Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 32 : HARI VALENTINE |3| {~S3~}


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


⚘⚘⚘


Sementara di Alberta.


Alberta tengah membereskan barang-barang yg perlu dibawa. Misalnya : botol minum, buku catatan dan juga handphone nya. Lalu, dompet dan juga tas nya.


Setelah memastikan tidak ada yg tertinggal lagi, Alberta pun keluar dari ruangannya dan berniat ke parkiran untuk pulang.


Namun, saat ia ingin pulang ia malah ditarik seseorang. Alberta yg menyadari itu pun berniat menendang kakinya, namun saat Alberta melihat wajahnya, Alberta langsung menghentikan aksinya.


“Kak Naufal??” ucap Alberta terkejut.


“Tumben kak Naufal ke sini?” tanya Alberta kepada Naufal.


“Emang gak boleh?” tanya balik Naufal. Bukannya menjawab pertanyaan Alberta adik bungsunya, Naufal malah balik bertanya kepada Alberta.


“Boleh sih..” jawab Alberta.


“Kakak ke sini buat apa?” tanya Alberta kepada Naufal.


“Buat cari pacar kakak.” jawab Naufal dengan wajah yg dibuat serius membuat Alberta berpikir.


“Pacar?” ucap Alberta bingung lalu mulai berpikir.


“Iya. Tadi pacar kakak kabur gara-gara harimau di tengah jalan.” jawab Naufal.


“Masa pacar kakak kabur gitu aja sih?” sahut Alberta.


“Iya. Pacar kakak takut jadi kabur. Kakak lagi nyari nih.” ucap Naufal menahan tawanya.


“Ah... yang benar aja, Kak!” ucap Alberta kesal ketika merasa jika Kak Naufal mengerjai nya. Alberta tahu itu karena Alberta melihat wajah Naufal dengan serius. Melihat wajah Naufal yg merah membuat Alberta yakin jika Naufal sedang berbohong dan kini sedang menahan tawanya.


“Kakak cuma bercanda doang.” ucap Naufal lalu tertawa.


“Ah.. kakak gak asik.” ucap Alberta kesal.


Naufal dan Alberta pun saling berbincang. Bahkan sekali-kali, mereka tertawa membuat orang iri melihatnya.


⚘⚘⚘


Sementara di sisi lain.


Terlihat seseorang yg sedang mengepalkan tangannya kesal. Bagaimana tidak? Melihat wanita yg ia cintai, sedang tertawa bersama pria lain.


Dia adalah Alberto. Alberto baru saja membeli buket bunga dan cincin.


“Siapa pria itu?” ucap Alberto kesal. Bagaimana tidak? Pria itu dengan mudahnya membuat Alberta tertawa puas seperti itu. Sedangkan dirinya sendiri tidak bisa.


Alberto pun menggulung lengan kemejanya yg panjang.


Alberto pun melangkah mendekati mereka dengan murka.

__ADS_1


“Alberta....” panggil Alberto kepada Alberta. Alberta yg merasa jika namanya di panggil oleh seseorang yg suaranya tidak asing di telinganya pun menoleh ke orang tersebut. Ternyata dia adalah Alberto.


“Tuan Alberto?” sahut Alberta terkejut.


Naufal yg tadi sedang berbincang dengan Alberta pun penasaran dengan sosok pria di depannya ini. Tadi Alberta adik bungsunya memanggilnya dengan 'Tuan Alberto'. Sepertinya nama pria ini adalah Alberto.


“Kamu sedang sama siapa, Sayang?” tanya Alberto kepada Alberta lalu merangkul lengan Alberta seakan-akan memberi peringatan kepada Naufal jika Alberta adalah miliknya.


“Sayang? Katakan kepada kak, Alberta.. dia siapa?” tanya Naufal kepada Alberta.


Mendengar kata 'kak' dari mulut Naufal membuat Alberto terkejut.


“Em... dia kakakku.” jawab Alberta gugup.


“A.. apa??” ucap Alberto terkejut. Lalu, Alberto pun melihat wajah Alberta dan juga Naufal. Wajah mereka sangat mirip. Alberto pun menggerutu di dalam hatinya.


“Hampir saja aku menghajar kakaknya. Mungkin jika aku menghajarnya, aku tidak akan mendapat restu dari kakaknya.” batin Alberto.


“Tuan Alberto di sini ngapain?” tanya Naufal.


“Em......” ucap Alberto bingung.


“Alberta.” panggil Alberto kepada Alberta.


Alberta pun menatap wajah Alberto.


Alberto pun bersimpuh kepada Alberta.


“Apa dia gay?” batin Naufal.


Tiba-tiba orang yg tidak dikenal dan tidak diundang dalam acara yg tidak ada tamunya sama sekali datang.


“Apa kamu gay??!!” ucap orang tersebut.


Alberto yg merasa jika ia disebut gay pun hampir marah.


Alberto pun berdiri.


“Maaf. Saya bukan gay.” ucap Alberto.


“Tapi sepertinya anda ingin melamar kepada pasangan itu? Jangan lakukan itu, Tuan.. Ikhlaskan saja ia.” jawab orang tersebut.


“Astaga. Maaf bang, saya dan kakak saya itu bersaudara. Kakak adik. Bukan pasangan.” ucap Alberta.


“Apa? Kalau begitu, saya minta maaf. Saya permisi dulu.” ucapnya lalu pergi seakan-akan ia malu dengan ucapannya tadi.


Alberto pun kesal dengan orang tersebut.


Alberto pun melakukan hal yg sama seperti tadi.


“Maukah kamu, Alberta?” tanya Alberto kepada Alberta dengan buket bunga dan kotak cincin di tangan Alberto. Ditunjukkan dan diperlihatkan kepada Alberta.


“Em.. saya ..” ucap Alberta gugup. Jantung nya berdetak cepat sekarang.

__ADS_1


“Berta, nanti kalau udah kabarin kak ya. Kak mau duduk dulu. Sekalian biar enggak jadi nyamuk.” ucap Naufal kepada Alberta adik bungsunya lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Alberta.


“Katakan saja.” pinta Alberto kepada Alberta.


“Saya mau.” jawab Alberta dengan malu-malu.


“A.. apa?” ucap Alberto.


“Berta mau.” jawab Alberta ulang.


Alberto yg begitu senang pun langsung memasangkan cincin di jari manis Alberta. Tidak lupa dengan buket bunganya, Alberto berikan kepada Alberta. Alberta pun menerima nya dengan senang hati.


Mereka pun berpelukan seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua saja. Dan tanpa disadari, seseorang melihat mereka dari jauh.


Siapa lagi jika bukan si Naufal? Dia menjadi nyamuk dari kejauhan. Dan sangat kebetulan, di tempat duduk Naufal ada banyak nyamuk. Sangat disayangkan, karena Naufal lupa membawa minyak kayu putih agar si nyamuk pergi.


Seolah-olah si Naufal adalah ketua atau atasan dari para pasukan nyamuk. Dan pasukan nyamuk adalah anak buah Naufal atau bawahan Naufal.


Naufal yg sedang duduk santai pun dihampiri oleh seorang wanita cantik. Siapa dia?


“Hai... bolehkah saya duduk disini?” tanya wanita tersebut dengan sopan. Dia bernama Dina.


“Hai juga. Boleh kok, silahkan. Kursi ini juga bukan punya saya.” sahut Naufal.


Naufal sedikit terpukau dengan pesona cantik wanita ini. Hatinya langsung cinta kepada wanita ini. Entah hanya sekedar rasa kagum atau memang cinta.


Sedangkan wanita itu juga sama. Entah mengapa ia tiba-tiba ingin duduk di samping pria itu. Padahal Dina tidak suka jika ia sedang duduk dihampiri pria. Jika wanita, Dina akan memperbolehkan nya.


Suasana di antara mereka berdua menjadi canggung tanpa ada topik pembicaraan. Dan tanpa ada satupun di antara mereka yg berniat untuk mengajak berbicara.


Benar-benar sangat sunyi.


Beberapa menit kemudian.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


Hai..


Maaf ya, up nya malam.


Author sibuk di novel baru, hehe.


Novelnya akan dipublish besok tanggal 1 April 2022, di jam 1 dini ya.


Judulnya 'Identitas Diva Yang Tersembunyi'


Novel tersebut ikut lomba kategori wanita - wanita mandiri.


Jadi, maaf ya.


Jangan lupa dukungan nya ya.


Thank's All.

__ADS_1


__ADS_2