Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 56


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Keesokkan hari nya..


Ayu terbangun karena merasa ada sentuhan di wajah nya dan ia melihat siapa kah yg memegang wajah nya?


"Honey!" ucap Ayu lirih.


"Kamu sudah bangun bee.???" tanya Al.


"Sudah dong! Asik banget ya nyentuhin wajah aku!" sindir Ayu..


"Hihihihi.." tertawa Al cekikikan.


"Bee.. wajah kamu masih pucat.. apa perlu aku pangilkan dokter untuk mu??" tanya Al.


"Dokter? Tidak.. tidak perlu!" ucap Ayu.


"Tapi.. wajah kamu sudah pucat sekali bee.. bahkan lebih pucat dari kemaren.." ucap Al.


"Hmm.. tapi.. ini tidak ada berkaitan nya dengan dokter.." jawab Ayu.


Tok tok tok...


"Mama kira kalian berdua masih tidur rupanya sudah bangun.." ucap Ratu sambil mengambil 2 mangkok. 1 mangkok berisi bubur untuk Ayu sedangkan 1 lagi mangkok yg berisi nasi untuk Al.


Ratu menggunakan mangkok untuk Al karena sudah tidak ada piring lagi.


"Ini nak.. sebelum makan.. kamu gosok gigi dulu ya di kamar mandi!" ucap Ratu pada Ayu.


"Oke maa!!" ucap Ayu.


Ketika Ayu hendak turun dari kasur nya, Al langsung mengendong nya ke dalam kamar mandi. Ratu yg melihat itu hanya menggelengkan kepala nya.


"Honey.. turun kan aku.." ucap Ayu lirih.


"Tapi kan kondisi kamu masih begini.. aku takut kamu tidak bisa berjalan!" ucap Al dengan nada khawatir.


"Iya.. tapi kan gak sampe tidak bisa jalan juga honey.." ucap Ayu.


"Hmm.." ucap Al sambil menurunkan Ayu dari gendongan nya saat sampai di kamar mandi.


Ayu pun mengambil odol serta sikat gigi untuk menggosok gigi nya.


Setelah menggosok gigi nya, Ayu pun kumur-kumur.


Dan setelah selesai, mereka berdua pun kembali.


Kali ini Al tidak mengendong Ayu lagi.


"Ini nak bubur kamu.. makan pelan-pelan ya nak.." ucap Ratu.


"I-Iya maa.." ucap Ayu.


Dengan pelan Ayu pun memasukkan suapan pertama ke dalam mulut nya.


Ratu pun langsung meninggalkan ruangan karena nanti takut nya mereka berbuat mesum di depan nya.


Al yg merasa gemas dengan tingkah Ayu langsung merebut sendok Ayu.


"Honey.. sendok nya kasih ke aku!!" protes Ayu.


"Gak usah.. aku suapin saja ya.. kamu masih lemah.." ucap Al.


Dengan terpaksa Ayu pun menerima suapan dari Al hingga mangkok bubur nya habis.


Al yg melihat itu pun tersenyum.


"Sudah.." ucap Ayu.


Al pun menyuapi sendok nya ke mulut nya sendiri.

__ADS_1


Tadi kan Ayu yg makan, sekarang Al yg makan.


Al dan Ayu tidak menyadari kalau Fiona dan Kenzo tengah mengintip mereka.


Fiona dan Kenzo bisa mengintip dari pintu nya yg terbuka sedikit.


Seperti nya tadi saat Ratu keluar, pintu yg di tutup nya tidak rapat. Oleh karena itu lah Fiona dan Kenzo bisa mengintip.


"Sudah ya.. aku keluar dulu ini bawain mangkok nya.. kamu istirahat dulu ya bee.." ucap Al.


"Iya honey!" ucap Ayu.


"Humm.. sebenarnya ini gimana sih biar sembuh! Kasihan honey nahan terus.." gumam Ayu dalam hati.


Al pun keluar dari kamar hotel sambil membawa 2 mangkok kosong.


Beruntung sebelum Al keluar, Fiona dan Kenzo sudah ke kamar nya lagi. Jadi Al tidak tahu siapa yg mengintip atau apa kah ada yg mengintip.


"Hmmm.. apa di tas aku ada vitamin kali ya??" gumam Ayu dalam hati lalu mencari tas nya dengan segera.


Ayu pun menemukan vitamin yg ada di tas nya.


"Nahh ini dia!!" ucap Ayu.


Ayu pun dengan cepat menelan pil πŸ’Š vitamin tersebut.


Setelah Ayu menelan pil tersebut, ia pun kembali ke kasur dan meminum air yg ada di samping kasur nya.


Setelah Ayu meminum air di gelas nya sampai habis, Al pun masuk ke dalam kamar.


"Bee, apa kamu mau pulang hari ini?" tanya Al.


"Terserah kamu honey.." jawab Ayu.


"Hmm.. apa kamu mau tinggal sementara di apartemen aku??" ucap Al.


"Terserah sih.. kan aku sudah menikah dengan kamu.. jadi di mana pun kami pergi, aku juga ikut dengan mu.." ucap Ayu.


"Bee? Kok kamu gak bales pelukan aku??" tanya Al.


"Ya habis nya kalau kamu peluk tanpa aba-aba.. ya jelas aku tidak tahu lah honey.." jawab Ayu.


"Ya sudah ini balas ya pelukan nya nanti.." ucap Al.


"Iya-iya.." ucap Ayu.


Al pun memeluk Ayu, dan Ayu pun memeluk balik Al.


Hal itu pun di lihat kedua orang tua Al dan juga Ayu.


"Ternyata perjodohan kita tidak salah ya.." ucap Kenzo lirih.


"Iya ken.. aku awal nya sih agak takut saja gitu ada apa-apa tapi.. aku tidak menyangka kalau mereka sudah ada yang menaruh hati.." ucap Azka.


"Aku jadi ke-ingat masa muda kita dulu.." ucap Ratu.


"Iya ya.. masa muda kita dulu jadi ter-ulang.." tambah Fiona.


Mereka pun terus berbincang hingga tidak menyadari kalau Al dan Ayu sudah di depan mereka ber-empat.


Al menatap tajam pada kedua orang tua nya.


Kenapa bisa-bisa nya mereka mengintip? Bagaimana bila tadi sedang adegan panas? Haduehh...


Sedangkan Ayu menenangkan Al agar emosi nya tidak menuncak meskipun emosi nya jadi ke Ayu.


Ayu menggengam tangan Al agar emosi nya tidak menuncak hingga pergelangan tangan Ayu yg memerah karena Al juga membalas menggengam.


Tapi Ayu tidak memedulikan hal itu, karena meskipun merah tetapi itu bisa kembali dengan semula lagi bukan? Tetapi bila hubungan anak dengan orang tua putus, apa itu bisa di kembalikan dengan semula? Tentu saja bisa.. hanya saja sangat sulit.


Ayu tidak mau bila itu terjadi.

__ADS_1


"Nak?" ucap Ratu terkejut.


"Apa??" ucap Fiona terkejut.


Mereka ber-empat pun sama-sama terkejut. Meskipun Azka dan Kenzo hanya memasang wajah datar nya, tetapi bila dari jantung nya. Jantung nya Azka dan Kenzo berdetak sangat kencang.


Apa mereka berdua sudah mendengarkan apa yg di katakan tadi??


Tentu saja..


"Nak, apa kalian sudah mau kembali??" tanya Kenzo masih dengan wajah datar seolah tidak bersalah.


"Sudah pa.." jawab Ayu.


"Oh ya sudah.. kita kembali ya.. kalian berdua gabung satu mobil, kalau kami ber-empat satu mobil yg berbeda Oke??" ucap Azka.


"Oke pa.." jawab Ayu.


Al pun mencakar tangan Ayu tiba tiba dan membuat Ayu meringis kesakitan.


"Awww.." ucap Ayu sambil menahan rasa sakit nya dan tidak melepaskan genggaman tangan nya..


"Kenapa nak??" tanya Kenzo.


"Tidak apa-apa pa.. kalau begitu Ayu dan Al pamit dulu ya paa.." ucap Ayu sambil menahan rasa sakit nya.


"Hmm.. oke.. hati-hati ya nak.." ucap mereka ber-empat.


"Oke pa, maa!!" ucap Ayu lalu menarik Al agar turun bersama.


Ayu pun menarik Al sambil membawa tas nya sendiri dan juga Al.


Saat sampai di lift, Ayu pun melepaskan genggaman nya dan langsung melihat pergelangan tangan nya.


"Astaga.. ternyata sampai berdarah.. apa ini kelihatan tadi??" gumam Ayu dalam hati.


🌸🌸🌸


Di kedua orang tua Al dan juga Ayu.


"Ken.. apa kamu tidak melihat kalau tangan Ayu berdarah??" tanya Fiona yg peka.


"Berdarah??" gumam Kenzo.


"Iya.. aku tadi melihat nya.. tangan Ayu menggengam tangan Al dan kalau tangan Al seperti nya mencakar tangan Ayu.. mungkin tadi Al sampai emosi.. tapi mungkin ia menahan nya sampai ia tidak sadar kalau ia mencakar tangan Ayu.. begitu sih kalau dari penglihatan aku.. emang kalian bertiga tidak melihat nya??" ucap Fiona.


"Tidak!" ucap mereka bertiga.


"Astaga! Ternyata kalian bertiga sangat tidak peka!" pekik Fiona membuat Ratu, Azka, serta Kenzo menutup kedua telinga nya rapat-rapat.


"Fionaaa!!!!" pekik Kenzo kali ini.


"Fiona... apa kamu lupa tempat sayang.." ucap Kenzo.


"Hihihihihi... aku lupa tadi.." ucap Fiona sambil tertawa cekikikan.


"Sudah sudah.. dari pada kita berdebat di sini.. mending kita beres-beres dulu terus pulang!" ucap Azka.


"Nah gitu sayang.." ucap Ratu.


Mereka ber-empat pun memberes kan baju-baju. Awal nya mereka pikir akan menginap di hotel ini sekitar 1 minggu. Ternyata 1 malam!!!


Agak ngeselin sih terkadang. Rencana nya seminggu, tapi malah jadi 1 malam!! Coba kalian bayangin nih kalian sudah siapin baju banyak-banyak yg cukup seminggu, tapi rupa nya hanya 1 malam!


Beratt itu pasti!! Dan ngeselin bangettt!!!


Author yg punya ide ini jadi geram sendiri haha..


🌸🌸🌸


Di lift..

__ADS_1


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2