
...~ππ’π±π±πΊ ππ¦π’π₯πͺπ―π¨~...
Alice pun mulai makan, begitu juga dengan yg lainnya. Alice membawa bekal dari rumah, Jadi Alice makan makanan yg ia bawa dari rumah.
Setelah selesai makan, Alice dan teman-temannya pun berbincang sebentar karena masih ada 7 menit lagi waktu istirahat.
"Alice, kamu tahu gak??" tanya Linda pada Alice.
"Enggak." jawab Alice.
"Ya iyalah dia enggak tahu, Lin. Kamu aja belum bilang apa-apa sama Alice." ucap Edward pada Linda.
"Hehe. Aku cuma bercanda doang, kok." jawab Linda seraya tersenyum manis pada Edward. Senyuman manis itu.. seperti bertanda jika Linda menyukai Edward.
"Maaf ya, Alice." ucap Linda.
"Tidak apa-apa kok, Lin. Lagipula tadi kan kamu cuma bercanda." jawab Alice dengan lembut.
Linda yg mendengar suara lembut Alice pun hanya tersenyum. Sejujurnya, Linda menyukai Edward. Hanya saja, ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan anak sahabat keluarganya. Terlebih lagi, anak sahabat orang tuanya adalah musuh nya. Setiap bertemu, akan seperti Tom and Jerry.
Tapi karena Linda masih kuliah, orangtua nya pun memutuskan untuk membiarkan mereka berdua bertunangan hingga Linda lulus. Nama tunangan Linda adalah Dirga Abigal.
Lalu, selain itu yg menjadi halangan Linda dan Edward bersatu adalah perbedaan agama, restu orangtua, dan cinta. Edward hanya mengagumi Linda karena Linda terkenal karena kepintarannya di Universitas ini. Bukan karena ia mencintai Linda, Linda hanya salah menanggapinya.
Linda berharap semoga Dirga adalah benar-benar jodohnya. Meskipun ia tidak bisa bersama Edward, cinta pertamanya, tapi ia masih bisa berteman. Ia juga berharap semoga Edward mendapat pasangan yg lebih baik daripada nya. Contohnya seperti Alice.
Linda pun melamun sambil memikirkan itu semua. Sedangkan Alice dan Edward masih berbincang, mereka berdua tidak menyadari jika Linda dari tadi melamun.
Secara tidak langsung, Linda memberikan kesempatan untuk mereka berdua.
Lalu, di saat mereka berdua yg sedang berbincang, terdengar suara bel berbunyi. Itu artinya waktu istirahat sudah selesai.
"Lin.. ayo kita kembali masuk ke kelas." ajak Alice pada Linda. Linda sekelas dengan Alice, sedangkan Edward tidak sekelas dengan mereka berdua. Yg artinya Edward adalah kakak kelas di antara mereka berdua.
"Eh iya, Alice." sahut Linda setelah sadar dari lamunannya ketika mendengar suara bel dan juga suara Alice teman sekelasnya.
βββ
Sementara di Alea.
Alea sekarang baru saja mulai istirahat pertama.
Alea ke kantin bersama Emma dan juga Elisha pengawalnya.
Di kantin. β
Alea tadi membawa bekalnya, Elisha juga begitu. Sedangkan Emma tidak membawa bekal.
"Alea. Aku pergi beli makanan dulu ya!" ucap Emma pada Alea.
"Loh, kamu enggak bawa makanan ya?" tanya Alea pada Emma dengan perasaan bingung.
__ADS_1
"Iya." jawab Emma jujur.
"Em. Ya sudah, pergi beli lah. Hati-hati yaa!!" ucap Alea pada Emma.
"Iya, Lea." jawab Emma lalu pergi untuk membeli makanan.
Tiba-tiba genk cowok pun datang. Genk tersebut beranggota sekitar 5 orang. Satu ketuanya, dan empat anggotanya. Genk cowok ini juga merupakan cowok ganteng. Karena emang ganteng semua. (wkwkk). Dan juga anggota genk cowok ini memiliki mata buaya, yg di mana jika bertemu dengan wanita cantik maka akan menyapanya ala mereka sendiri.
"Hai." sapa anggota genk cowok tersebut yg bernama Gibran.
"Hai juga." sahut Alea. Jujur saja, meskipun Alea ramah tapi bila bersama lawan jenis, Alea akan menjadi sedikit canggung. Terlebih lagi pengawalnya yg bernama Elisha memiliki masa lalu sehingga ia tidak pernah berani untuk berduaan dengan pria.
"Mahasiswi baru yaa?" tanya anggota nya yg lain bernama Jordan.
"Iya, Kak." jawab Alea.
"Baru masuk hari ini yaa?" tanya anggotanya yg lain bernama Renaldo sambil mengedipkan matanya. Alea yg melihat itu pun hampir muntah karena kegenitan Renaldo.
"Iya, Kak." jawab Alea sambil melanjutkan makannya kembali tanpa menatap ke arah Renaldo.
"Huh.. Untung cantik. Kalau tidak, sudah ku habisin kamu." batin Renaldo kesal. Selama ini, jika ia menyapa seorang wanita yg menurutnya cantik dengan cara itu maka wanita tersebut akan malu-malu, tapi anehnya cara ini tidak bermutu dengan Alea. Apa mungkin ia harus menggunakan cara dukun?
"Boleh kami duduk di sini?" tanya ketua genk tersebut yg bernama Arkana Dylan dengan nada dingin.
"Tentu saja, boleh. Lagipula meja ini juga bukan milikku." jawab Alea dengan nada yg tidak kalah dengan Arkana dinginnya.
"Jadi maksud kamu, jika meja ini milikmu maka hanya kamu saja yang boleh menempati nya?" tanya Arkana pada Alea. Arkana terkenal dengan sifat dingin nya. Semua mahasiswi di sini rata-rata tertarik dengan Arkana. Tapi sayangnya tidak ada satupun wanita yg bikin Arkana tertarik. Semua itu karena.. didikan dari ayahnya.
Astaga.. Arkana, jangan fitnah Alea sembarangan dong. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhanπ. Oh ya, apa lagi ya yg lebih kejam dari fitnah?
"Ya." jawab Alea.
"Hem, jadi bolehkah kami duduk?" tanya Arkana pada Alea.
"Bukankah sudah saya katakan tadi. Kalian boleh duduk. Semua kursi di kantin ini, jika kalian ingin duduk ya silahkan. Tidak ada yang melarang." jawab Alea kesal.
Tidak lama, Emma pun datang dengan membawa makanan yg ia beli.
Emma terkejut ketika melihat banyak cowok ganteng apalagi itu semua adalah genk cowok yg ia incar. Tapi., kenapa hari ini tiba-tiba mereka datang duduk di kantin ya? Biasanya akan memilih makan di kelas.
"Haii.." ucap Emma. Namun sayangnya, tidak ada yg menjawab sapaan nya. Karena genk cowok pada asik mengobrol dengan suara keras, lalu ada yg sedang makan. Sedangkan Alea dan juga Elisha sedang makan, tapi mereka berdua tidak mendengar suara Emma karena suara genk cowok ini terlalu besar ketika mengobrol.
"Ha.. HAII!!" ucap Emma dengan suara keras.
"Hai, Emma. Kamu datang juga akhirnya. Ayo duduk!" ajak Alea ketika melihat Emma datang.
Emma pun menuruti apa kata Alea. Ia pun duduk di sebelah Alea. Kini, Alea berada di posisi tengah. Di samping kanan ada Elisha, dan di samping kiri nya ada Emma. Sedangkan para genk cowok tersebut duduk di depan mereka. Entah bagaimana caranya mereka bisa duduk berenam di kursi yg sempit itu. Bahkan Elisha, Emma, dan juga Alea merasa kesempitan.
Apa mungkin karena Emma yg terlalu gendut? Memang sih, Emma itu emang gendut pada kenyataannya.
"Alea. Kamu pakai pelet apaan? Kok bisa mereka semua duduk dekat dengan kita?" bisik Emma pada Alea dengan suara pelan.
__ADS_1
"Emma!! Aku tidak menggunakan pelet. Aku tidak mau punya banyak dosa. Ingat! Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan." bisik kembali Alea pada Emma dengan suara yg sedikit keras.
Suara Alea pun terdengar oleh genk cowok yg sedang bergobrol bahkan ada di antara mereka yg sedang berghibah.
"Iya." jawab Emma.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Arkana pada Emma dan juga Alea. Bahkan Arkana menatap tajam pada Alea dan juga Emma.
Emma yg melihat tatapan tajam dari Arkana pun meneguk saliva nya dengan sulit. Sedangkan Alea malah terlihat santai seakan-akan ingin menantang Arkana. Alea yg memiliki jiwa keberanian membuat Alea berani menantang siapapun, kecuali pada keluarganya
"Oh ya, kita kan belum kenalan. Jadi kita kenalan dulu ya!" ucap Jordan tanpa tahu situasi sekarang.
"Nama saya Jordan. Yang di samping kanan saya yang paling ujung itu nama nya Arkana Dylan dia adalah ketua kami. Sedangkan di sebelah kiri Arkana, itu adalah Renaldo. Dan untuk di sebelah kiri saya yang paling ujung adalah Gibran. Dan di samping kiri saya adalah Bagas." jelas Jordan.
"Saya sudah tahu. Ayo, Emma dan Kak Elis." ajak Alea pada Elisha dan juga Emma.
"Tapi, Lea.. makanan ku?" tanya Emma pada Alea. Sedangkan Elisha menurut pada Alea karena makanan nya sudah habis.
"Ah.. itu." ucap Alea terpaksa dan menunggu Emma. Emma pun makan makanan nya dengan cepat lalu ikut Alea dan juga Elisha.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan para genk cowok tersebut.
"Menarik." batin Bagas tersenyum melihat hal itu.
"Sangat menarik." batin Arkana.
...ππ° π£π¦ π€π°π―π΅πͺπ―πΆπ¦π₯......
Kira-kira apa ya yang akan dilakukan oleh Alea? Lalu, Bagas dan juga Arkana tertarik pada siapa? Alea, Elisha atau bahkan Emma?
Author belum memikirkan soal itu.
Coba kalian tebak nih hehe.
Sampai.. sini dulu yaa.
Dan jaga lupa dukungan nya nih, Author udah up nya hampir jam 11. Tapi review nya enggak tahu sampai jam berapa.
Dukungan nya yaa.
Likeβ
Komenβ
Favorit β
Voteβ
Hadiahβ
Author enggak minta semua ya, paling enggak tinggalkan like itu udah cukup bagi Author.
__ADS_1
Thank's All. ππ»π