
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Ayu pun mengerjakan berkas-berkas yg penting.
Mungkin di beberapa berkas, ada yg perlu tanda tangan sekretaris nya juga.
Dan mungkin di beberapa berkas ada bahasa asing. Jadi itu membuat Ayu kesulitan di awal. Tapi seiring berjalan nya waktu, Ayu pun berhasil menyelesaikan berkas bahasa asing tersebut.
Bahkan bisa di katakan kalau Ayu itu sudah pinter 97% dari semua bahasa hanya dalam waktu beberapa jam saja.
Jadi Ayu tidak perlu takut lagi karena tidak tahu bahasa nya dan jika ia di gosip kan, ia tahu apa yg di gosip kan.
Ayu sih tidak keberatan bila ada yg mengosip nya, tetapi bila ada yg mengatai ia dengan buruk. Maka Ayu akan menegur nya. Dan juga bila ada yg mengosip saat bekerja, Ayu juga akan menegur nya dengan lembut.
Ayu kalau saat menegur seseorang selalu lembut.
Itu lah yg membuat terkadang pria lain jatuh cinta pada Ayu.
Tapi cinta nya bertepuk tangan sebelah. Karena saat ia ingin melamar, Ayu langsung kabur seakan ia sudah tahu apa yg akan terjadi.
Maka nya banyak pegawai pria lain yg jatuh cinta dengan Ayu berusaha untuk memendam perasaan nya.
Walaupun sulit, tetapi bila jauh lagi akan lebih sulit lagi bukan?
Ayu pun mengerjakan berkas-berkas yg penting.
Ia pun sambil membaca agar tahu apa isi berkas.
Dan ia juga mengatur dan mencatat hasil rapat kemarin.
Saat tengah mengatur, ia melihat jam di jam tangan nya. Dan sudah pukul 08.00. Itu arti nya harus nya Al sudah datang. Dan pegawai lain nya juga sudah harus datang.
Author skip saja ya bagian di sini..
Sore pun tiba..
Tidak terasa sekarang sudah sore.. berarti itu artinya Al dan Ayu serta pegawai lain nya sudah pulang kalau pekerjaan nya sudah selesai.
Karena Ayu dan Al pekerjaan nya sudah selesai, mereka pun pulang.
Sebelum pulang, mereka merapikan berkas-berkas yg di meja. Setelah rapi, mereka baru turun menggunakan lift.
Dan saat di lift Al, Ayu serta Eko kebetulan bersamaan.
Sambil menunggu lift sampai, mereka sedikit berbincang agar mengurangi rasa bosen dan lelah.
"Al, apa benar yang kamu katakan kemaren?" tanya Eko pada Al.
"Hmm.. iya!" jawab Al singkat.
"Ohh.. aku kira cuma bohong.. oh ya.. nikah nya kapan?" tanya Eko.
"Minggu depan! Dan.. kamu juga hadir ya oke?" jawab Al.
__ADS_1
"Oke!!" ucap Eko.
"Bu Ayu.. aku tidak pernah menyangka.. kamu bisa meluluhkan hati Al!" bisik Eko di telinga Ayu.
"Hmm..." jawab Ayu sambil menahan rasa malu.
"Eko! Kamu bisik apaan sama calon istri aku sampe dia malu gitu?" tanya Al.
"Hmm.. tidak ada! Aku.. aku cuma ngucapin selamat saja ya kan bu Ayu?" jawab Eko sambil menyenggol lengan Ayu.
Sebelum Ayu menjawab, Al sudah menjawab nya terlebih dahulu.
"Masa sih?" tanya Al.
"Hmmm... iya kok!" jawab Ayu.
"Hmm.. kayak nya aku harus cek CCTV nya lift di sini nih!" ucap Al.
"Emang kedengaran?" tanya Eko.
"Hmm.. gak sih!" ucap Al.
"Kalau tidak kedengaran, kenapa harus dibuka cctv nya??" tanya Eko.
"Eh? Iya juga ya!" ucap Al.
"Jangan bilang kalau kamu lupa lagi apa yang kamu bilang tadi!" ucap Eko.
"Emang iya.." jawab Al.
"Haduehh.. punya sahabat gini amat!" ucap Eko sambil menepuk dahi nya.
Sedangkan Al dan Ayu hanya tertawa.
"Haduehh.. sudah sahabat aku gini, eh calon istri nya juga sama!" ucap Eko.
Ayu yg mendengar itu langsung menghentikan tawa nya dan menatap tajam pada Eko. Eko yg melihat tatapan tajam mengerikan dari Ayu hanya menelan saliva nya.
Ayu kembali tertawa saat melihat ekspresi takut Eko.
"Di tipu lupa aku!" gerutu Eko pelan tetapi bisa terdengar oleh Al dan Ayu.
"Apa kamu bilang tadi?" tanya Ayu.
"Ehmmm... tidak adaaa!!" jawab Eko gugup.
Ayu dan Al pun tertawa.
"Haduehh.. untung sahabat, kalau bukan sahabat sudah tawuran mungkin tadi!" gerutu Eko dalam hati.
"Tawuran? boleh tuh!" ucap Ayu.
"Hah! Bagaimana bisa dia mendengar diri ku? Bukan kah aku berbicara dalam hati?" ucap Eko dalam hati.
__ADS_1
"Tentu saja aku bisa! Apa kamu lupa kalau aku.." ucap Ayu sengaja mengantung ucapan nya itu.
Eko pun kembali mengingat kembali dan setelah ia mengingat ia pun menjawab.
"Iya.. iya aku ingat kok!" ucap Eko.
"Hmm.. apaa kamu ingin mempunyai kekuatan yang sama dengan kami?" tanya Ayu.
"Hmm.... boleh sih.." ucap Eko langsung mendapat tatapan tajam dari Al.
"Okee.. nanti ya setelah keluar dari lift!" ucap Ayu.
"Okee dehh!" ucap Eko.
"Bee, kamu ngapain sih?" bisik Al di telinga Ayu.
"Honey, biar kan saja.. biar dia bisa melindungi diri nya sendiri nanti!" bisik Ayu di telinga Al.
"Tapi.." bisik Al di telinga Ayu.
"Tidak ada tapi-tapian! Aku tidak mau tahu harus!" bisik Ayu di telinga Al.
"Iya-iya!" bisik Al di telinga Ayu.
"Kalian bicara-in apaan sih? Harus ya pakai bisik-bisik segala?" gerutu Eko.
"Iya!" jawab Al dan Ayu bersamaan.
Dan lift pun sampai di lantai dasar, mereka pun ke parkiran mobil.
"Eko.. kalau mau itu nya di sana saja ya!" ucap Ayu sambil menunjuk lapangan kosong yg ada di depan perusahaan Alexander Group.
"Oke!!" jawab Eko.
Mereka bertiga pun ke lapangan kosong tersebut.
"Sebelum aku mengirim kan kekuatan ini pada kamu.. apa kamu sudah siap Eko?" tanya Ayu.
"Sudah!" jawab Eko.
"Oke! Ini kalau mau buat lebih gampang di keluarkan, kamu harus sering-sering latihan ya!" ucap Ayu.
"Oke!!" ucap Eko.
Ayu pun mengirimkan seperenam dari kekuatan nya ke tubuh Eko.
Dan setelah sudah seperenam, Ayu pun menghentikan aksi nya.
"Oke sudah ya!! Dan aku peringatkan kembali sering-sering latihan dan jangan di pergunakan sembarangan!" ucap Ayu.
"Okee!!" jawab Eko.
Mereka bertiga pun kembali ke parkiran mobil dan pulang. Ada yg pulang ke apartemen dan ada yg pulang ke Mansion.
__ADS_1
Ayu pulang ke mansion nya, sedangkan Al dan Eko pulang ke apartemen nya sendiri.
...~π©πππππππππ~...