Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 66 : Check-up Kandungan Alena {S2} [Alena]


__ADS_3

Hai, selamat malam.


Author nulis nya malem ya, jadi author bilangnya selamat malam. Tapi yg baca mungkin pagi atau malam.


Author gak bisa tebak ya,


Semangat membaca nyaa..


Sehat selalu..


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Mereka berdua pun berangkat ke rumah sakit. Dan tepat hari ini, Alvaro mengambil cuti agar bisa menemani Alena.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah sakit.


Mereka pun masuk dan mengambil nomor antrian. Lalu, mereka berdua pun duduk terlebih dahulu untuk menunggu nomor antrian mereka dan juga nama Alena di panggil suster.


Setelah lamanya menunggu, akhirnya nomor antrian dan juga nama Alena di panggil oleh suster yg di tugaskan.


"Selamat pagi. Silahkan duduk." sapa dokter cantik tersebut yg tak lain adalah dokter Yana sambil tersenyum ramah.


"Selamat pagi, dok." jawab Alena dan juga Alvaro sambil mendudukkan masing-masing di kursi yg telah di sediakan.


Ya, kenapa sapaan nya selamat pagi? Karena sekarang saat Alena untuk menge-check kandungan nya memang di waktu pagi. Oleh sebab itu lah mengapa dokter tersebut menyapa Alena dan juga Alvaro dengan sapaan 'Selamat pagi'.


"Nona baring di sini dulu, ya! Saya mau ambil dulu gel sama peralatan nya." ucap dokter Yana sambil menunjuk ranjang yg di belakang kedua kursi yg di duduk Alena dan juga Alvaro.


"Baik, dok." jawab Alena lalu mulai berdiri dari kursi nya lalu menuju ke ranjang dengan di ikutikuti Alvaro. Tapi Alvaro tidak ikut berbaring di ranjang nya juga ya, hanya Alena.


Dokter tersebut pun mengambil gel dan juga peralatan yg di butuhkan.


Dokter Yana mulai mengoleskan gel yg terasa dingin di perut Alena. (Maaf ya, author tidak terlalu pintar di bagian kehamilan, jadi maaf kalau ada yg salah.)

__ADS_1


"Tuan dan Nona bisa lihat ke arah monitor USG ini." ucap dokter Yana.


Alvaro dan Alena pun langsung melihat ke arah monitor USG. Terlihat seperti dua biji kacang. Tapi ini tidak terlalu kecil, sekarang sudah terlihat sediir besar biji kacang nya. Tidak seperti bulan lalu.


"Kalian sudah mau mendengar detak jantung janin, tidak??" tanya Dokter Yana pada Alena dan juga Alvaro.


"Mau, dok." jawab Alena cepat, karena ini lah yg di tunggu-tunggu.


Duk, duk, duk. (Maaf ya kalau salah penulisan, author sendiri tidak tahu gimana tulisan nya. Kalau salah, tolong komen ya yg benarnya biar author revisi kalau ada waktu. Terima kasih.)


Alena dan juga Alvaro yg mendengar suara detak jantung anak mereka meskipun masih calon sangat terharu.


Alena bahkan sampai meneteskan air mata nya saking terharu.


"Untuk janin nya tidak ada masalah. Kandungan Nona sehat-sehat saja. Berat janin sekitar 20 gram, dan untuk panjang janin nya sekitar 7 cm." jelas dokter Yana.


"Panjang.. maksudnya tinggi ya, dok?" tanya Alvaro pada Dokter Yana.


"Baiklah, apa ada pertanyaan lagi?" tanya dokter Yana pada Alvaro dan juga Alena.


"Untuk check-up nya kapan lagi, dok?" seru Alvaro pada Dokter Yana.


"Bulan depan ya. Dengan tanggal yang sama." jawab dokter Yana.


"Baiklah, dok." ujar Alvaro.


"Baiklah, karena kandungan Nona baik-baik saja. Maka saya akan memberikan vitamin." ujar Dokter Yana.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan dokter Yana setelah selesai pemeriksaan dan juga tak ada lagi pertanyaan yg ingin di tanyakan.


Mereka pun menuju ke kasir untuk membayar biaya administrasi dan juga mengambil vitamin.


Biaya administrasi nya sekitar sembilan puluh ribu (90 ribu). Alvaro dan Alena juga di berikan foto hasil kandungan Alena di USG tadi. Mereka juga di berikan vitamin.

__ADS_1


Alvaro membayar sekitar seratus ribu (100 ribu), dan sisa nya Alvaro berikan untuk penjaga kasir tersebut.


Terlihat penjaga kasir tersebut yg tak lain adalah seorang suster terlihat sangat bahagia. Meskipun hanya sepuluh ribu (10 ribu), tapi ia sangat-sangat bersyukur apa yg telah di berikan untuknya.


Karena hari terlihat sudah hampir siang, mereka pun mampir sebentar ke restoran untuk membeli makanan yg di ngidam Alena. Ternyata di tengah perjalanan pulang, Alena masih saja ngidam ya.


Setelah membeli, mereka berdua pun melanjutkan perjalanan pulang. Alena memakan makanan yg di ngidam nya di dalam mobil.


Dan kalian tahu, apa makanan yg di ngidam Alena?? Yg di ngidam Alena ternyata telur gulung. Untuk bukan nyuruh Alvaro buat ya, mungkin kalau di suruh buat.. Alvaro tak akan siap untuk itu. Terlebih lagi siap-siap jika dapur yg awalnya rapi dan juga bersih harus menjadi berantakan dan juga kotor.


Alvaro masih bersyukur dalam hatinya karena sang anak yg lebih tepatnya masih calon anak, tidak meminta dia untuk membuatkan telur gulung untuk nya.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah.


"Honey.." panggil Alena ke Alvaro.


"Ya, sayang." sahut Alvaro.


"Tolong buatkan telur gulung ya." pinta Alena.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Haha.. ternyata Alvaro di prank sama anak nya eh calon anak nya. Eh bukan, author yg prank🀣


Maaf ya kalau misalnya ada typo, author nulis nya sambil nahan kantuk.


Jangan lupa like nya yaa biar author semakin semangat untuk menulis nya buat kalian,.


Terima kasih.


Selamat malam ya.


πŸ™πŸ»πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2