Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 68 : Tidak Enak!!! {S2}


__ADS_3

Hai kakak-kakak semuanya..


Tidak di sangka ya, sekitar 2 bab lagi novel ini bakal tamat😒..


Dan mungkin beberapa kakak-kakak, ada yg bingung kenapa ceritanya langsung di tamatin. Itu karena sudah target yg author tentukan dari awal ya.


Mungkin beberapa juga ada yg penasaran dengan cerita Alina & Putra, Alana & Raja, sama adik kembar lainnya. Tapi untuk cerita si adik kembar tidak semua bakal di ceritakan ya. Karena jika di ceritakan semua mungkin sampai bab tiga ratus (300) tidak akan selesai.


Jadi maaf ya kalau cerita author kurang seru, dan sebagainya.


Dan mungkin di bonus bab lebih sering ke ceritanya Alina & Putra, Alana & Raja, dan beberapa dari si adik kembar. Tapi author minta maaf ya kalau tidak pas untuk di bagi dua.


Sehat selalu yaa buat kalian semua.. πŸ˜ŠπŸ™πŸ»


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Hingga akhirnya beberapa kali percobaan, barulah akhirnya telur gulung nya selesai walaupun sedikit terlihat aneh. Bahkan telur nya tidak digulung! Ini bahkan terlihat seperti telur.. Ya, Telur dadar!


Alena membantu Alvaro untuk menge-lap dahi Alvaro yg bercucuran keringat.


"Ini sayang.. sudah selesai. Apa kamu mau mencoba nya langsung?" tanya Alvaro pada Alena.


"Tentu." jawab Alena sambil tersenyum.


Alvaro pun memberikan piring yg terlihat di atasnya ada telur gulung. Ada yg tidak sempat di gulung, ada juga yg di gulung tapi terlihat sedikit saja yg tergulung.


Bahkan telur gulung nya banyak yg berminyak.


Melihat Alena memakan nya dengan lahap, membuat rasa penasaran di tubuh Alvaro menjadi ingin mencoba nya dan apa itu enak?


Alvaro pun akhirnya memutuskan untuk memberanikan meminta pada Alena daripada telur gulung tersebut habis, apalagi Alvaro melihatnya tinggal sedikit lagi.


"Sayang.." panggil Alvaro ke Alena.

__ADS_1


"Ya.." sahut Alena.


"Aku boleh minta, tidak??" tanya Alvaro pada Alena.


"Em.." ucap Alena sambil berpikir.


"Boleh." jawab Alena pada akhirnya.


"Benar ini, sayang?" tanya Alvaro pada Alena.


"Iya," jawab Alena.


Alvaro pun dengan senang hati mencoba nya. Ia pun mulai menyuapi telur gulung ke dalam mulutnya. Ia pun mulai mengunyah.


Hingga akhirnya ia pun merasakan rasa aneh di lidahnya. Ia pun membuang telur gulung yg ada di mulutnya ke dalam tong sampah.


"Tidak Enak!!" seru Alvaro.


"Jangan, ini enak kok. Siapa bilang tidak enak?" bantah Alena.


"Aku. Tadi aku kan sudah mencoba nya, tapi rasanya tidak enak. Lebih baik, aku buat ulang saja ya." bujuk Alvaro.


"Tidak!!" bantah Alena lalu dengan cepat menghabiskan telur gulung di piring nya hingga habis tidak tersisa satupun. Alvaro yg melihat itu hanya bisa menghela nafas.


🌸🌸🌸


Sementara di Nathan dan juga Maya..


Sekarang lebih tepatnya di dunia novel, Nathan sekarang sudah berada di kantor. Walaupun ada rasa tak rela meninggalkan istrinya sendirian di rumah meskipun ada pelayan, tapi sahg istri tetap memaksa nya untuk bekerja langsung di kantor daripada dari rumah.


Karena terkadang jika di rumah, Nathan tidak fokus dengan pekerjaan nya melainkan dengan sang istri.


Bahkan pekerjaan nya kini membuat sang asisten baru pusing sekaligus pening 7 hari 7 malam. Ehh.. kok jadi kayak dukun aja yaπŸ™ˆ.,

__ADS_1


Jadi Nathan meminta sang kakak ipar yg tak lain adalah Bella untuk menemani Maya. Apalagi Bella juga kesepian di rumah, Bella dengan senang hati menyetujui nya.


Nicholas juga menyetujuinya, bahkan sebelum ke kantor, Nicholas sendiri yg mengantarkan Bella ke rumah Nathan & Maya.


Bella hanya bisa nurut patuh pada Nicholas yg merupakan sang suami yg menurutnya sangat posesif terlebih lagi saat ini ia sedang mengandung anak nya. Meskipun masih calon.


Nathan pun membaca berkas-berkas tersebut dengan sangat teliti. Bahkan dengan sangat teliti nya, ia mengulang membaca kembali. Benar-benar sangat teliti.


Hingga pada akhirnya terdengar lah suara ketukan pintu.


Tok, tok, tok..


Nathan pun menghela nafas nya dengan kasar lalu meletakkan berkas yg ia baca.


"Masuk!!" ucap Nathan tanpa menoleh ke arah pintu lalu mulai sibuk kembali dengan berkas penting nya.


"Maaf kalau menganggu waktu bos, saya hanya ingin mengantarkan kopi untuk anda. Silahkan di minum dan di nikmati." seru sekretaris Nathan yg baru bernama Hani dengan berpakaian yg sedikit terbuka di bagian dadanya karena Hani sendiri yg sengaja membuka nya. Lalu dengan rok yg cukup pendek, bahkan rok nya ini tidak sampai ke lututnya hingga terlihat paha mulus Hani.


Nathan pun menoleh ke arah Hani. Terlihat Hani berpakaian yg sangat dilarang di perusahaan ini. Meskipun hanya cabang perusahaan, tapi yg nama nya perusahaan pasti ada peraturannya.


Nathan sama sekali tidak mudah tergoda begitu saja dengan Hani. Bagaimana bisa, jika Nathan sendiri keturunan dari sang ayah jika sudah mempunyai istri tidak mudah tergoda dengan wanita lain terlebih lagi yg seperti Hani ini.


"Apa kamu tidak membaca peraturan disini? Baru saja kamu masuk untuk pertama kali dan sudah melanggar peraturan di perusahaan ini. Apa setiap kamu bekerja di manapun selalu berpakaian tersebut?"


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Mari kita lihat bagaimana cara Nathan menghadapi pelakor yg akan merusak hubungan antara Nathan dan juga Maya..


Jangan lupa like nya yaa biar author semakin semangat untuk menulis nya.. πŸ˜ŠπŸ™πŸ».


Terima kasih.


πŸ™πŸ»πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2