
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
2 bulan kemudian...
Tidak terasa sudah 2 bulan berlalu..
Pagi ini..
Al bangun lalu ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya.
Ayu terbangun karena terdengar suara muntahan dari kamar mandi. Dengan cepat Ayu pun menghampiri suami nya.
"Honey, apa kamu sakit?" tanya Ayu khawatir.
"Tidak!" jawab Al.
"Tapi.. tapi kenapa kamu sampe muntah? Hari ini gak usah masuk kerja ya.. biar aku suruh Eko untuk memghandle semua perkerjaan kamu." ucap Ayu.
"Gak usah sayang." jawab Al.
"Aku gak mau tahu, mau kamu bilang gak usah atau iya.. aku tetap menyuruh Eko untuk memghandle semua." ucap Ayu.
Hoekk hoekk..
Al terus memuntahkan isi perut nya. Ayu yg semakin khawatir pun menelepon dokter Yulia.
Tak lama kemudian, dokter Yulia pun datang.
"Selamat pagi Tuan, Nona." sapa dokter Yulia ramah.
"Selamat pagi dok." jawab Ayu.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya dokter Yulia.
Ayu pun menjelaskan.
"Baiklah.. saya akan memeriksa Tuan Al." ucap dokter Yulia lalu mengecek kondisi Al.
"Tidak ada apa-apa.. mungkin cuma kelelahan saja. Ini obat nya agar mual nya berhenti. Tapi jika sudah lebih dari dua hari berturut-turut, maka coba lah untuk memeriksa di rumah sakit." ucap Dokter Yulia memberikan obat pada Ayu.
"Baik dok. Terima kasih dok." ucap Ayu menerima obat dari dokter Yulia.
"Iya sama-sama. Saya permisi dulu ya Tuan, Nona." ucap dokter Yulia.
"Iya dok." ucap Ayu
"Honey, apa kamu akhir-akhir ini sering sibuk?" tanya Ayu.
"Iya sayang.. aku stres dengan masalah di cabang perusahaan aku." jawab Al.
"Hm." ucap Ayu.
"Udah ya, sekarang kamu makan ya honey." ucap Ayu.
Al pun menganggukkan kepala nya.
Ayu pun menyuapi Al.
Sedangkan si kembar sudah di antar asisten Ayu, Novia.
__ADS_1
Setelah Ayu menyuapi Al hingga selesai. Ayu tiba-tiba merasa mual dan segera ke kamar mandi.
Hoekk.. hoekk..
Ayu pun memuntahkan isi perut nya di kamar mandi. Al mengikuti Ayu ketika Ayu ingin ke kamar mandi.
"Nah kamu sekarang kenapa sayang?" tanya Al.
"Gak tahu honey, tiba-tiba saja aku merasa mual.. kepala ku juga terasa sakit." jawab Ayu memengangi kepala nya.
"Lah baru saja dokter Yulia pergi." ucap Al.
"Iya honey." ucap Ayu.
"Aduh.. kepala ku pusing sekali." ucap Ayu lalu langsung pingsan.
Beruntung Al sigap menangkap Ayu sebelum jatuh.
Al pun melihat ada darah mengalir di paha Ayu. Dengan cepat Al pun membawa Ayu ke rumah sakit.
Al pun panik dan membawa mobil dengan cepat hingga sampai di rumah sakit.
Di perjalanan, Al menelepon dokter Alvaro.
Al juga menelepon Mama, papa nya dan juga kedua mertua nya.
Kedua orang tua Al dan juga kedua mertua Al panik dan ke rumah sakit.
Al juga menghubungi bi Vania untuk menjemput si kembar nanti siang.
"Varo!!!" teriak Al.
"Iya?" ucap Alvaro.
"Tentu." ucap Alvaro.
Alvaro dan suster lainnya mendorong ranjang Ayu ke ruang IGD.
Tak lama kemudian, kedua orang tua Al dan juga kedua mertua Al datang.
"Bagaimana kondisi menantu ku nak??" tanya Fiona.
"Ia sekarang di ruangan IGD." jawab Al.
"Bentar-bentar nak, tadi di telpon kamu bilang.. ada darah yang mengalir dari paha Ayu kan?" tanya Ratu mengingat kembali percakapan di telpon tadi.
"Iya ma." jawab Al.
"Apa istri kamu sekarang.. HAMIL?" ucap Ratu.
"Hamil?" gumam Al.
"Semoga saja Ayu dan calon bayi yang ada di perut nya baik-baik saja." ucap Kenzo.
"Dan kamu juga mengatakan kalau pertama kamu duluan yang mual, terus setelah kamu mual dan sudah di periksa Dokter Yulia. Tiba-tiba Ayu mual gitu kan?" tanya Azka.
"Ayu mual nya setelah menyuapi aku makan pa." jawab Al.
"Astaga.. bisa-bisa nya kalian malah mesra. Tapi ya sudah lah. Apa Ayu sudah makan sebelum ia menyuapi kamu??" tanya Azka.
__ADS_1
"Kalau soal itu Al tidak tahu pa. Antara belum dan sudah." ucap Al.
"Coba kamu tanyakan dengan bi Vania nak." ucap Fiona.
"Oh iya ma. Al tanya dulu." ucap Al lalu menghubungi Bi Vania.
Setelah beberapa menit, telpon pun berakhir.
"Bagaimana nak?" tanya Fiona.
"Kata bi Vania.. Ayu belum sama sekali makan. Ia bahkan membuat bubur ayam sambil memegangi kepala nya. Bi Vania sudah mengatakan kalau bi Vania saja yang buat. Tapi Ayu menolak nya, Ayu tetap membuat nya." ucap Al.
"Hm.. berarti... kemungkinan Ayu sudah menahan rasa sakit kepala nya cukup lama. Tapi apa dari saat ia menyuapi mu, kamu tidak curiga saat misalnya ia memengangi kepala nya?" tanya Kenzo sambil mencerna ucapan Al.
"Hm.. iya sih." ucap Al mengingat kejadian saat ia di suapi Ayu.
"Lalu apa kamu tidak curiga nak?" tanya Kenzo.
"Curiga sih curiga pa. Aku sudah mengatakan kalau aku saja yang makan sendiri. Tapi Ayu nya memaksa." ucap Al.
Al pun menceritakan kejadian saat ia makan di suapi Ayu.
Flash back on.
Ayu menyuapi Al sambil memengangi kepala nya yg sakit nya luar biasa.
"Sayang.. biar aku saja yang makan sendiri ya. Kamu makan juga." ucap Al.
"Gak usah.. tadi sebelum aku buat bubur ayam ini, aku makan kok." ucap Ayu berbohong.
"Ya sudah.. kamu istirahat saja. Kepala kami sakit kan?" tanya Al.
"Iya, tapi sakit nya sedikit saja kok." ucap Ayu berbohong.
Sebenarnya Ayu tidak tega untuk membohongi suami nya sendiri. Tapi Ayu tidak mau kalau suami nya yg sedang sakit jadi makin sakit karena mempedulikan Ayu tanpa mempedulikan diri sendiri.
"Sayang.. aku saja ya." ucap Al.
"Gak, aku saja ya honey." pinta Ayu.
Al pun terpaksa membiarkan Ayu menyuapi nya.
Flash back off.
"Begitu loh pa." ucap Al.
"Hm.. aku jadi ingat dengan saat aku hamil kamu nak." ucap Fiona.
"Emang sakit nya seperti apa ma?" tanya Al.
"Sakit nya.. Luar biasa. Mama sampai pingsan karena tak tahan. Ayu hebat ya bisa menahan selama itu. Mama saja yang baru sakit kepala langsung pingsan hehe." ucap Fiona.
"Tapi.. tapi kenapa Ayu mengatakan kalau sakit ny sedikit?" tanya Al.
"Itu mungkin karena Ayu tak mau membuat kamu khawatir nak.. Apalagi tadi kamu mual, Ayu mana pernah mengatakan ia sakit apa. Kecuali jika terpaksa." jawab Ratu.
Beberapa jam kemudian..
Akhirnya dokter dan suster-suster pun keluar dari ruangan IGD.
__ADS_1
"Bagaimana Varo kondisi istri aku?" tanya Al.
...~π©πππππππππ~...