
Di bab ini bakal terjadi nya rencana konflik yaa, setelah puluhan bab yg tidak ada konflik nya. Dan kini konflik kembali, hehe.. π€£
Author males aja gitu sih buat konflik gitu ya, tapi author buat nya ringan saja kok..
Semangat membaca nya yaa.. dan jangan tegang heheπ€£ππ»..
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
πΈπΈπΈ
Di suatu tempat.. (Entahlah di mana..)
"Apa sudah kamu siapkan semuanya??" tanya seorang wanita pada anak buah nya.
Wanita ini adalah wanita yg memiliki dendam pada istri.. istri siapa ya? Istri dari Nicholas ya.
(Wanita ini adalah wanita yg mencibir itu loh, dan dia yg mengatakan 'Kalau aku tidak bisa mendapatkan mu, maka yg lain pun juga tidak bisa.' itu deh kalau tidak salah. Dan wanita ini adalah salah satu tamu yg hadir di acara pernikahan Bella & Nicholas dan Nathan & Maya. Kalau lupa, boleh di baca ulang yaa yg judul bab nya begitu. Bukan yg ke dua ya. Terima kasih.)
"Sudah, Nona." jawab anak buah nya.
"Sudah seratus persen kah?" tanya wanita tersebut pada anak buah nya lagi.
"Sudah, Nona." jawab anak buah nya lagi.
"Udah di bilangin juga sudah, masih saja nanya lagi." gerutu anak buah nya dalam hati.
"Bagus. Aku tidak mau kali ini gagal. Karena dari kemarin-kemarin, kamu gagal. Dan kali ini aku tidak mau mendengarkan kata 'gagal' dari mu!!" ucap Wanita tersebut dengan tegas pada anak buah nya.
"Baik, Nona. Saya jamin akan berhasil. Karena saya sebuah menutupi rencana kita ini. Dan yang mengetahui nya hanya lah saya dan juga Nona." ujar anak buah nya.
"Baiklah. Kalau misalnya gagal, nyawa kamu yang akan menjadi taruhan nya." pungkas wanita tersebut yg bernama Mona.
Anak buah nya tersebut pun hanya mengangguk.
πΈπΈπΈ
Sementara di Nathan dan juga Maya..
"Sayang.." panggil Nathan.
"Ya, kak?" sahut Maya.
"Apa perasaan kamu gak enak??" tanya Nathan pada Maya.
__ADS_1
"Iya. Aku juga tidak tahu kenapa. Apa akan terjadi sesuatu sama kakak sepupu aku ya?" jawab Maya sekaligus tanya Maya pada Nathan.
Sepupu yg di maksud Maya adalah Bella. Ternyata Bella dan Maya itu sepupu-an ya.
"Aku juga merasa akan terjadi sesuatu pada kak Nicholas." jawab Nathan dengan perasaan gelisah takut jika terjadi sesuatu pada kakak sulung nya.
"Kita berdoa saja ya, kak." ujar Maya.
"Iya." jawab Nathan.
Mereka berdua pun berdoa agar Bella dan juga Nicholas tetap baik-baik saja.
Setelah selesai berdoa, agar menghilangkan sedikit gelisah, Nathan pun menghubungi nomor ponsel kakak sulung nya yaitu Nicholas.
Tut.. tutt..
Awal masih belum di jawab, Nathan dan Maya terlihat gelisah. Nathan sudah berusaha meminta Maya agar tidak gelisah, takut jika calon anak mereka yg kini sudah beranjak hampir dua bulan.
Hingga akhirnya..
"Halo, dek?" ucap seorang pria di telpon yg tak lain adalah Nicholas.
"Halo, kak! Akhirnya kakak jawab juga. Nathan takut kalau terjadi sesuatu sama kakak dan juga kak Bella!" ujar Nathan.
"Kak.. kenapa sih kakak selalu berpikiran negatif terus tentang ku. Kakak tenang saja, aku tidak mungkin mencintai kak Bella. Bila aku mengkhawatirkan kak Bella, apa itu salah?" jawab Nathan sekaligus tanya Nathan tak mau kalah.
"Tidak juga sih." jawab Nicholas singkat.
"Ya sudah.. apa kakak dan kak Bella baik-baik saja?" tanya Nathan pada Nicholas.
"Tentu saja. Kalau aku tidak sedang baik-baik saja, mungkin aku tidak akan mengangkat telpon dari mu." jawab Nicholas.
"Iya juga sih." ujar Nathan.
"Kak, apa boleh aku bicara sebentar dengan kak Bella?" tanya Maya yg tiba-tiba berbicara.
"Tentu saja boleh. Sebentar kakak panggil kak Bella nya dulu." jawab Nicholas.
"Iya, kak!" ucap Maya.
Tidak lama, Nicholas pun memanggil Bella karena Maya ingin berbicara sebentar dengan nya.
"Kak Bella!" seru Maya dengan wajah berseri-seri, bagaimana tidak, ia sangat merindukan kakak sepupu nya ini. Mengingat sekarang sudah jarang bertemu di karenakan sudah mempunyai suami dan bahkan sedang mengandung.
__ADS_1
"Maya??" ucap Bella.
"Kakak baik-baik saja, kan di sana??" tanya Maya pada Bella.
"Tentu. Bagaimana dengan mu, Maya?" jawab Bella sekaligus tanya Bella pada Maya.
Kini, ponsel Nathan di pegang Maya. Begitu juga dengan Nicholas. Ponsel Nicholas kini di pegang oleh Bella.
Mereka berdua menjadi pendengar.
"Baik juga, kak! Oh iya, apa kandungan kak Bella sehat??" jawab Maya sekaligus tanya Maya pada Bella.
"Sehat tentunya. Bagaimana dengan mu?" jawab Bella sekaligus tanya Bella pada Maya.
"Sehat juga." jawab Maya.
Mereka pun berbincang-bincang hingga melupakan suami mereka berdua masing-masing.
Kedua suami mereka hanya bisa bersabar. Beginilah jika wanita-wanita berkumpul. Semua di lupakan.
Hingga akhirnya perbicaraan di antara mereka berdua pun akhirnya selesai setelah lama nya mungkin sekitar setengah jam. Atau lebih tepatnya 30 menit.
"Syukurlah kalau kak Bella dan juga kak Nicholas baik-baik saja!!" seru Maya setelah telpon berakhir.
"Iya. Dan kita harus meminta pada author agar konflik di rumah tangga kita nanti tidak berat-berat tentunya." jawab Nathan.
...~π©πππππππππ~...
Di bab ini masih belum tegang yaa.. mungkin di bab selanjutnya baru tegang hehe..
Dan di bab ini masih asik saja gitu ya.
Author lagi males buat konflik nya, hehe..
Besok author akan buat konflik nya..
Dan setelah konflik, mungkin baru tamat.
Masih rencana nya yaa, tapi tetap dukung author yaa biar author semangat buat menulis nya buat kalian semua nya...
Jangan lupa like nya yaa..
Terima kasih.
__ADS_1