Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 40 : BERKHIANAT?! {~S3~}


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Setelah selesai orang tersebut menjelaskan kepada Vernando, Vernando pun meminta orang tersebut untuk pergi dan kembali mengawasi Adrian atasannya.


Vernando pun pergi dari markas dan menuju ke suatu tempat.


⚘⚘⚘


Sementara di Naufal dan juga Dina...


Mereka berdua sedang memesan makanan sekarang.


“Dina. Kamu mau makan apa?” Tanya Naufal kepada Dina yg masih membaca buku menu makanan yg ada di restoran ini.


Ya, Dina dan juga Naufal makan di restoran setelah berkeliling cukup lama dan akhirnya mereka menemukan restoran.


“Hem...... sebentar.” Jawab Dina masih membaca buku menu makanan tersebut.


“Ya sudah, Din.. buruan.” Seru Naufal.


“Iya, Fal.” jawab Dina.


Setelah cukup lama Naufal menunggu Dina memilih makanan yg diinginkan Dina, Dina pun akhirnya menyebutkan makanan yg diinginkannya kepada Naufal. Naufal yg mendengar pesanan Dina pun langsung memberitahu kepada waitress tersebut.


Waitress adalah sebutan panggilan untuk pelayan di restoran yg bekerja melayani makan dan minum tamu restoran secara profesional.


Sedangkan untuk sebutan panggilan untuk laki-laki adalah Waiter.


Pekerjaan waitress dan juga waiter sama, hanya saja berbeda panggilan untuk kepada siapa.


Waitress tersebut pun paham dan mulai mencatat satu per satu makanan yg disebut Naufal.


“Baiklah, Apa ada lagi?” tanya waitress tersebut dengan sopan kepada Naufal dan juga Dina.


“Tidak ada, mbak.” jawab Naufal.


“Tambah teh hangat satu.” jawab Dina.


“Baik. Teh o ya berarti.” seru waitress tersebut yg mendapatkan balasan anggukkan kepala dari Dina.


“Ada lagi?” tanyanya kembali.


“Tidak, mbak.“ jawab Dina dan juga Naufal secara kompak.


“Baiklah. Kalau begitu, untuk pesanan makanan nya dan juga minumannya silahkan ditunggu ya. Terima kasih.” ucap waitress tersebut dengan sopan dan juga ramah lalu pergi menuju ke suatu tempat. Sepertinya ruangan yg dituju waitress tersebut adalah dapur restoran.


“Iya, mbak.” jawab Dina dan juga Naufal sebelum waitress tersebut pergi.


Tidak lama kemudian, waiter datang dengan membawa minuman pesanan Dina dan juga Naufal.


Setelah selesai melakukan tugasnya, waiter tersebut pun pergi.


Mereka pun berbincang sambil menunggu makanan mereka diantar.


“Naufal.. kita jadi berhubungan, 'kan?” tanya Dina kepada Naufal.


“Iya, Din.” sahut Naufal.

__ADS_1


“Apa kamu yakin ingin menjalani sebuah hubungan denganku tanpa didasari sebuah cinta terlebih dahulu?” tanya Dina kepada Naufal sambil menatap serius wajah Naufal.


“Iya. Mungkin dari awal memang tidak didasari sebuah cinta, tapi kelamaan pasti cinta tersebut akan tumbuh sendirinya.” jawab Naufal.


“Baiklah. Aku harap, kamu sama sekali tidak terpaksa ataupun diancam seseorang untuk menjalani sebuah hubungan seperti pacaran denganku.” terang Dina.


“Iya.” sahut Naufal.


Tidak lama kemudian, waiter kembali datang mengantar pesanan makanan mereka.


Dina dan juga Naufal pun makan makanan mereka. Setelah selesai, mereka pun saling berbincang sambil meminum minuman yg mereka pesan.


⚘⚘⚘


Sementara di Dira dan juga Nico.


Setelah usai mengantarkan Dira ke perusahaan yg sementara posisi direktur utama nya, Nico pun menyusul Dira masuk ke dalam perusahaan.


Dira masuk ke ruangan manager karena ia adalah seorang manager di perusahaan ini. Sedangkan Nico adalah pengganti direktur utama di perusahaan ini, jadi Nico masuk ke ruangan yg biasanya dimasuki oleh Nicholas.


Karena anak perempuan Nicholas satu-satunya sangat sensitif dengan keadaan apapun membuat Nicholas meminta Nico yg saat itu pengangguran untuk menggantikan posisi direktur utama nya di perusahaan.


Nico pun menerimanya karena diberi reward yg begitu besar.


Dan hari ini, baru saja Nico mendapatkan kabar dari Nicholas jika Bella istrinya yg artinya kakak iparnya hamil dua minggu.


Nico kaget.


Dan setelah membaca pesan dari sang kakak, ia mendapatkan pesan lagi dari kakaknya Alana.


Alana memberitahu Nico jika dia hamil tiga minggu. Nico langsung terkejut.


Dan tertinggal dua pesan lagi yg belum dibaca oleh Nico. Nico pun membuka pesan dari kakaknya yg bernama Alena.


Dan kini ia merasa terkejut kembali karena kakaknya Alena hamil empat minggu.


Lalu, pesan terakhir dari kakaknya Nathan. Kakaknya Nathan memberitahu dirinya jika istrinya yg berarti kakak ipar bagi Nico hamil dua minggu sama seperti istri Kak Nicholas yg bernama Bella.


Nico pun hanya menggelengkan kepala dengan tingkah lucu sang kakak yg ternyata selama ini kakak-kakak iparnya bertaruh, istri siapa yg akan hamil duluan akan mendapatkan hadiah. Nico sendiri pun tahu dari kakaknya Alana.


Nico pun hanya menyampaikan pesan selamat kepada kakaknya dan kakak iparnya.


Setelah itu, Nico melanjutkan kembali pekerjaan kakaknya yg sudah menumpuk seperti bukit. Ternyata benar apa kata pepatah, "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit".


Ya, Kakaknya Nicholas sudah lama tidak mengerjakan semua pekerjaan nya. Dan satu per satu berkas menumpuk. Hal ini membuat Nico mempercayai perkataan pepatah zaman dahulu.


Nico tidak mau lagi untuk tidak mempercayai perkataan pepatah zaman dahulu, karena dirinya malah mendapat balasan nya. Yaitu, mengerjakan berkas yg begitu banyak dimeja. Belum lagi nanti meeting.


Nico pun akhirnya sadar, selama ini kakaknya bekerja tidak mudah. Dulu ia pikir, jika menjadi seorang direktur utama di suatu perusahaan maka tidak perlu lagi mengerjakan apapun, hanya duduk santai saja.


⚘⚘⚘


Sementara di Vernando.


Vernando pergi bertemu dengan Dino dan juga Raya.


“Dino. Kamu harus hati-hati nanti, karena si bre * ng * sek itu mencari kamu ke mana-mana.” peringat Vernando kepada Dino.

__ADS_1


“Ya. Aku tahu.” sahut Dino.


“Lalu, apa lagi yang harus kita rencanakan untuk menghabisi si bre * ng * sek tersebut?” tanya Raya dengan serius kepada Dino sepupu tirinya dan juga Vernando anak buah kepercayaan Adrian.


“Bagaimana jika besok kau memberinya minuman beracun?” sahut Dino.


“Aishh.. bagaimana jika nanti ketahuan? Bukankah kamu tahu jika dia tahu aroma racun sama yang tidak.” tolak Raya.


“Yap! Benar itu, Dino.” sahut Vernando.


Sebenarnya, Dino dan juga Raya memang berada di luar negeri hanya saja negara tersebut adalah negara terpencil. Negara tersebut bernama Negara X.


Tidak banyak orang tahu tentang negara tersebut. Hanya beberapa orang penting saja.


“Lalu, kita harus bagaimana untuk menyenyapkan dia?” tanya Dino kepada Raya dan juga Vernando.


“Bagaimana jika kita membakar markas nya?” usul Raya.


“Sepertinya ide bagus. Lalu, kita akan membakar markas dibagian dekat dengan ruangan dia.” terang Dino.


“Rencana kalian berdua sangat bagus. Lalu, bagaimana dengan tugas-tugas kita masing-masing untuk menjalankan misi ini?” tanya Vernando kepada Raya dan juga Dino.


“Kau nanti berbincang dengan dia di ruangannya. Lalu, kau pura-pura takut dengan kebakaran dan pergi mencari bantuan. Dan pastikan kau meninggalkan dia di ruangannya sendiri. Jadi, pada saat kau pergi mencari bantuan, kau jangan pergi mencari bantuan melainkan kau kabur. Tidak perlu membawa satu pun anak buah nya. Biarkan saja mereka ikut kebakar.” jelas Raya.


“Ya.. ide kamu sangat bagus. Dan saking bagusnya, aku tidak percaya jika kau yang mengambil satu per satu senjata di markas persenjataan miliknya.” seru Dino sembari tertawa mengingat kejadian saat itu.


“Haha.. kau benar!” sahut Vernando.


Ya, pada saat Dino pergi bertemu dengan Raya. Wajah Dino saat itu terlihat kusut, Raya yg mengetahui masalah yg dihadapi Dino pun menjelaskan secara rinci kepada Dino.


Dan mereka bertiga dendam kepada si Adrian karena si Adrian lah yg membunuh keluarga mereka. Ya, tanpa disadari oleh Adrian sendiri jika Vernando, Raya, dan juga Dino adalah adik kakak.


Selama ini, mereka menyembunyikan jati diri mereka yg sebenarnya dengan baik.


Tidak hanya karena Adrian membunuh keluarganya, mereka bertiga tidak menyukai Adrian dan sangat membencinya karena suka menjual organ tubuh manusia.


Dan menjualnya secara ilegal. Hal tersebut melanggar peraturan negara.


Mereka pun berniat menghabisi Adrian agar tidak lagi menganggu negara. Karena sudah banyak laporan seperti itu, daripada di laporkan kepada polisi tapi polisinya tak mau urus, maka dengan terpaksa mereka bertiga memilih menghabisi nya dengan tangan mereka sendiri.


Meski mereka tahu cara yg mereka lakukan itu adalah cara yg sama seperti melanggar hukum negara, mereka lebih memilih di penjara daripada membiarkan Adrian untuk terus berbuat sesukanya.


Entah siapa yg mendukung Adrian dari belakang hingga para pihak polisi tidak berani untuk ikut campur. Sepertinya ada salah satu polisi yg disogok ataupun diancam.


Dan pada saat kejadian Vernando dan juga Adrian diam-diam memergoki Dino itu pun juga termasuk rencana mereka. Oleh sebab itulah mengapa saat itu Vernando dengan sengaja menginjak botol plastik, tapi Vernando bertingkah seolah-olah jika Vernando secara tidak sengaja menginjak botol plastik tersebut.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


haii..


udah panjang nih ya, semoga kalian bisa puas bacanya hehe.


ada sekitar 1300 kata lebih ya.


karena udah mau tamat, dan bab menuju ke seratus tinggal dikit, maka bab yg dekat terakhir harus banyak katanya biar semua masalah dan konflik terselesaikan tanpa tersisa.


Jangan lupa dukungan nya.

__ADS_1


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2