
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Ternyata di bab kemaren hanya lah mimpi di Alena. Justru ini lah asli nya.
Asli nya :
Karena perjalanan membutuhkan 3 jam. Alena pun memutuskan untuk tidur saja. Memang soal penutup mata itu memang beneran. Tapi saat sampai rumah berbeda yaa.
Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya mobil yg di naiki Alvaro maupun Alena pun sampai.
Ternyata Alvaro tidak langsung mengendong Alena ke rumah. Justru ia malah mencium semua wajah Alena. Tapi untuk penutup mata nya sudah di lepaskan.
Tujuan Alvaro mencium semua wajah Alena ada 2. Satu : Supaya Alena bangun, dan kedua : supaya bisa cium Alena. Haha.. modus benerπ ..
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
__ADS_1
Cup!
Alvaro pun mencium wajah Alena dengan berkali-kali.
"Geli.. siapa sih yg cium?" tanya Alena dengan mata yg tertutup.
"Sudah bener." gumam Alvaro lalu kembali mencium wajah Alena lagi.
"Haha.. geli. Stop! Ya, Alena bangun nih." ucap Alena lalu membuka kedua mata nya.
"Kak Alvaro?" panggil Alena.
"Hem?" tanya Alvaro lalu keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Alena.
"Ayo masuk ke rumah nya!" ajak Alvaro.
"Loh? Sudah sampai ya kak? Perasaan Alena tidur nya baru bentar deh." gumam Alena.
"Lena. Kamu sudah tidur 3 jam tadi. Ayo masuk!" ajak Alvaro.
Alena pun keluar dari mobil nya. Mobil pun di parkiran oleh satpam.
Alvaro pun menggandeng tangan Alena dan berjalan masuk ke rumah sama-sama.
"Hemm.. Harum." ucap Alena ketika mencium bunga nya.
"Apa kamu suka dengan bunga nya?" tanya Alvaro.
"Suka banget, kak. Makasih banyak kak!" ucap Alena lalu mencium pipi Alvaro.
"Lena.. jangan menggoda ku." ucap Alvaro.
Namun, Alena tetap mencium Alvaro.
Alvaro yg merasa ada yg terbangun pun mengendong Alena ke dalam kamar.
"Kak, kenapa Alena di gendong!" protes Alena.
Tolong yg belum cukup umur, skip bab ini. Ini khusus 18++
Adegan 18++
"Apa kamu tidak tahu, Lena? Kamu membuat ini bangun." ucap Alvaro sambil menunjuk bawah nya yg sudah tegang.
__ADS_1
Alvaro menunjuk ketika ia sudah menurunkan Alena dari gendongan nya, Dan sudah sampai juga di kamar. Pintu kamar juga tak lupa di kunci.
"Apa kamu mau melakukan nya lagi?" tanya Alvaro.
"Hem... apa boleh kak?" tanya Alena dengan pipi merona.
"Tentu saja, siapa yang bilang tidak boleh?" ucap Alvaro terkekeh.
Alvaro pun membuka semua pakaian yg di kenakan Alena. Tak lupa juga dengan diri nya.
Setelah benar-benar polos, Alvaro pun menindih tubuh Alena.
Ia mencium wajah Alena dengan berulang kali sebagai pemanasan.
"Gelii kak." protes Alena ketika wajah nya di cium terus.
Alvaro yg mendengar ucapan Alena pun menghentikan cium nya. Namun, ia meninggalkan jejak merah kebiruan di leher Alena. Itu cukup membuat Alena kegelian lagi.
"Kak." ucap Alena.
"Bukan kah kata kamu, kamu menginginkan nya lagi?" tanya Alvaro.
Pertanyaan Alvaro suskes membuat Alena terdiam.
Alvaro pun terus menghisap leher Alena. Setelah di rasa nya sudah cukup, ia pun turun ke dada Alena.
"Kamu tahu, Lena? Dada mu ini besar sekali." ucap Alvaro sambil memegang kedua dada Alena.
Ia pun meninggalkan jejak yg sama seperti di leher Alena. Namun, kali ini bukan lagi di leher Alena tetapi justru di dada Alena.
Setelah di rasa sudah cukup, Alvaro pun melakukan nya.
Alvaro pun mulai memasukkan milik nya ke dalam milik Alena.
Hingga akhirnya mereka berdua pun selesai melakukan nya.
Mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.
...~π©πππππππππ~...
Terima kasih yg sudah dukung author.
Jangan lupa like nya yaa..
__ADS_1
TerimaKasih