Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 29 : PERSIAPAN HADIAH {~S3~}


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


⚘⚘⚘


Sementara di Arkana dan juga Bagas.


“Wait... tadi Elisha dan Alea bilang apa??”


“Tadi si Emma bilangnya dia maunya skincare. Dan kalau si Alea bilangnya mau cincin love.” jawab Bagas.


“Cincin love??” ucap Arkana.


“Iya. Cincin silver bentuknya love tadi aku denger.” jawab Bagas.


“Yaudah... ayo langsung ke toko perhiasan aja kita!!” ajak Arkana.


“Eehh.. bentarrr. Terus si Elisha suka apaa??” tanya Bagas.


“Gak tahu.” jawab Arkana.


“Aishh..” ucap Bagas kesal.


“Kalau gak gini aja deh. Kamu juga beli cincin, tapi cincin nya yang menurut kamu bagus. Gak peduli mahal atau murah, yang penting bagus. Nanti pas hari Valentine gass..” ucap Arkana.


“Gas apaan?? Gas elpiji??” tanya Bagas.


“Astaga, enggak gitu juga kali. Gass langsung lamar gitu lhoo.” jelas Arkana.


“Hem.” ucap Bagas paham.


“Ya sudah.. ayo!!” ajak Arkana.


Dan mereka berdua pun menuju ke toko perhiasan.


Karena tadi mereka masih di parkiran supermarket, maka mereka harus keluar dulu dari tempat parkiran.


Setelah keluar dari tempat parkiran, mereka pun menuju ke toko perhiasan.


⚘⚘⚘


Setelah lamanya perjalanan dan mencari toko perhiasan, akhirnya mereka pun menemukan toko perhiasan yg masih buka. Karena yg lainnya kebanyakan tutup karena lagi liburan.


Mereka pun masuk ke toko perhiasan tersebut.


“Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu??” sapa karyawan toko perhiasan tersebut.


“Ada.. cincin silver yang bentuknya love, tidak??” tanya Arkana pada karyawan toko tersebut.


“Cincin silver bentuknya love. Sepertinya ada. Mari ikut saya.” sahut karyawan tersebut lalu pergi dengan di ikuti Arkana dan juga Bagas. Karena Bagas ingin tahu apa saja cincin yg ada dan membuat ia tertarik.

__ADS_1


Mereka pun ke tempat cincin.


Arkana pun melihat beberapa cincin.



Semua yg dilihatnya, tidak ada satu pun cincin yg bikin ia tertarik. Begitu juga dengan Bagas.


“Tadi anda bilang mau cincin silver bentuk love, 'ya?” tanya karyawan tersebut kepada Arkana.


“Iya, mbak.” jawab Arkana. Arkana memanggil karyawan tersebut dengan sebutan “mbak” karena karyawan tersebut wanita.


"Baiklah, sebentar saya keluarkan dulu.” sahut karyawan tersebut lalu mengeluarkan cincin silver berbentuk love.



Arkana yg melihat cincin tersebut pun menjadi tertarik. Ia pikir tadi jika cincin silver tidaklah bagus, tapi yg bagus itu adalah cincin gold. Tapi siapa sangka, jika cincin silver juga sangatlah bagus.


“Jadi, Tuan mau yang mana??” tanya karyawan tersebut setelah mengeluarkan cincin silver yg berbenru love dengan motif berbeda. Namun, Arkana sudah jauh tertarik dengan cincin yg pertama kali di keluarkan oleh karyawan tersebut.


“Em... yang ini aja deh, mbak.” jawab Arkana sambil menunjuk cincin yg pertama kali karyawan itu keluarkan.


“Baiklah. Lalu, bagaimana dengan Anda, Tuan?” tanya karyawan tersebut beralih pada Bagas.


“Em... apa masih ada yang lain?” bukannya menjawab, justru Bagas kembali bertanya kepada karyawan tersebut.


“Ada, Tuan. Di toko ini masih banyak lagi, mungkin Tuan bisa berkeliling di toko ini sambil melihat-lihat yang bagus.” jawab karyawan tersebut.


Hingga pada akhirnya, Bagas pun menemukan cincin yg membuatnya tertarik untuk melihat nya.



*Hanya sekedar contoh. Begitu juga dengan yg atas.*


“Em.. mbak.” panggil Bagas kepada karyawan yg sedang menunggu Bagas memilih cincin untuk dibeli sambil bermain ponselnya. Entah apa yg dilakukan mbak karyawan tersebut sambil bermain ponsel. Tapi jika didengar dari suara ponselnya, sepertinya mbak tersebut sedang bermain aplikasi toktok di ponselnya.


Karyawan tersebut menggunakan earphone untuk mendengar lagu di ponselnya. Bagas yg memanggil karyawan tersebut pun tidak didengar sama sekali oleh mbak karyawan tersebut.


“Mbak??” panggil Bagas kepada mbak karyawan tersebut dengan suara sedikit keras. Namun, sama sekali tidak dijawab karena mbak karyawan tersebut terlalu asik dengan ponselnya.


Arkana yg sedang sibuk bermain ponselnya pun terdengar suara Bagas yg sedikit keras, Jadi, Arkana kerasa terganggu. Lalu, saat ia ingin menoleh ke arah Bagas, ia malah melihat mbak karyawan tadi asik bermain ponsel milik mbak karyawan itu sendiri.


Lalu, Arkana pun mulai paham mengapa Bagas mengeraskan suarannya sedikit. Penyebabnya adalah mbak karyawan ini terlalu asik dengan ponselnya.


“Arkan, Arkan..” panggil Bagas pada Arkana secara tiba-tiba membuat Arkana yg sedang berpikir terkejut. Dan hampir saja ponsel mahal Arkana terjatuh. Jika terjatuh, kemungkinan ponsel Arkana akan hancur dan rusak sehingga Arkana harus membelinya lagi.


“Astaga.. ada apa?” sahut Arkana dengan perasaan terkejut. Bagaimana Arkan tidak terkejut? Bagas memanggil namanya secara tiba-tiba. Beruntung Arkana tidak memiliki penyakit jantung ataupun penyakit serangan jantung secara tiba-tiba. Jika ada, mungkin Arkana akan segera dibawa ke rumah sakit.


“Itu lho.. tolong bantuin panggilin mbaknya.” jawab Bagas.

__ADS_1


“Memangnya tadi kamu berapa lama sampai mbaknya lama nunggu??”


“Ya kira-kira mungkin sekitar setengah jam lah, gak lama juga kok.” sahut Bagas.


“Iya tapi untuk menurut kamu. Aku aja yang nunggu lama sekali, sampai aku tadi sempat kira udah dua jam. Tapi untung aku udah lihat jam duluan.” kesal Arkana.


“Iya iya deh. Maaf.” ucap Bagas.


“Ya udah. Aku bantuin.” jawab Arkana.


“Beneran?” tanya Bagas pada Arkana dengan wajah berbinar.


“Enggak. Cuma bohong.” jawab Arkana yg membuat wajah berbinar Bagas mulai luntur seketika.


“Bercanda..” ucap Arkana sambil menahan tawa ketika wajah berbinar Bagas mulai luntur.


Arkana pun membantu Bagas untuk memanggil mbak karyawan tersebut.


“Mbakk...” panggil Arkana dengan suara keras sehingga beberapa pelanggan atau pembeli sedikit terganggu lalu mulai menatap tajam pada Arkana, tapi Arkana malah memasang wajah tak bersalah membuat pelanggan atau pembeli tersebut kesal.


"Eh, iya Tuan. Apa sudah?” tanya karyawan tersebut setelah sadar jika ia sudah menunggu setengah jam.


“Sudah.” jawab Bagas dan Arkana.


“Baiklah, saya hitung dulu.” sahut karyawan tersebut lalu mengambil kalkulator dan mulai mengetik beberapa angka dan di tambah.


“Oke.. untuk cincin silver bentuk love itu harga nya 15 juta dan cincin yang bentuknya bunga itu harganya 15 juta juga. Jadi, totalnya 30 juta.” ucap karyawan tersebut.


“Dan karena sedang diskon untuk hari ini, maka dikurangkan 5 juta saja. Jadi, yang dibayar hanya 25 juta, Tuan.” tambah karyawan tersebut.


Lalu, Arkana dan Bagas pun mulai membayar.


Arkana membayar kepada karyawan tersebut dengan 12,5 juta dan Bagas 12,5 juta. Sama-sama adil bukan?


Dan untuk cincin nya tidak lupa dengan kotak merah berbentuk love.


Mereka berdua pun pulang setelah membeli dan membayar cincin tersebut ke rumah masing-masing.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


Maaf upnya 1000 kata terus🙏🏻


Karena Author tidak bisa up banyak-banyak kata karena baru 1000 kata aja udah pegal wkwk.


Dan bagaimana menurut kalian di bab ini? banyak typo nya tidak? Kalau banyak atau ada typo, tolong komen ya nanti biar Author revisi soalnya.


Ok deh, mungkin cuma segitu aja yg Author sampaikan.


Jangan lupa dukungan nya buat Author

__ADS_1


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2