
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Tidak lama kemudian, Dina Maharani pun datang.
“Nona Dina?” ucap Naufal terkejut.
“Em..” ucap Dina canggung.
“Ada apa?” tanya Naufal kepada Dina.
“Apa kamu melihat adikku? Tadi ia mengatakan kepadaku jika ia datang ke Panti Asuhan Mawar ini.” tanya Dina balik kepada Naufal.
“Adikmu?” ucap Naufal bingung. Baru saja ia mengenal wanita ini tadi sore, dia sendiri saja tidak tahu siapa adik si wanita ini.
“Iya.. namanya Dira Anna.” sahut Dina.
“Kembaran?” ucap Naufal bingung.
“Iya. Dia adik kembaranku. Makanya nama kami agak sedikit sama.” jawab Dina.
“Baiklah. Aku akan membantumu untuk mencari adikmu.” seru Naufal.
“Benarkah?” tanya Dina antusias.
“Tentu. Ayo!” jawab Naufal sekaligus mengajak Dina.
Mereka berdua pun mencari Dira Anna selaku adik Dina Maharani di Panti Asuhan Mawar tersebut.
Bahkan sekali-kali mereka bertanya kepada orang yg ada di panti asuhan, namun sama sekali tidak mendapat jawaban.
⚘⚘⚘
__ADS_1
Sementara di Dira dan juga Nico.
“Kamu ke sini bersama siapa?” tanya Nico kepada Dira.
“Sama sopir aku. Dia nunggu di sana.” jawab Dira sambil menunjuk sopir Dira yg menunggu Dira.
“Oh.” ucap Nico hanya sekedar oh ria saja.
Sopir Dira pun menghampiri Dira dan dan membisikkan sesuatu kepada Dira membuat Dira terkejut. Setelah membisikkan sesuatu kepada Dira, sopir Dira tersebut pun langsung kembali ke posisi semula.
“Ada apa?” tanya Nico kepada Dira setelah melihat perubahan wajah dari Dira.
“Tidak apa. Aku pergi duluan ya! Aku sudah dicari kakak.” jawab Dira.
“Kamu punya kakak?” tanya Nico kepada Dira.
“Iya. Namanya Dina Maharani. Sebelumnya, kakakku mengatakan jika aku harus pulang saat jam 6 sore, tapi sekarang sudah hampir jam 7 malam. Oleh sebab itulah mengapa kakakku mencariku!” jawab Dira.
“Tentu. Mari!” jawab Dira bersemangat.
Dira dan juga Nico pun pergi menemui Dina Maharani sang kakak kembaran dari Dira.
Setelah beberapa langkah, mereka berdua pun sampai di tempat Dina.
“Kakk Dina.” panggil Dira kepada Dina, sang kakak kembaran nya.
“Dira? Tadi bukankah kakak sudah mengatakan kepada mu, untuk segera pulang ketika jam 6 sore.” kesal Dina.
“Maaf, Kak. Di sini terlalu asik.” ucap Dira memohon.
“Hem... baiklah. Tidak apa untuk kali ini. Ayo kita pulang!” ajak Dina kepada adik kembarannya yaitu Dina Anna. Entah mengapa mereka berdua bisa kembaran dan mempunyai nama yg hampir mirip dibagian depan sedangkan bagian belakang tidak.
__ADS_1
“Sekarang?” tanya Dira kepada Dina kakak kembarannya dengan wajah lesu.
“Iya.” jawab Dina.
“Baiklah, Kak. Tapi lain kali, Dira mau ke sini lagi ya!“ pinta Dira memohon kepada Dina.
“Baik. Sekarang kamu tunggu di mobil, kakak mau bicara sebentar dengan teman kakak.” perintah Dina kepada Dira.
“Oke, Kak.” jawab Dira lalu menuju ke mobil. Namun sebelum itu, Dira memberikan kartu Identitas nya kepada Nico.
Nico pun dengan senang hati menerima kartu identitas milik Dira.
Dina pun mengucapkan Terima kasih kepada Nico dan juga Naufal. Setelah itu, Dina dan Dira pun pergi untuk pulang.
⚘⚘⚘
Jam 7 malam.
Setelah selesai berbincang, mereka bertiga pun kembali.
“Berta.. tadi Tuan Alberto lakukan apa terhadapmu?” tanya Naufal kepada Alberta dengan rasa penasaran di hatinya. Sedangkan Nico hanya menyimak sekaligus senyum-senyum sendiri melihat ponselnya.
“Hanya melamar.” jawab Alberta singkat.
“Itu saja?” .
“Iya.“ jawab Alberta.
Mereka bertiga pun berbincang-bincang. Mulai dari soal percintaan dan sebagainya. Dan pastinya ada yg berfaedah dan ada juga yg tidak berfaedah. Sekali-kali mereka juga membahas bisnis.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳.. ...
__ADS_1