Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BONUS 2 : ADOPSI


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Beberapa menit pun sudah berlalu. Alina pun tampak mulai tidak bersemangat kembali. Ia pun mulai berpikir jika Leticia tidak tertarik untuk mengantri. Bahkan makanannya juga sudah mau habis.


Alina pun mulai melihat anak Panti Asuhan yang terakhir untuk mengantri. Alina pun terkejut ketika melihat wajah gadis yang ia tunggu-tunggu dari awal.


Ya, gadis tersebut adalah Leticia.


“Leticia?” panggil Alina dengan wajah bersemangat.


“Iya, Nya?” sahut gadis tersebut.


“Ini makanan untukmu, Nak!” seru Alina sembari memberikan makanan terakhir untuk Leticia.


“Terima kasih, Nya!” sahut gadis kecil tersebut sembari menerima makanan dari Alina.


“Sama-sama, Nak! Jangan panggil saya ‘Nya’, panggil saya ‘Tante’ atau terserah kamu seperti yang lainnya, Nak!“ pinta Alina kepada Leticia. Entah mengapa hatinya begitu menginginkan jika Leticia memanggilnya dengan panggilan cukup spesial seperti anak lainnya.


“Baiklah, Tan! Leticia panggil Tante saja!” sahut gadis kecil tersebut sembari tersenyum manis.


“Bisakah kita bicara sebentar di sini?” tanya Alina kepada Leticia.


“Apa boleh, Tan?“


“Tentu saja, boleh!” jawab Alina.


“Ya sudah!” sahut gadis kecil tersebut lalu duduk di kursi sebelah Alina.


“Tante mau bicara apa?” tanya gadis kecil tersebut kepada Alina.


“Kamu tinggal di Panti Asuhan ini sudah berapa lama?”


“Sudah sejak Leticia berumur satu tahun, Tan!” jawab Leticia.


“Satu tahun? Berarti sudah sekitar tiga sampai empat tahunan kamu tinggal di sini?“ tanya Alina lagi kepada Leticia.


“Iya, Tan!“ jawab Leticia.


Alina pun hanya mengangguk.


“Usia kamu berapa, Nak?” tanya Alina lagi kepada Leticia.


“Empat tahun, Tan!”


“Tanggal lahir kamu?”


“Tanggal enam belas bulan Maret, Tan!” jawab Leticia.


“Wah, kok pas banget sama Baby Tina? Baby Tina lahir tanggal enam belas bulan Maret juga!” seru Alina antusias.


“Wah, pas banget … Kok bisa ya, Tan?” sahut Leticia.


“Entah,” jawab Alina.


Mereka berdua pun mulai membicarakan hal seru lainnya. Dan tanpa disadari Alina, ia mengabaikan keberadaan suaminya yang berada di sebelah kirinya. Leticia sendiri duduk di sebelah kanan Alina. Dan Baby Latina ada di gendongan Christian.


Christian yang melihat kedekatan gadis kecil tersebut yang tidak ia kenali dengan istrinya mulai was-was.

__ADS_1


“Istriku, apa kamu lelah?” sela Christian.


“Tidak, Yank,” jawab Alina lalu melanjutkan kembali pembicaraan nya dengan Leticia.


Usai berbincang cukup lama, acara syukuran ini pun berakhir. Alina dan Christian harus sudah segera pulang karena stok persediaan ASI Alina mulai berkurang.


Tidak mungkin Alina menyusui Baby Tina di tempat umum seperti ini? Christian tidak rela. Meskipun bisa di tempat tertutup seperti kamar mandi dan lainnya, Christian tetap bersikukuh untuk pulang.


“Sayankk,“ panggil Alina kepada suaminya, Christian Anderson.


“Iya, Istriku.” sahut Christian.


“Aku mau adopsi gadis kecil tadi, boleh?” tanya Alina kepada Christian.


“Gadis kecil yang mana?” tanya Christian kepada Alina.


“Leticia namanya,” jawab Alina.


“Iya, tapi aku gak tahu yang namanya Leticia, Yank,“


“Yang tadi bicara sama aku, lhoo..”


“Yang sampai kamu abaikan aku, istriku?”


“Iya, Yank. Maaf ya, hihihi,” sahut Alina.


“Iya, gak papa istriku. Jadi kamu mau adopsi?” tanya Christian kepada Alina.


“Ya, Yank. Boleh gak? Kalau gak boleh, ga_


“Beneran?” tanya Alina dengan wajah berbinar.


“Iya, istriku. Mau adopsi sekarang atau kapan?” sahut Christian.


“Sekarang,” jawab Alina cepat.


“Okeyy,” ucap Christian lalu memanggil Pengurus Panti Asuhan.


Christian dan Alina pun mulai membahas tentang Leticia.


“Tuan dan Nyonya yakin ingin mengadopsi Leticia?” tanya Pengurus kepada Christian dan Alina.


“Iya, mbak,” jawab Christian dan Alina.


“Baiklah.” sahut Pengurus tersebut lalu memanggil seorang anak dan memintanya untuk memanggil Leticia.


Tidak lama kemudian, Leticia datang.


“Ibu panggil saya?” tanya Leticia kepada Pengurus.


“Iya, Nak! Tuan Christian dan Nyonya Alina ingin mengadopsi mu menjadi anaknya,” jelas Pengurus.


Leticia pun terkejut.


“Apa benar itu Tuan, Nya?” tanya Leticia kepada Christian dan Alina dengan wajah terkejutnya.


“Iya, Nak!” jawab Alina dan Christian.

__ADS_1


“Beneran? Kalian semua tidak sedang bercanda, bukan?” Wajah Leticia menjadi bahagia. Semua orang di sana pun hanya mengangguk.


Sudah lama tidak mendapat kasih sayang orangtua. Meskipun tinggal di Panti Asuhan ber cukupan dan mendapatkan kasih sayang dari Pengurus, tapi tetap saja semua itu terasa kurang bagi Leticia. Bukan karena tamak ataupun rakus.


Leticia pun menangis terharu.


“Hey, Nak! Kenapa menangis?” tanya Alina kepada Leticia. Alina mendekati Leticia.


“Leticia menangis terharu,” jawab Leticia. Alina memeluk Leticia. Walau baru pertama kalinya Alina bertemu dengan Leticia, tapi hatinya tidak bisa berbohong.


Mereka berpelukan.


Usai berpelukan cukup lama, akhirnya mereka pun selesai membahas mengenai adopsi Leticia. Dan Leticia sudah diadopsi menjadi anak Alina dan Christian sebagai yang pertama. Tujuan mereka mengadopsi Leticia bukan karena inisial nama Leticia dan juga Latina sama, tapi karena jatuh cinta seorang ibu kepada anaknya bukan jatuh cinta seperti pasangan.


Semua pun menyambut kepulangan Leticia dengan tangisan. Leticia adalah anak yang baik di Panti Asuhan ini. Semua orang senang dengan kehadirannya. Namun tidak disangka, hari ini Leticia diadopsi sepasang suami istri tersebut yang mengadakan acara syukuran tiga bulan di Panti Asuhan tersebut.


Mereka semua mendoakan agar Leticia bahagia dengan keluarga barunya. Seseorang menghampiri Leticia.


“Leticia,” panggil gadis kecil tersebut kepada Leticia.


“Rani?” sahut Leticia.


“Iya.. nanti kalau sudah besar, jangan lupakan Rani ya,” pinta gadis kecil tersebut yang ternyata bernama Rani. Rani merupakan teman dekat Leticia. Meskipun hatinya sedih mendengar temannya akan pergi, tapi ia mendoakan yang terbaik dan terbest untuk temannya.


“Iya, Ran. Kamu juga jangan lupakan Leticia ya, nanti Leticia akan sering-sering main ke sini,” sahut Leticia.


Rani hanya mengangguk. Leticia dan Rani pun berpelukan.


Usai berpelukan untuk yang terakhir kalinya, Leticia pamit pergi.


Semua orang mendoakan agar Leticia bahagia selalu.


Leticia, Alina, Christian, dan Baby Latina pun berangkat pergi dari Panti Asuhan tersebut. Mobil yang dinaiki mereka pun mulai berangsur-angsur pergi hingga menjauh dan tidak terlihat lagi.


Rani pun menangis. Sekarang, dirinya dan Leticia sudah berjauhan. Sebenarnya, dari tadi ingin sekali dirinya menangis. Namun, ia memilih menahan tangisannya agar Leticia tidak sedih.


Gadis yang usianya sama seperti Rani pun menghibur Rani. Dan beberapa pengurus Panti juga membantu untuk menghibur Rani yang sedih.


Ini yang pertama kalinya mereka berjauhan. Kenangan indah bersama Leticia tidak akan ia lupakan.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


Hai kakak semua.. Updatenya sampai sini dulu yaa.. Jangan lupa likenya dan mampir di novel Author lainnya.


Like


Favorit


Komen “lanjut” diusahakan besok update lagi..


Hadiah (kalau boleh, hehe)


Vote (kalau masih sisa, hehe)


Tidak memaksakan kalian, kalau cuma kasih like juga gapapa kok.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2