Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 25


__ADS_3

*οΌŠβœΏβ€~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~β€βœΏοΌŠ*


"Ok lah dok!" ucap Al.


"Ayo dek, kita periksa nih di ruangan sini yaa" ucap dokter Albert lembut.


"Hmm.." ucap Nicholas seperti menginterogasi dokter.


"Tenang ya dek.. dokter cuma mau periksa saja kok, bukan yang bahaya.." balas dokter Albert dengan lembut.


"Hmm... baiklah dok.., ayo dik kita ikutin dokter nya.." jawab Nicholas lalu mengajak adik adik nya.


"Ok kak.." ucap adik adik nya Nicholas.


Meskipun adik adik nya hanya beda beberapa menit, tetapi itu tetap lah adik nya.


Akhirnya anak anak Joliana pun mengikuti dokter Albert ke ruangan khusus.


"Sini ya dek, baring di sini... kita periksa dulu yaa.." ucap dokter Albert.


Akhirnya satu per satu di cek, dan tinggal menunggu hasil nya saja.


"Sudah ya dek.. ini tinggal hasil nya saja dek.. nanti dokter beri tahu yaa kalau sudah selesaii.." ucap Dokter Albert dengan lembut.


Dokter Albert masih lajang yg artinya ia masih belum menikah biasanya sering di sebut jomblo.


"Baiklah dok.." ucap Nicholas mewakili adik adik nya.


Setelah beberapa menit, akhirnya hasil nya keluar dan yg paling cocok di antara 5 anak Joliana adalah Nicholas, anak sulung Joliana.


"Setelah pemeriksaan, dan hasil nya yg paling cocok adalah Nicholas!" ucap dokter Albert seperti menjadi seorang panitia atau pembawa acara yg mengumumkan pemenang nya.


Semua yg mendengar nya hanya tertawa kecil. Mungkin dokter Albert sengaja bikin candaan biar mereka tidak terlalu khawatir itu lah kalimat yg ada di pikiran mereka masing-masing.


"Ayo dek Nicholas, kita ke ruangan transfusi darah yaa..." ajak dokter Albert.


"Hmm, ok dokk..!! Bii tolong jaga adik adik saya yaa bii.. sebentar saja kok bii.." ucap Nicholas pada dokter Albert lalu ke bibi.

__ADS_1


"Ok lah nak.. bibi bakal jagain kok.." ucap bi Sofia, bi Vani dan bi Vina bersamaan.


"Ok lah bii.. saya tinggalkan dulu yaa...!! Dik, kalian jangan nakal yaa dengarin kata bibi terus jangan lari larian ke sana kemari ok?" ucap Nicholas pada bibi lalu pada adik adik nya.


"Ok kak!!" ucap adik adik nya.


Nicholas pun mengikuti dokter Albert untuk ke ruangan transfusi darah.


Akhirnya setelah pemasangan jarum di lengan Nicholas, baru deh di donorkan darah nya. Author kurang tahu yaa kalau bagian yg di sini nya soalnya author gak pernah donor darah gitu loh.. jadi di sini author cuma ngebayangin saja...


Joliana mempunyai 2 phobia yaitu phobia racun (Iophobia) dan phobia darah (Hemophobia atau Hematophobia).


Fobia adalah perasaan takut berlebihan yang dirasakan seseorang terhadap situasi atau obejek tertentu. Ketakutan berlebihan ini tidak jarang menyebabkan depresi, kecemasan, dan kepanikan yang parah. Kebanyakan pengidap fobia tahu bahwa ketakutannya tidak beralasan, tapi tidak bisa mengendalikannya dan lebih memilih menghindari objek atau situasi yang ditakuti. Kondisi inilah yang membedakan fobia dengan ketakutan biasa.


Pengertian Fobia atau phobia yaa di atas..


Dan anak anak Joliana itu kan keturunan Joliana.


Anak anak Joliana juga memiliki phobia darah dari keturunan Joliana.


Karena Nicholas memiliki phobia darah, ia memutuskan untuk tidur saja dari pada ia pusing atau pingsan saat melihat darah.


"Ok baiklah nanti saya bangunkan yaa.." jawab Dokter Albert.


Nicholas pun tertidur dan donor darah masih berlanjut hingga 5 kantong darah.


Setelah beberapa jam, akhirnya selesai juga donor darah nya.


Dokter Albert pun membangun kan Nicholas karena donor darah nya sudah selesai.


"Dek.. bangun dek..." ucap Dokter Albert sambil menguncang badan Nicholas dengan pelan.


"Ehmm... sudah selesai ya dok?" tanya Nicholas dengan suara serak persis seperti orang yg baru bangun tidur.


"Sudah dek.. adek sudah boleh keluar sekarang, jangan lupa minum dan makan yg bergizi yaa dek. Oh yaa jangan lupa istirahat nya yg cukup yaa" ucap dokter.


"Ok dok.." ucap Nicholas lalu keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Nicholas pun pergi ke depan ruangan Joliana.


"Nak, ini di minum dulu yaa dan makan juga ini makanan nya, tadi om saat kamu lagi donor darah, om beli! Adik adik kamu sama bibi kamu tadi sudah makan kok, om juga sudah. Kamu tenang saja, makanan sama minuman nya tidak ada obat apapun kok.." ucap Al yg baru melihat Nicholas.


"Hmm.. baiklah om, makasih ya om!!" ucap Nicholas.


"Sama sama.." balas Al.


Nicholas pun memakan makanan nya dan minum minuman nya.


"Oh ya, ini donor darah nya kan sudah selesai.. nanti setelah 1 jam ia bakal sadar.. kalau misal nya sudah lebih dari 1 jam ia belum sadar, maka ia di nyatakan KOMA.." ucap dokter Albert yg baru keluar.


"Apaa koma??" ucap Al.


"Iya tuan, itu baru dari prediksi kami.. nanti akan kami pastikan lagi yaa.." ucap dokter Albert lalu pergi.


"Komaa?? Ah tidak jangan sampai bila itu terjadi!! Aku saja harus menanyakan pada Joliana apa aplikasi yg ada di hp nya!! Jangan jangan dia hacker lagi!! Ahhh.. tidak jangan jangan sampai itu terjadiii!!!" gumam Al.


"Eh Al? Aku ke kantor saja lagi yaa.. ada urusan nih soalnya... sekalian handle punya mu" ucap Eko.


"Ok baiklah, hati hati di jalan!!" ucap Al.


"OK!" ucap Eko.


Tiba tiba saja dokter Albert datang kembali..


"Ini ibu Joliana nya kita pindahin ke ruangan ICU ya sambil menunggu ia sadar.. nanti kalian bisa ajak ngobrol gitu.. tapi kalau bisa ya orang terdekat nya gitu.. dan itu agar kalian tidak perlu menunggu nya hingga 1 jam atau pun lebih" ucap dokter Albert.


"Orang terdekat? siapa?" tanya Nathan.


"Orang terdekat ibu Joliana, dan yang paling di sayangi ibu Joliana sampai dia tidak mau hilang!! Itu lah orang nya dek.." jawab Dokter Albert sambil tersenyum tipis pada Nathan.


"Hm..." balas Nathan sambil memikirkan siapakah orang terdekat mommy nya? Apa kah anak anak nya atau siapa lagi? Masalah nya kalau ia ingin mencari tahu itu tidak akan bisa. Karena mommy nya seorang hacker. Nathan memang mengetahui itu tetapi Joliana meminta nya untuk merahasiakan pada adik adik nya serta orang orang. Oleh karena itu lah mengapa tadi Nathan saat di tanya Al, ia bilang tidak tahu. Tetapi cerita yg tadi di ceritakan kakak kakak nya itu emang benar. Karena Nathan juga melihat mereka saat Joliana ke toilet dan meninggalkan hp nya di meja. Joliana sebenarnya mengetahui hal itu, tetapi Joliana tidak ingin memarahi anak anak nya.


Joliana pun akhirnya di pindah kan di ruangan ICU.


Skip bagian di ajak ngobrol..

__ADS_1


...🌷~Bersambung~🌷...


...~See you:-🌷...


__ADS_2