Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 14 : Kak Edward!! {~S3~}


__ADS_3

...~𝘏𝘒𝘱𝘱𝘺 π˜™π˜¦π˜’π˜₯π˜ͺ𝘯𝘨~...


"Itu hanya sekedar hoax." jawab Christian.


"Hah?" ucap Alina semakin bingung.


"Kamu tahu kan, Alina. Apa itu hoax?" tanya Christian pada Alina.


"Tahu, Kak." jawab Alina.


"Nah, jadi maksud aku.. foto bukti tersebut diedit dan untuk beritanya hoax." jelas Christian.


"Oh." ucap Alina hanya sekedar oh ria.


⚘⚘⚘


Sementara di Alice dan Edward.


"Tentu." jawab Edward.


Mereka berdua pun foto berdua. Dengan latar belakang ikon dari Singapura.



*Hanya sekedar contoh.*


Mereka berdua kini berada di Merlion Park.


Alice sudah mendaftarkan dirinya di salah satu universitas yg terkenal di Singapura. Nama Universitas di Singapura yg dipilih Alice adalah National University of Singapore (NUS).


Edward juga kebetulan adalah mahasiswa baru di sana. Karena Edward sekolah SMA di Indonesia, kini ia kuliah di Singapura.


Ini tidak di sengaja, tapi suatu kebetulan.


Cekrek!!


Terdengar suara. Ya, itu adalah suara ponsel yg sedang digunakan untuk memotret.


⚘⚘⚘


Sementara di suatu tempat.


Ya, disini adalah tempat dimana pria yg disukai Alice berada.


Pria itu bernama Roy. Tunangan nya bernama Tiara.


"Honey,. Tiara minta 200 juta dong." ucap Tiara pada tunangannya yg bernama Roy.


"200 juta?" tanya Roy pada Tiara.


"Iya, honey." jawab Tiara.


"Baiklah. Aku akan segera mentransfer kan uang tersebut kepada mu." ucap Roy lalu membuka ponselnya dan segera mentransfer kan uang kepada Tiara melalui aplikasi bank nya.


Ting!


Terdengar suara notifikasi dari ponsel Tiara. Ya, itu adalah notifikasi jika Roy mentransfer kan uang sebanyak 200 juta kepada Tiara.

__ADS_1


"Yes." batin Tiara tersenyum licik. Entah apa yg ia rencanakan kali ini.


"Sudah masuk, Sayang?" tanya Roy tersenyum manis kepada Tiara. Entah apa yg direncanakan Roy juga. Senyuman manis itu seperti tidak benar-benar tersenyum manis. Melainkan tersenyum yg artinya tidak diketahui.


"Sudah, Honey. Terima kasih ya." jawab Tiara lalu mengecup pipi Roy dan pergi untuk shopping.


"Ya." ucap Roy sebelum Tiara benar-benar pergi.


"Tiara.. Aku mencintaimu. Jika suatu hari kamu berkhianat padaku, Aku tidak akan mengampuni mu." batin Roy.


⚘⚘⚘


Sementara di suatu tempat yg lain.


"Bagaimana hasilnya?" tanya bos nya pada suruhan nya.


"Misi masih belum selesai dilaksanakan, Bos." jawab suruhan nya yg ternyata adalah teman palsu Hani saat itu.


"Haduh.. lalu sampai kapan baru selesai?" tanya nya pada suruhan nya dengan perasaan kesal. Bagaimana tidak, ini sudah berapa bulan tapi rencana masih belum dilaksanakan. Sebenarnya suruhan nya ini serius dalam menjalankan misi apa tidak?


"Maaf, Bos. Saya sedang berusaha." jawab suruhan nya.


"Baik. Jika minggu depan masih belum kamu laksanakan juga, maka aku akan turun tangan mengenai misi ini!!!" ucap bos nya pada suruhan nya dengan nada tegas.


"Baik, Bos." jawab suruhan nya patuh.


Suruhan nya pun pergi dari hadapan bos nya.


"Haduh.. bagaimana ini? Dari bulan lalu, bos selalu meminta saya untuk segera melakukan misi tersebut. Tapi senjata nya hilang semua. Satu per satu senjata hilang per harinya. Bahkan saya sudah melebihkan pengawal yg menjaga semua senjata tersebut. Apa ada yang berkhianat di sini?" batin suruhan nya bingung.


Sedangkan di bos nya.


Bos nya pun meminta salah satu suruhan nya yg lain untuk mengawasi gerak-gerik suruhan nya yg tadi. Siapa tahu ia berkhianat, seperti misalnya berpura-pura baik didepannya sedangkan di belakang nya ia malah berkhianat padanya. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi.


Dia berharap jangan sampai itu terjadi. Apalagi suruhan nya yg itu sudah bekerja dengannya cukup lama. Dan selalu cepat dalam melaksanakan misi. Tidak mungkin ia tiba-tiba berkhianat padanya? Apa mungkin ada seseorang yg mengancamnya? Tapi ia percaya, tidak mungkin suruhan nya itu mudah tertipu oleh ancaman aneh itu.


Batinnya pun terus bertanya-tanya. Pikirannya bahkan juga sudah sampai ke mana-mana. Jangan sampai itu terjadi!! Bila itu terjadi, ...


"Hufttt." ucap bos nya sambil menarik nafasnya. Ia pusing untuk misi kali ini.


Ia pun memilih untuk tidur saja. Daripada is stres memikirkan misi tersebut. Ia berharap tidak ada yg berkhianat padanya. Terlebih lagi suruhan nya yg itu.


Apa yg akan terjadi jika suruhan nya yg itu berkhianat padanya?


⚘⚘⚘


Sementara di Alice dan juga Edward.


"Ini hasil fotonya." ucap Edward sambil memperlihatkan ponsel nya yg terlihat ada foto yg telah di ambilnya.


"Bagus." puji Alice.


"Apanya yang bagus??" tanya Edward pada Alice dengan perasaan bingung.


"Pemandangan nya." jawab Alice.


"Lalu?" Edward sambil menatap mata Alice.

__ADS_1


"Itu saja." jawab Alice sambil menatap mata Edward kembali. Entah kenapa jika Alice bersama Edward, ia merasa nyaman. Padahal baru saja mereka berdua bertemu.


"Oh." ucap Edward hanya sekedar oh ria.


"Oh ya, nomor ponsel kamu berapa Alice?" tanya Edward pada Alice.


"Eh, bentar. Sebelum kirim, Alice mau minta kak Edward untuk foto lagi." ucap Alice cepat.


"Hah?" tanya Edward bingung.


"Itu, Alice mau minta Kak Edward buat foto lagi." jawab Alice.


"Kak Edward?" ucap Edward semakin bingung.


"Iya, Kak. Sepertinya Kak Edward lebih tua dari Alice, jadi Alice panggil kamu Kak Edward." jawab Alice.


"Umur kamu berapa, Alice?" tanya Edward pada Alice.


"23 tahun." jawab Alice.


"Oh." ucap Edward hanya sekedar oh ria.


"Lalu, umur Kak Edward berapa?" tanya Alice pada Edward.


"24 tahun." jawab Edward.


"Oh." ucap Alice hanya sekedar oh ria.


"Kenapa kamu tidak panggil saya dengan nama saja?" tanya Edward pada Alice.


"Karena Mama Alice mengajarkan Alice untuk memanggil orang yang lebih tua dari kita dengan sopan. Misalnya, jika kita sedang bergobrol dan kita merasa lawan bicara kita lebih tua dari kita, maka kita harus memanggilnya dengan sebutan 'Kakak' jika merasa sedikit tua dari kita. Dan misalnya jika ia sudah tua seperti nenek atau kakek, maka kita harus memanggilnya dengan sebutan 'Kakek' untuk laki-laki yang sudah tua, dan 'Nenek' untuk perempuan yang sudah tua." jelas Alice panjang lebar kepada Edward. Alice berharap Edward mengerti.


Sedangkan Edward hanya menggaruki tenguknya yg tidak gatal. Ia bingung maksud dari Alice. Terlebih lagi, ia lebih sering di Singapura. Hanya saja saat itu ia kuliah di Indonesia selama 1 tahun karena ingin menikmati suasana berbeda. Karena saat itu Edward sangat penasaran dengan suasana di Indonesia. Edward juga penasaran bedanya suasana di Indonesia dan Singapura.


Tapi kini, Edward sudah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan nya sendiri.


"Kak Edward mengerti kan?" tanya Alice pada Edward.


Edward pun hanya menggelengkan kepalanya. Ia memang tidak paham. Bukan sengaja atau main-main. Tapi ini memang ia tidak paham.


Alice sekarang seperti sedang menjadi seorang guru, dan Edward menjadi murid Alice.


"Kak Edward!!" ucap Alice kesal.


Alice berpikir jika Kak Edward sedang bermain-main padanya. Oleh sebab itulah mengapa ia terlihat kesal saat ini.


"Iya, Alice. Kak serius." jawab Edward.


Alice pun hanya menepuk jidatnya. Ia tidak tahu cara menjelaskan kembali kepada Kak Edward. Menjelaskan pada Kak Edward tadi saja membuatnya haus.


...π˜›π˜° 𝘣𝘦 𝘀𝘰𝘯𝘡π˜ͺ𝘯𝘢𝘦π˜₯... ...


Jangan lupa dukungan nya yaa..


Ini sudah lumayan panjang, loh. Ini sekitar 1200 kata. Author capek ngetik nya buru-buru, jadi maaf kalau banyak typo nya hehe.


Ok deh, sampai sini dulu ya Kak...

__ADS_1


Ingat, jangan lupa dukungan nya buat Author biat Author makin semangat buat nulisnya lebih panjang atau double up.


Thank's All,. πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2