
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Eitsss.. apa kamu lupa nak?" tanya Vena.
"Hah? Lupa apa mi?" tanya Alvaro.
"Apa kamu tidak lihat jelas ke mana papi kamu?" tanya Vena.
"Tidak mi." jawab Alvaro.
"Papi kamu itu ke ruang kerja nya. Ya sudah.. ayo tidur." ajak Vena.
"Ke ruang kerja? Tapi tadi aku lihat nya papi ke kamar deh." ucap Alvaro.
"Mungkin kamu salah lihat. Kalau tidak percaya, coba kamu ke kamar papi dan mami." ucap Vena.
"Hm." jawab Alvaro lalu ke kamar Vano dan juga Vena.
"Bisa kan?" tanya Vena setelah Alvaro kembali.
"Bisa mi." jawab Alvaro.
"Nah benar kan. Penglihatan mami tidak pernah salah." ucap Vena.
"Iya-iya. Alvaro mau tidur dulu ya mi." ucap Alvaro.
"Iya nak, selamat malam." ucap Vena.
"Selamat malam juga mi." ucap Alvaro.
Setelah itu, mereka berdua pun ke kamar masing-masing.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Di ruang kerja Vano..
"Eh? Kok aku malah jadi ke ruang kerja ya?" tanya Vano.
"Astaga, aku lupa. Kalau warna pintu kamar aku dan juga Vena dengan pintu ruang kerja sudah di ganti." ucap Vano lalu menepuk jidat nya sendiri.
"Kenapa aku bisa lupa sendiri sih? Niatnya sih tadi.. ahh.. gimana ya? Bisa-bisanya aku selalu lupa!!" gerutu Vano.
"Ahh.. kalau gitu mending nyelesain nih berkas dulu baru tidur." gumam Vano.
Vano pun menyelesaikan berkas-berkas yg harus di urus.
Vano pun terus menyelesaikan hingga tak terasa sudah jam 3 subuh.
"Hoaamm.. ternyata banyak juga ya. Setelah beberapa minggu tidak di urus. Haduehh.. mana masih banyak lagi nih. Asisten pribadi urus nya yang ada di kantor!! Ahh.. sudah jam berapa ini??" ucap Vano.
"Apaaaaaa sudah jam 3 subuh??????" pekik Vano.
"Kenapa aku dari tadi bicara sendiri ya? Apa ada orang di sini? Atau aku nya yang sudah gila?" gumam Vano.
Vano pun keliling di ruang kerja nya. Lalu ia pun melihat foto-foto yg ada di ruangan kerja nya. Hingga ia pun ke foto yg seram.
(Foto-foto yg di kumpulkan Vano untuk menjahili orang).
"Ini.. AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!" teriak Vano.
(Hahahhahahahaa.. kasihan kamu Vano, mau jahili orang tapi malah kena sendiri ya hahaha.) batin author.
__ADS_1
Vano pun keluar dari kamar nya.
"Hah! Akhirnyaa!!!! SIAPA SIHHH YANG MASANG FOTO ITU?" geram Vano.
Pelayan yg kebetulan tugas nya malam mendengar teriakan Vano di luar ruangan kerja pun segera menghampiri Vano.
"Maaf Tuan, ada apa ya teriak-teriak subuh-subuh gini??" tanya pelayan.
"Ahh.. itu. Di ruang kerja saya ada foto yang di dinding. Foto nya seram sekali. Apa bisa tolong bantu lepasin semua nya??" seru Vano.
"Bisa Tuan, mari." ajak pelayan.
"Tuan, Tuan, anda yang minta pasang. Malah minta lepasin." batin pelayan tersebut.
Ternyata pelayan tersebut yg memasang foto seram tersebut.
Pelayan tersebut pun melepaskan foto-foto seram tersebut. Sedangkan Vano yg di belakang pelayan itu memalingkan wajah nya karena tidak ingin melihat foto seram itu.
"Sudah Tuan. Ada yang bisa saya bantu lagi??" tanya pelayan tersebut dengan memegang tumpukan foto seram tersebut.
"Tidak!" jawab Vano.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Tuan." ucap pelayan tersebut lalu pergi ke gudang untuk meletakkan foto seram tersebut.
"Huh! Jadi kalau begini, aku kembali saja lah ke ruang kerja untuk tidur. Mana sudah hampir jam 4 subuh lagi." gumam Vano
...~π©πππππππππ~...
Ini.. AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!
Hahaha.. please author tulis ini sambil nahan tawa. Semoga kalian yg membaca tidak tertawa ya.
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya kak.
Terima kasih.