
Happy Reading...
Mereka berdua melihat beberapa ibu-ibu hamil ditemani oleh pasangan mereka. Tiara yang melihat itu menjadi teringat akan Roy. Namun, pikirannya tentang Roy segera ia tepiskan mengingat Roy sangat mencintai seorang wanita yang bernama Alice. “Roy pasti sudah menikah dengannya,“ batinnya sedih. Tanpa disadari, air matanya menetes mengingat hal tersebut.
Melihat Tiara meneteskan air mata, membuat Bu Indah yang berdiri di sebelahnya heran.
“Ada apa, Bu Tiara?“ tanya Bu Indah mencoba memberanikan diri untuk menanyakan hal tersebut kepada Tiara. Berharap Tiara tidak tersinggung akan ucapannya barusan.
“Tidak ada, Bu.“ kilah Tiara.
Beberapa saat kemudian, akhirnya nama Tiara dipanggil.
“Bu Indah. Saya masuk duluan ya?“ ujar Tiara dengan sopan.
“Iya, Bu. Silakan.“ jawab Bu Indah dengan ramah.
Tiara pun masuk ke ruangan Dokter kandungan tersebut.
...☘️☘️☘️...
Setelah diperiksa, Tiara keluar dari ruangan dan menebus biaya obat. Lalu, duduk sembari menunggu Bu Indah.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Bu Indah pun keluar.
“Bagaimana keadaan bayinya tadi, Bu?“ tanya Bu Indah lalu menghampiri Tiara yang sedang duduk.
Bu Indah adalah salah satu warga yang baik dengan Tiara. Tidak banyak warga yang tidak suka dengan kehadiran Tiara.
“Sehat, Bu. Mereka baik-baik saja di dalam,“ jawab Tiara sembari tersenyum dan mengelus perutnya.
“Jenis kelaminnya sudah tahu, Bu?“
“Belum, Bu.“ jawab Tiara.
“Lho, kok belum? Bukannya sudah bisa dilihat setelah kandungan tiga bulan ya?“ Bu Indah sembari berpikir kembali.
“Oh iya ya … Ibu lupa. Lihat perut Bu Tiara yang sudah besar gini, jadinya Ibu pikir sudah tujuh bulan. Maaf ya, Bu, hehe …“ ujar Bu Indah sembari tersenyum kecil.
“Tidak masalah, Bu. Wajar sih, karena ya, perut saya memang terlihatnya sudah tujuh bulan.“ jawab Tiara tidak mempermasalahkannya.
...☘️☘️☘️...
Sementara di Roy.
__ADS_1
“Tiara …“ seru Roy.
Roy saat ini berada di rumahnya dengan ditemani beberapa polisi.
Hatinya begitu rindu dengan wanita malam yang beberapa bulan lalu menemaninya setiap malam. Aktivitas yang dilakukannya dan Tiara, berhasil menumbuhkan benih-benih cinta di hati Roy.
Karena di tempat Roy, hari sudah malam, Roy pun memutuskan untuk berbaring di ranjangnya dan mulai memejamkan matanya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Roy pun tertidur. Terdengar suara dengkuran dari pria itu yang pertanda pria itu sudah tertidur.
Di dalam mimpi Roy, ia melihat seorang anak kecil yang berlari ke arahnya sembari memanggil. “Daddy!“
Roy yang tidak kenal dengan anak kecil itu pun lari. Namun anak kecil tersebut terus mengejar-nya tanpa henti sembari menyebutkan “Daddy! Aku adalah anak Daddy. Mengapa Daddy terus berlari?“
Roy bangun dengan napas terengah-engah. Sepertinya ia baru saja mimpi buruk. Mengambil gelas yang terisi air di atas meja lalu meminumnya dengan satu tegukan. Keringat dingin bercucuran.
“Aku baru saja bermimpi seorang anak kecil. Apa aku memiliki seorang anak kecil?“ gumam Roy.
“Apa aku memiliki anak dari wanita malam-ku dulu? Tapi … Bukankah dulu, aku selalu menggunakan alat kon tra sep si?“ bingung Roy sembari mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Aaa!!“ pekik pria itu sembari menarik rambutnya frustasi. Tidak tahu siapa yang mengandung anaknya.
__ADS_1
To be continued...
Maaf updatenya lambat. Terimakasih dukungannya.