
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
πΈπΈπΈ
Di perusahaan Alexander..
"Huftt... untung sebelum jam 10 sudah sampai..!! Oh ya,, mumpung masih jam kosong.. aku mau segera mencari dulu ah yang sudah merenggut kesucian ku!!" gumam Joliana dalam hati.
"Hahhh Apaaa?? Bos aku sendiri yang merenggut nya?? Dan dalam keadaan mabuk?? Seperti nya ini ada yang ingin menjebak Bos aku!" ucap Joliana.
"Hah! Jadi yang ingin menjebak bos aku itu adalah Vel.." tambah Joliana terpotong.
"Kamu sudah di sini 2 menit yang lalu bukan?" tanya Al tiba-tiba masuk.
"Hmm.. iya.. lalu?" ucap Joliana.
"Apa kamu ke sini menggunakan kecepatan penuh lagi?" tanya Al.
"Ya.." jawab Joliana singkat.
"Astaga.. kenapa kamu hari ini jadi suka bikin kecepatan penuh?" tanya Al.
"Gak tahu.." ucap Joliana singkat.
"Loh? Kenapa tidak tahu?" tanya Al.
"Tidak tahu.." jawab Joliana.
"Hmm.. ya sudah.. nanti meeting jam berapa?" ucap Al.
"Jam 10.10 di sini.. apaaa?? 2 menit lagi!!" jawab Joliana.
"Ya sudah.. aku ke bawah dulu.. ku pastikan sebelum aku turun, kamu sudah siapkan semua nya.." ucap Al.
"Ok bos!" ucap Joliana lalu dengan cepat ia menyiapkan berkas penting dan di letakkan nya di ruangan khusus meeting lalu dengan cepat ia langsung melompat dari lantai atas hingga ke lantai dasar.
Sedangkan Al menggunakan lift.
Saat Joliana sampai di lantai dasar, Orang-orang di buat bingung. Aneh sekali bukan? Biasanya orang yg melompat dari lantai atas hingga ke bawah bukan kah itu di sebut bunuh diri? Lalu, kenapa ia lompat tadi? Itu lah pertanyaan yg ada di pikiran mereka masing-masing.
"Selamat datang Tuan, maaf membuat Anda menunggu, silahkan masuk.." ucap Joliana ramah.
"Iya, Terima kasih.. sebelum nya Tuan Al di mana? Dan Tuan Eko di mana?" tanya orang tersebut.
"Tuan Al sedang turun menggunakan lift. Sedangkan Tuan Eko masih di atas! Ayo ikut saya ke ruangan khusus meeting!" jawab Joliana.
"Iya baiklah.. kamu siapa nya Tuan Al?" tanya nya lagi.
"Saya sekretaris Tuan Al!" ucap Joliana.
"Nama nya?" ucap nya lagi.
"Joliana.. ayo ikut saya masuk!" ucap Joliana.
Mereka pun masuk ke dalam perusahaan. Saat mereka ingin masuk ke dalam lift, Tiba-tiba saja Al sudah turun menggunakan lift.
"Maaf membuat Anda menunggu, Tuan.." ucap Al.
"Tidak apa-apa.. saya tadi sudah di sambut sekretaris kamu.." ucap nya.
__ADS_1
"Joliana?" gumam Al.
Mereka pun masuk ke dalam lift lagi dan setelah sampai di lantai atas, Mereka pun meeting.
πΈπΈπΈ
Di kantor polisi tempat Velly, ayah dan, ibu nya ditahan.
"Pak polisi! Saya tidak ada salah apapun!" ucap Velly.
"Lalu? Ini apa!" ucap polisi tersebut.
"Ini bohong pak.. bisa saja bukan ini di edit!" jawab Velly.
"Tetapi ini tidak di edit!" ucap pak polisi.
"Ah sial! Gimana sih cara nya untuk meracuni pikiran pak polisi ini! Biar bisa di bebaskan!" gumam Velly.
"Tapi pak.. kan ada juga yang edit nya tampak nya clear banget.. eh tahu tahu nya di edit.." ucap Velly lagi.
Karena polisi itu tidak mau meladeni Velly, ia pun meninggalkan Velly di tahanan sementara.
Dan ia pun menelepon nona muda nya. Yaitu Apriliana Ayu Putri Stanly.
Tutt... tutt...
"Halo? Selamat pagi.. apa ada yang bisa di bantu pak?" ~Ayu.
"Halo non, selamat pagi juga, ini nona Velly tidak mau mengakui kesalahan nya nona.." ~Kepala polisi.
"Ok baiklah.. nanti setelah saya pulang kerja akan saya ke sana.. Terima kasih pak..." ~Ayu.
"Terima kasih kembali nona.." ~Kepala Polisi.
πΈπΈπΈ
Di perusahaan Alexander...
Meeting tadi pun sudah selesai.
Di dalam ruangan Al.
"Maaf Pak.. apa di sini saya bisa mengganti identitas saya pak?" tanya Joliana dengan hati-hati.
"Boleh.. apa yang ingin di ganti?" jawab Al.
"Nama saya di ubah menjadi Apriliana Ayu Putri Stanly.. dan alamat saya di ubah juga jadi di mansion utama Stanly.." ucap Joliana.
"Baiklah.." ucap Al.
"Apa sudah pak?" tanya Joliana.
"Sudah.. ini kartu nama kamu yang baru.." ucap Al sambil memberikan kartu nama.
"Terima kasih pak.. saya permisi dulu.." ucap Joliana.
"Ya.." ucap Al singkat.
Joliana pun keluar dari ruangan Al.
__ADS_1
"Balas dendam ku pada keluarga Pratama mungkin belum selesai, karena anak anak aku masih belum terlalu pandai dalam ilmu bela diri.." gumam Joliana.
"Ahh.. nanti setelah 3 bulan lagi kan ultah anak anak.. jadi ku buka saja segel nya sekalian! Nahh ide bagus!!" gumam Joliana.
πΈπΈπΈ
Di mansion utama keluarga Stanly...
"Sayang... ada apa?" tanya Ratu pada Azka.
"Kamu ingat kan tadi sayang.. di konferensi pers tadi itu.." jawab Azka.
"Yang tentang Miss A ya?" tanya Ratu.
"Iya sayang.." jawab Azka.
"Terus apa hubungan nya dengan kita sayang?" tanya Ratu.
"Miss A berarti dia perempuan tapi inisial nama depan nya A.. aku ngerasa ini pasti ada hubungan nya dengan anak-anak kita.. tapi setelah aku tanya dengan Novi dan Anna.. katanya tidak.." ucap Azka.
"Hmm..." ucap Ratu.
"Jadi ya menurut ku mungkin ini ada kaitan nya dengan Ayu.." ucap Azka.
"Ayu? Hmm.." ucap Ratu sambil memikirkan nya.
"Jadi setelah Ayu pulang.. aku nanti mau nanya.." ucap Azka.
"Ohh ok sayang.." ucap Ratu.
πΈπΈπΈ
Di kantor perusahaan Alexander Group...
"Hmm.. nanti kalau aku sampai di rumah.. apa aku harus jujur?" gumam Joliana.
"Hmm... sepertinya sudah saat nya terbuka.." ucap Joliana pelan.
Di ruangan Al..
Tutt... tutttt...
"Halo pa?" ~Al.
"Halo Al? Nanti kalau pulang dari kantor, kamu ke mansion utama ayah ya.." ~Papa Kenzo ( Papa nya Al ).
"Mau buat apa lagi pa? Jangan cari-kan Al wanita pa.. Al masih belum memikirkan itu pa.." ~Al.
"Baiklah.. papa akan beri kamu waktu 3 bulan lagi.. papa tidak mau tahu kamu sudah punya pacar! Kalau belum, papa akan menjodohkan kamu dengan anak sahabat papa!" ~Papa Kenzo.
"Baiklah pa.. Al akan berusaha semaksimal mungkin pa.." ~Al.
"Ok lah nak.. papa mau nanti kamu ke mansion utama papa.. papa mau kamu nginap malam ini saja.. pleasee.." ~Papa Kenzo.
"Baik lah pa.. Al akan nginap di sana malam ini.." ~Al.
"Ok.. papa matikan telepon nya dulu.." ~Papa Kenzo.
"Ok pa.." ~Al.
__ADS_1
Tutt... tutt...
...~π©πππππππππ~...