selamat bu, bayi kedua perempuan." ucap dokter memberikan bayi pada suster untuk dibersihkan.


Ayu tetap berusaha hingga keluarlah bayi ketiga. Perempuan juga.


"Selamat Yu, bayi ketiga tetap perempuan." ucap Dokter Ana.


Ayu yg mendengar ucapan dokter Ana hanya mengangguk.


"Bayi ke empat perempuan." ucap dokter.


"Dan bayi terakhir.. Laki-laki." ucap dokter.


Flash back off.

__ADS_1


"Sayang.. kamu lagi memikirkan apa?" tanya Al.


__ADS_2