Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 74


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Ayu pun perlahan mulai tidur.


"Sayang.. kamu itu sebenarnya kenapa sih? Tiba-tiba nampar diri sendiri sampai sekenceng itu? Aku saja sampai ngilu.. pipi kanan kamu sampai biru gini. Apa yang harus ku katakan pada papa dan mama kalau melihat keadaan kamu seperti ini? Bahkan saat aku bertanya, kamu hanya menjawab tidak apa-apa. Apa ingatan masa lalu kamu sudah kembali? Memang nya seberapa kejam nya masa lalu kamu sih?" gumam Al.


Al pun mencoba mencari masa lalu Ayu. Ia terus mencoba hingga akhirnya ia menemukan nya.


"Apaa?? Segitu kejam nya kah?" gumam Al.


"Bahkan kamu sudah di suruh masak pada usia 4 tahun. Bahkan kalau masakan nya tidak enak atau tidak bisa masak di hukum tidak makan 1 minggu, di tampar 44 kali. Kasihan sekali kamu sayang.. Tapi aku janji aku tidak akan membiarkan diri mu menampar pipi kamu sendiri lagi. Kalau bisa aku saja yang di tampar." gumam Al.


Ceklek!


Kedua orang tua Al dan juga kedua orang tua Ayu pun masuk.


"Mama, papa?" ucap Al.


"Iya nak, apa kamu sudah selesai bicara nya nak dengan Ayu?" tanya Ratu.


"Sudah ma.. Dia sekarang sudah tidur.. dan katanya kepala nya pusing jadi ia memilih tidur." ucap Al.


"Nak, ini pipi Ayu kenapa biru?" tanya Fiona sambil memegang bekas tamparan pipi Ayu yg sudah membiru.


"Tadi ma, Al tidak tahu kenapa ia menampar diri nya sendiri." jawab Al.


"Apa kamu sudah mengompres nya dengan es batu?" tanya Kenzo.


"Sudah pa." jawab Al.


"Mungkin ingatan masa lalu nya mulai kembali." ucap Ratu.


"Ya mungkin saja.. kalau begitu kami berempat pulang dulu ya nak. Melihat kondisi Ayu sudah baik-baik saja sudah membuat kami tenang." ucap Azka.


"Iya pa. Hati-hati di jalan ya pa, ma!" ucap Al.


"Iya nak." ucap mereka berempat.


Mereka berempat pun pamit pulang.


🌸🌸🌸


Keesokan harinya..


Ayu pun bangun dari tidur nya. Dan di lihat nya suami nya juga tidur memeluk diri nya. Ayu yg melihat itu pun tersenyum.


Suami nya bahkan rela tidur sempit demi bisa memeluk diri nya. Bahkan di kamar VVIP ini banyak ranjang nya. Tapi suami nya justru lebih memilih tidur bersama nya.


Dan suami nya saat memeluk sangat hati-hati. Bahkan infus di tangan nya tidak apa-apa.


Al memeluk Ayu terlalu erat. Tapi itu tidak masalah bagi Ayu. Karena tidak sesak, tidak sebanding dengan saat itu.


Ayu yg ingin ke kamar mandi pun mengangkat tangan Al yg ada di pinggangnya.


Tapi apa lah dayanya, tangan yg tidak di infus di tindih dengan kaki Al.


Hanya tangan infus yg tidak di tindih.


Ayu yg sudah tak tahan lagi pun terpaksa membangunkan suami nya.


"Honey bangun." ucap Ayu.


"Em." ucap Al dengan suara serak nya.


"Lepasin pelukan nya dulu honey.. aku mau ke kamar mandi." ucap Ayu.


Al pun melepaskan pelukan nya. Ia pun membantu Ayu untuk membawa kantong infus nya agar cairan di infus tetap berjalan.


"Buka saja tidak apa-apa. Aku juga sudah sering melihat nya kok." goda Al.


Ayu yg mendengar godaan Al pun pipinya memerah.

__ADS_1


Setelah selesai, Al pun membantu nya.


Mereka berdua pun tertidur kembali.


Ceklek!


Pintu ruangan pun terbuka. Tampak kedua orang tua Ayu dan juga Al datang membawa makanan untuk Ayu dan sekalian untuk Al.


"Haduh.. bisa-bisanya anak ku memeluk menantu ku begitu. Apa tidak sesak ya?" ucap Fiona.


"Entahlah." ucap Ratu.


Mereka berbicara dengan suara pelan agar kedua pasangan anak mereka tidak terbangun.


2 jam kemudian..


Ayu pun bangun dari tidurnya. Dan di buka lah mata nya. Ia melihat ada kedua orang tua nya.


Sedangkan kakak-kakak nya tidak datang karena mereka mengurus cabang perusahaan Azka di kota yg berbeda-beda.


"Mama, papa?" ucap Ayu.


Ayu pun mencoba melepaskan pelukan Al.


Al yg merasakan Ayu bergerak sana sini pun terbangun.


"Sayang.. ada apa?" tanya Al melonggarkan pelukan nya, tapi tidak melepaskan nya.


"Aku mau duduk." jawab Ayu.


Al pun melepaskan pelukan nya dan membantu Ayu duduk.


"Mama, papa?" ucap Al.


"Nah akhirnya kedua anak kita bangun juga ya." ucap Fiona.


"Iya Fiona. Setelah 2 jam di sini." jawab Ratu.


"Iya nak." ucap Fiona.


"Ini sudah jam berapa ma?" tanya Al.


"Jam 9 pagi nak." jawab Fiona dan Ratu.


"Apaaa?" pekik Al.


"Honey, kamu berisik sekali." gerutu Ayu.


"Iya, maaf ya sayang." ucap Al.


"Hmm.. iya-iya." ucap Ayu.


"Al, kamu turun lah dari ranjang Ayu. Apa di sini tidak ada ranjang lagi sampai kamu harus tidur di sebelah Ayu? Bahkan tangan Ayu yg tidak di infus saja kamu tindih sampe merah gitu!" ucap Kenzo.


"Iya pa." ucap Al lalu turun dari ranjang Ayu dan pindah ke sebelah ranjang Ayu.


"Mungkin Al nya tidak bisa tidur kalau tidak memeluk Ayu." ucap Azka.


"Eh honey, kamu dulu juga gitu ya." sindir Ratu.


"Hah? Sejak kapan?" ucap Azka pura-pura tidak tahu.


"Dulu pas aku lagi hamil Ayu dan juga Novi. Apa kamu lupa honey? Atau kamu amnesia?" sindir Ratu.


"Lupa." jawab Azka.


"Atau coba kamu minta dokter Alvaro untuk memeriksa otak suami kamu." ucap Fiona.


"Iya juga ya. Tapi bukan nya dokter Alvaro belum datang jam segini?" ucap Ratu.


"Iya sih. 1 jam lagi baru datang biasanya. Ya sudah kita tunggu saja." ucap Fiona.

__ADS_1


"Eh ma, emangnya beneran mau di cek?" ucap Al.


"Enggak dong nak, mama cuma bercanda saja kamu anggap serius." ucap Fiona.


Mereka pun tertawa.


"Ayo nak, ini sarapan nya di makan dulu. Untung ke sini bawa nya panas-panas. Jadi kalau sekarang mungkin hangat dikit lah." ucap Ratu.


"Iya ma." ucap Ayu dan Al.


Al pun mengambil 2 kotak bekal makanan. Satu nya untuk Ayu dan satu lagi untuk diri nya.


"Mama sama papa keluar dulu ya. Silahkan menikmati keromatisan kalian." ucap Fiona seakan tahu apa yg akan di lakukan Al.


"Iya ma." ucap Fiona.


"Ayo Ratu. Ikut keluar." ajak Fiona.


"Eh iya Fiona." ucap Ratu.


Mereka berempat pun keluar dari ruangan Ayu.


"Menikmati keromatisan?" gumam Ayu.


"Sini honey." ucap Ayu.


"Iya sayang." ucap Al.


"Sini kotak bekal nya." ucap Ayu.


"Enggak usah, biar aku suapin kamu saja. Kan tangan kamu kemaren aku tindih hehe." ucap Al.


"Gak pa-pa kok, aku masih bisa." ucap Ayu.


"Hmm.. baiklah." ucap Al memberikan kotak bekal pada Ayu.


"Terima kasih." ucap Ayu menerima kotak bekal dari Al.


"Sama-sama." jawab Al.


Mereka pun makan.


🌸🌸🌸


Keesokkan harinya..


Akhirnya Ayu pun sudah di perbolehkan pulang. Dengan syarat harus istirahat penuh.


Al juga melarang keras pada Ayu untuk keluar rumah. Karena Al tidak mau kejadian berulang kali.


"Sayang.. mulai hari ini dan sampai kamu melahirkan, aku melarang mu untuk keluar rumah. Urusan apapun itu." ucap Al.


"Tapi." ucap Ayu terpotong karena Al sudah memotong ucapan nya.


"Sudah, tidak ada tapi-tapian. Ini demi kebaikan mu dan juga bayi kita sayang." ucap Al memotong ucapan Ayu.


"Hm." ucap Ayu mengangguk.


"Dan mulai hari ini juga, aku akan kerja dari rumah." ucap Al.


Ayu pun mengangguk lagi.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di rumah.


"Sayang.. kamu istirahat dulu ya. Nanti yang jemput si kembar biar aku saja." ucap Al.


"Pekerjaan kamu tidak terganggu nanti honey?" tanya Ayu.


"Tidak kok, kamu tenang saja. Ini demi kebaikan mu dan juga calon bayi kita." ucap Al.


Ayu pun mengangguk.

__ADS_1


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2