Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 63


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Untuk panggilan Ayu sekarang author ganti jadi sayang ya kalau di panggil Al. Biar tidak terlalu canggung saja gitu sih.


"Sayang, kamu tadi habis jemput siapa?" tanya Al.


"Jemput teman masa kecil ku honey!" jawab Ayu.


"Perempuan atau laki-laki?" tanya Al.


"Perempuan dong! Aduh.. suami ku posesif banget ya!" ucap Ayu sambil mencubit pelan pipi Al.


"Sudah mulai ya?" ucap Al.


"Nanti kalau kamu sudah selesai PMS nya, akan ku hajar nanti kamu sayang." ucap Al.


"Itu kan masih minggu depan honey, masih lama." ucap Ayu.


"Sayang, nanti jadi kan ketemuan sama teman yang kamu jemput tadi??" tanya Al mengalihkan pembicaraan.


"Jadi dong.. emang kamu gak mau ketemuan sama dia honey?" ucap Ayu.


"Mau dong.. aku penasaran siapa dia." ucap Al.


"Lah memang nya orang suruhan kamu tidak kasih foto gitu? Perasaan tadi ku lihat ada deh yang ambil kamera lalu.. foto." ucap Ayu.


"Tapi burem masalah nya sayang." ucap Al.


"Lah, kenapa bisa burem? Aku lihat orang suruhan kamu sampe foto berkali-kali loh baru di kirim." ucap Ayu.


"Tapi bohong hihihihihi." ucap Al tertawa cekikikan.


"Sudah ku duga." lirih Ayu.


Siang nya kemudian..


Sebelum tepat jam yg mereka sepakati, Ayu dan dokter Ana sedang mengirimkan chat pada satu sama lain.


Β 


Dokter Ana


Nanti ketemuan nya di mana Yu?


^^^Anda^^^


^^^Hm.. di mana ya? Bentar aku masih mikir dulu.^^^


Dokter Ana


Bagaimana kalau ke restoran saja gitu? Biar sekalian makan siang.


^^^Anda^^^


^^^Nah boleh juga tuh. Mau di restoran mana?^^^


Dokter Ana


Hmm.. di restoran Lily saja gimana? Masakan di sana enak sekali loh!


^^^Anda^^^


^^^Restoran Lily? Oke!^^^


Dokter Ana


Terus kalau gak salah di sana juga bisa ruangan VVIP kan? Biar lebih privasi kalau mau bicara hehe.


^^^Anda^^^


^^^Oke deh..^^^


Dokter Ana

__ADS_1


Sampai jumpa nanti Yu.


^^^Anda^^^


^^^Iya Ana.^^^


Β 


"Lagi chat siapa?" tanya Al.


"Dokter Ana.. orang yang aku jemput tadi.. katanya dia maunya di restoran Lily biar sekalian makan siang." jawab Ayu.


"Hm.. oke! Ayo berangkat sekarang." ajak Al.


"Hah sekarang? Ini masih jam berapa ini loh honey?" ucap Ayu.


"Eh, tadi janjian nya jam berapa?" tanya Al.


"Janjian nya jam.. jam 1 kurang 25 menit honey!" jawab Ayu.


"Hmm.. ini sudah jam 12 loh sayang." ucap Al.


"Eh? Iya juga ya! Ya sudah ayo berangkat!" ajak Ayu.


"Ayo, tapi pakai mobil siapa?" tanya Al.


"Pakai mobil aku aja honey!" jawab Ayu.


"Hmm.. oke!" ucap Al.


Mereka berdua pun berangkat menggunakan mobil Ayu.


"Sayang, aku yang nyetir saja ya?" pinta Al.


"Hm.. oke!" jawab Ayu.


"Yess!!" ucap Al.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Ayu. Pintu apartemen sebelum nya sudah di kunci sama Al.


Setelah itu, Al pun menjalankan mobil nya.


Tampak sekali jika Ayu tengah menelepon orang suruhan nya.


Tut.. tutt...


"Halo Nona?" ~Lia. (Masih ingat kah kalian dengan Lia? Jika lupa, silahkan membaca ulang).


"Nah, halo Lia? Apa Dokter Ana sudah berangkat?" ~Ayu.


"Sudah nona, ini barusan ia berangkat." ~Lia.


"Oke, berapa orang yang mengikuti Dokter Ana?" ~Ayu.


"Sekitar 32 orang nona. Saya juga ikut. Sedangkan 18 orang nya lagi menjaga rumah." ~Lia.


"Oke, tolong jaga dokter Ana baik-baik. Jangan sampai terjadi sesuatu pada nya!" ~Ayu.


"Baik nona." ~Lia.


"Oke, Terima kasih Lia." ~Ayu.


"Sama-sama nona. Itu sudah jadi tugas kami." ~Lia.


Tutt.. tutt..


"Sayang, pada siapa kami telpon?" tanya Al.


"Orang suruhan aku." jawab Ayu.


"Oh." ucap Al.


Ayu duduk di samping Al.

__ADS_1


Di belakang mobil Ayu, ada 1 mobil yg mengikuti mereka berdua.


Mobil itu di tempati orang suruhan Al.


Hm, sepertinya Al juga bukan orang sembarangan ini.


"Honey, berapa banyak mobil yang mengikuti kita?" tanya Ayu ketika melihat ke belakang mobil.


"Satu." ucap Al.


"Satu? Tapi.. kok ada dua ya?" ucap Ayu.


"Hah dua?" ucap Al lalu mencoba menepikan mobil nya dan memberhentikan nya.


Dan di lihat nya memang benar ada 2 mobil yg mengikuti mereka.


"Bener kan?" ucap Ayu.


"Bener." ucap Al.


"Hm.. apa mungkin ini serangan dari.. DOKTER INNA?" gumam Ayu.


"Hah? Dokter Inna?" tanya Al.


"Hm.. iya, aku melupakan diri nya saat itu. Jadi kemungkinan ia ingin membalas dendam karena.. ahh." ucap Ayu sambil mengingat kembali.


"Karena apa?" tanya Al.


"Hm, untuk itu bukan nya aku tidak mau memberitahu.. tapi.. aku tidak bisa mengingat nya." jawab Ayu menunduk sedih.


"Emang susah buat mengingat nya, yang aku bingung kan siapa nya Givani dan Kalisa buat Dokter Inna. Apa sahabat, saudara atau apaan." ucap Ayu lagi.


"Hm.. ya udah gak apa-apa, kita sekarang lawan saja mereka." ucap Al.


"Apa kamu yakin honey?" tanya Ayu.


"Yakin dong. Kamu di dalam mobil saja ya!" pinta Al.


"Masa gitu sih? Gak adil dong!" protes Ayu.


"Adil dong, masa suami membiarkan istri nya melawan penjahat sih..!!" ucap Al.


"Gak! Pokok nya kita sama-sama turun!" ucap Ayu lalu langsung turun tanpa aba-aba.


Al yg melihat Ayu turun pun ikut turun.


"Tuh kan bener dokter Inna." gumam Ayu.


"Hahaha, Anda masih mengingat saya bukan?" ucap dokter Inna dengan sombong nya.


"Tentu." ucap Ayu.


"Apa Anda tidak tahu seberapa penting nya Givani dan Kalisa bagi hidup saya?" tanya Dokter Inna.


"Saya tahu seberapa penting nya itu." ucap Ayu.


"Dan apa Anda tahu siapa Kalisa dan Givani bagi hidup saya?" tanya Dokter Inna.


"Saya mungkin lupa, tapi saya tidak akan membiarkan Anda membuat korban di sini." ucap Ayu dengan percaya diri.


"Wah.. ini pasti suami Anda bukan?" tanya dokter Inna.


"Tentu dan dia akan tetap menjadi suami ku sampai maut memisahkan." ucap Ayu.


"Hm, oke sudah basa-basi nya.. bersiaplah untuk menerima kekalahan nona." ucap dokter Inna.


"Kekalahan saya atau kekalahan anda?" ucap Ayu.


Dokter Inna yg geram dengan ucapan Ayu pun langsung menyerang Ayu tanpa aba-aba.


Beruntung Ayu sempat menghindar, jadi yg di serang Dokter Inna adalah angin.


Dan Al tadi di suruh Ayu buat mundur pakai isyarat tangan. Dokter Inna tak menyadari hal itu.

__ADS_1


Untung saja Al paham dengan isyarat tangan Ayu. Walaupun Al menolak awal nya tapi dengan paksaan Ayu, akhirnya Al pun menuruti nya.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2