Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 76


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


🌸🌸🌸


Sedangkan di luar tampak kedua orang tua terlihat cemas.


Dan setelah mereka melihat ranjang Ayu sudah di pindahkan, mereka pun langsung bertanya banyak pertanyaan pada Al. Membuat Al bingung jawab satu-satu.


"Nak, bagaimana keadaan Ayu? Apa baik-baik saja? Apakah operasi caesar nya lancar? Bayi nya sehat tidak?" tanya Fiona.


"Ma, kalau mau tanya, pertanyaan nya satu dulu dong. Al jadi bingung kan mau jawab nya yang mana." protes Al.


"Iya-iya. Yaudah jawab ini dulu. Bagaimana keadaan Ayu?" tanya Fiona mengalah.


"Baik-baik saja ma." jawab Al.


"Apakah operasi caesar nya lancar?" tanya Fiona.


"Lancar dong ma. Kalau tidak lancar, mana mungkin itu." ucap Al terpotong karena Kenzo sudah lebih dulu memotong ucapan Al.


"Ssstt, jangan ngomong sembarangan nak. Nanti kalau beneran terjadi gimana?" ucap Kenzo memotong ucapan Al.


"Iya juga sih pa." ucap Al membenarkan ucapan Kenzo.


"Nah mana cucu nenek?" tanya Ratu.


"Itu ada di ruangan NICU ma." jawab Al.


"Bayi nya sehat kan?" tanya Azka.


"Iya dong pa." jawab Al.


"Oh ya ma, pa, kalian jangan terkejut ya dengar ucapan Al." ucap Al.


"Loh, memangnya kamu mau bilang apa?" tanya Fiona.


"Bayi pertama perempuan, Bayi kedua laki-laki, Bayi ketiga laki-laki juga, Bayi keempat laki-laki, Bayi kelima laki-laki juga, Bayi keenam perempuan, Bayi ketujuh perempuan, Bayi ke delapan perempuan, dan Bayi ke sembilan perempuan." ucap Al.


"Loh? Bukannya kata nya waktu itu pas di USG anak nya 6 ya?" tanya Fiona.


"Gak tahu ma, kata dokter Yana mungkin ini suatu keajaiban." jawab Al.


"Nak, istri kamu itu manusia apa kucing sih? Kok melahirkan nya bisa sekaligus 5 bahkan 9?" canda Kenzo.


"Papaaa, istri aku manusia lah paaa!!" protes Al.


"Nak, papa kamu cuma bercanda saja. Masa di anggap serius sih?" ucap Kenzo.


"Masa, masak di dapur dong pa." ucap Al.


"Astaga, mama, kamu dulu ngidam apaan sih sampai dapat anak kayak beginian?" tanya Kenzo.


"Papaaaaaa!!" ucap Al.


Hahaha..


Semua orang pun tertawa. Bahkan suster-suster yg lewat pun hanya menahan tawanya lalu meninggalkan mereka agar mereka tidak ikut tertawa juga.


"Ah, daripada dengarin candaan papa yang bikin darah Al naik, mending Al lihat istri Al." ucap Al lalu keruangan Ayu.


Untung saja mereka tertawa nya di luar ruangan Ayu.


🌸🌸🌸


Di ruangan Ayu..


"Sayang.. lain kali aku tidak mau kamu hamil anak lagi." ucap Al.


"Loh kenapa honey?" tanya Ayu dengan suara pelan.


"Aku enggak mau kamu kesakitan beginian. Apalagi habis operasi caesar bagian sayatan nya pasti sakit." ucap Al.


"Terserah kamu saja honey.. aku sebagai istri menurut saja." ucap Ayu.

__ADS_1


"Kamu mau makan atau tidur dulu sayang?" tanya Al.


"Hm.. makan dulu aja." jawab Ayu.


Al pun membantu memposisikan duduk Ayu. Karena jika habis operasi caesar, jika ingin duduk, baring, itu harus di bantu agar bagian sayatan tidak terbuka atau merasakan sakit.


"Nih aaa." ucap Al menyuapi Ayu.


Ayu menurut saja.


"Enak." ucap Ayu.


"Iya, tadi di bawain mama." jawab Al.


"Oh, honey.. apa kamu tidak mau mencoba nya??" tanya Ayu.


"Enggak usah, lihat kamu makan saja aku kenyang." tolak Al.


"Ayolah honey.. kamu cobalah.. apalagi kamu juga lapar kan? Tadi pagi belum lagi sempat sarapan." ucap Ayu.


"Hm, baiklah." ucap Al mengalah lalu menyuapi bubur ke mulut nya.


"Enak juga." ucap Al.


Untung saja Ratu tadi membawa 3. Mungkin di bawa nya lebih karena takutnya ada yg lagi nafsu makan.


"Honey.. aku mau lagi." ucap Ayu ketika melihat kotak bekal sudah kosong.


"Iya sayang.. sebentar ya." ucap Al.


Untung saja istrinya sekarang nafsu makan. Karena Al sudah mencari tahu di google kalau habis operasi caesar itu banyak yg tidak nafsu makan. Jadi Al beruntung jika Ayu nafsu makan.


Hingga tidak sadar Ayu pun sudah menghabiskan 2 kotak bekal.


"Sudah honey.. aku sudah kenyang." ucap Ayu ketika ia melihat Al mengambil kotak bekal terakhir.


"Iya sayang.. ini kan buat aku. Masa aku tidak makan sih?" protes Al.


"Ya kan aku enggak tahu honey. Aku minta maaf ya." ucap Ayu.


"Apa syaratnya honey?" tanya Ayu.


"Kamu harus cium ini." ucap Al menunjuk bibir nya.


"Cium bibir kamu honey?" tanya Ayu.


"Iya sayang." jawab Al.


"Ya sudah.. wajah kamu dekatkan sini. Soalnya kalau aku yang kesana nya, bagian sayatan nya sakit." ucap Ayu.


"Baiklah." ucap Al lalu mendekatkan wajahnya di depan wajah Ayu.


Hembusan nafas Al pun dapat di rasakan Ayu.


"Ayo sayang.. katanya mau di maafkan. Apa kamu tidak mau di maafkan?" tanya Al.


"Mau." ucap Ayu lalu mencium bibir suaminya.


Cup!


"Lagi." pinta Al.


Cup!


"Lagi sayang." pinta Al lagi.


"Sampai kapan honey?" tanya Ayu.


"Sampai aku puas sayang." jawab Al.


Ayu pun mengalah dan mencium bibir suami nya.


Cup!

__ADS_1


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


"Sudah 30 kali sayang." ucap Al.


"Jadi sudah puas belum?" tanya Ayu.


"Sudah sayang." jawab Al.


"Ya sudah.. bayi nya apa sudah boleh lihat?" tanya Ayu.


"Sudah sayang. Sebentar ya aku panggil suster nya dulu." jawab Al.


Suster pun membawa sembilan bayi Ayu.


Dan di letakkan nya di ranjang sebelah Ayu.


Setelah selesai, suster tersebut pun keluar.


"Sayang.. apa kamu sudah siapkan nama untuk mereka?" tanya Al.


"Sudah honey." jawab Ayu.

__ADS_1


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2