
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
πΈπΈπΈ
Tidak terasa sekarang kandungan Ayu sudah 10 bulan.
"Sayang.. kamu tidak perlu membangunkan si kembar. Kan aku bisa bangunin mereka." ucap Al.
"Enggak usah honey.. aku bisa kok." bantah Ayu.
"Tapi." ucap Al terpotong karena Ayu memotong ucapan nya.
"Gak pa-pa kok honey.. aku bisa hati-hati." ucap Ayu memotong ucapan Al.
Ayu pun terus menyakinkan Al hingga akhirnya Al pun menyetujuinya.
Di prediksi Ayu minggu depan melahirkan.
Ayu pun menaiki tangga untuk ke kamar si kembar.
Memang kamar si kembar masih di atas. Sedangkan kamar Ayu dan Al di bawah.
Setelah membangunkan si kembar, mereka pun turun.
Ayu pun turun hingga ia tidak menyadari kalau ia salah menginjak tangga.
Ayu turun di belakang si kembar. Jadi si kembar di depan.
Apalagi saat turun, Ayu lupa untuk memegang pegangan yg ada di tangga. Biasanya kalau di rumah-rumah ada.
Ayu pun terjatuh.
Bruk!
Darah pun mulai mengalir.
Beruntung si kembar sudah selesai turun tangga.
"Mama??" pekik si kembar.
"Ada apa nak?" tanya Al.
"Itu mama jatuh dari tangga pa." jawab si kembar.
"Apaaa??" seru Al.
"Nak, kalian nanti di antar ke rumah sakit sama bi Vania saja ya. Untung hari ini libur sekolah kalian." ucap Al sambil mengendong Ayu.
__ADS_1
"Iya pa, papa hati-hati di jalan ya!!" pekik si kembar.
"Iya nak." jawab Al.
Al pun membawa Ayu ke dalam mobil dan ia pun ke rumah sakit.
Di perjalanan, ia menelepon dokter Yana.
Dokter Yana memang juga dokter kandungan dan ia juga biasanya membantu ibu-ibu persalinan.
"Sayang.. kamu bertahanlah!" seru Al.
"Iya honey!" jawab Ayu.
Ayu tidak berani melihat ke bawah nya, karena ada darah. Ayu phobia darah.
Setelah beberapa menit, Al pun sampai di rumah sakit. Al mengendong Ayu masuk.
Untung dokter Yana tepat waktu.
Ayu pun di letakkan di ranjang pasien lalu di dorong ke ruangan IGD.
Al juga menghubungi orang tua nya dan juga Ayu.
Setelah beberapa menit, dokter Yana pun keluar dari ruangan IGD.
"Apa tidak bisa melahirkan normal dok?" tanya Al.
"Tidak bisa, itu bisa membahayakan nyawa nona atau calon bayi nya nanti." jawab dokter Yana.
"Baiklah dok. Lakukan yang terbaik." lirih Al.
"Tentu Tuan. Jika Tuan ingin menemani nona Ayu juga bisa." ucap dokter Yana.
"Saya akan menemani nya dok!" ucap Al.
"Baik Tuan. Silahkan masuk ke dalam ruangan nya." ucap dokter Yana.
πΈπΈπΈ
Al pun menemani Ayu di ruangan nya.
Al pun terus memberi semangat pada Ayu.
Hingga..
"Selamat Tuan, nona, bayi pertama nya perempuan." ucap dokter Yana.
__ADS_1
Bayi pun di berikan suster untuk di bersihkan.
"Bayi kedua laki-laki." ucap dokter Yana.
"Bayi ketiga laki-laki juga." ucap dokter Yana.
"Bayi keempat laki-laki juga nih." ucap dokter Yana.
"Bayi kelima laki-laki juga." ucap dokter Yana.
"Bayi keenam perempuan." ucap dokter Yana.
"Bayi ketujuh perempuan." ucap dokter Yana.
"Dok, kok 7 bayi?? Di USG kemaren katanya 6 bayi." protes Al.
"Maaf, saya kurang tahu kalau soal itu. Mungkin ini suatu keajaiban." ucap dokter Yana.
"Bayi ke delapan perempuan." ucap dokter Yana.
"8 bayi??" ucap Al.
"Iya Tuan, ini sisa 1 lagi." jawab dokter Yana.
"Bayi ke sembilan perempuan." ucap dokter Yana.
"Sembilan bayi??" ucap Al.
"Iya Tuan." ucap dokter Yana.
Bayi pun di bersihkan.
Setelah selesai, Ayu pun di pindahkan ke ruangan VVIP atas permintaan Al.
...~π©πππππππππ~...
Maaf, author kurang tahu kalau soal proses operasi caesar.
Dan jadi total semua anak Ayu dan juga Al adalah 14 anak.
Readers : Wah banyak banget thor.
Author : Hehe, iya ini cuma halu. Tapi kalau beneran ada ya berarti beruntung dong.
Jangan lupa like-nya yaa.
Sekali lagi maaf dan Terima kasih.
__ADS_1