Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 35


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Tentu saja aku bisa mencari nya! Bahkan hanya 1 klik saja!" ucap Joliana.


"Bagaimana bisa dalam 1 klik?" tanya Velly.


"Anda tahu bukan berita hacker yang masih viral? Hacker itu adalah seorang wanita. Anda pasti mencari-cari identitas nya bukan?" tanya Joliana.


"Tentu! Dan aku sudah mencari nya selama 6 tahun tetapi tidak ada hasil nya!" jawab Velly.


"Ya! Anda tahu siapa wanita itu?" tanya Joliana sambil melangkah dekat dengan Velly.


"Ti... tidak tahu!" ucap Velly.


"Ya ya! Tentu saja Anda tidak tahu, karena aku sudah menutupi identitas wanita tersebut rapat-rapat! Dan hari ini Anda akan tahu siapa kah wanita itu!" ucap Joliana.


"Si..siapa?" tanya Velly gugup.


"Wanita itu adalah aku sendiri!" ucap Joliana sambil melangkah cepat ke Velly tanpa peduli dengan infus nya. Sedangkan Velly terus mundur hingga ke pintu.


"Kamu sendiri?" ucap Velly.


"Ya!" ucap Joliana dengan lantang.


Lalu masuk lah 5 orang polisi ke dalam ruangan.


"Maaf nona, Anda harus ikut dengan kami atas pencobaan membunuh Nona Joliana!" ucap salah satu polisi tersebut.


"Itu.. itu tidak mungkin! Itu hanya fitnah pak!" ucap Velly.


"Anda bisa menjelaskan nanti di kantor polisi! Sebelum nya ikut dengan saya!" ucap polisi itu sambil memborgol kedua tangan Velly ke belakang.


"Ahh.. lepaskan saya pak!" ucap Velly mencoba melepaskan borgol di kedua pergelangan tangan nya.


Ketiga polisi itu pun membawa Velly ke mobil nya.


"Maaf sebelum nya nona, coba nona lihat infus Anda terlebih dahulu!" ucap kedua polisi tersebut.


"Infus saya? Hah!" ucap Joliana kaget karena tiba tiba pergelangan tangan nya keluar darah karena jarak diri nya dengan infus nya terlalu jauh.


"Dokter!" pekik Al....


Dokter itu pun memperbaiki infus Joliana lalu membersihkan darah yg ada di pergelangan tangan Joliana sampai bersih. Setelah itu, ia pun memasang kembali infus nya.


"Maaf nona, tolong jangan terlalu banyak gerak agar tidak mengeluarkan darah lagi seperti tadi!" ucap dokter itu lalu keluar.


"Kami pamit dulu ya non!" ucap kedua polisi tersebut.


"Iya Pak! Makasih ya atas bantuan nya!" ucap Joliana.


Kedua polisi itu pun menyusul ketiga teman nya.


"Tadi hebat sekali diri mu! Oh ya,, aku kira kamu cuma hacker biasa! Ternyata hacker yang di cari-cari itu!" ucap Al.


"Hm.. ya, tolong jangan beri tahu siapa pun atau aku akan menyebarkan aib mu!" ucap Joliana.

__ADS_1


"Aishh.. malah pakai ngancam pula.. emang kamu punya aib aku?" tanya Al.


"Tentu saja! Kalau tidak percaya, coba lihat lah ini!" ucap Joliana sambil menunjukkan foto aib Al dulu.


"Aaaa... jangan di sebarkan, ya ya, aku tidak akan memberi tahu siapa pun! Tapi Eko sudah aku beri tahu!" ucap Al.


"Beri tahu dia untuk tidak menyebarkan juga karena aku juga akan menyebarkan aib nya juga nanti nya!" ucap Joliana.


"Baik.. baiklah!" ucap Al lalu pergi.


🌸🌸🌸


1 minggu pun berlalu..


Tak terasa sekarang Joliana sudah di perbolehkan pulang oleh dokter dan juga Al.


"Mmyy, ayuk kita pulang..!!" ucap Alana.


"Ayuk sayang!" ucap Joliana sambil menggandeng tangan dengan anak anak nya.


Di dalam mobil...


"Bi, kita ke mansion utama keluarga Stanly dulu ya bii.." ucap Joliana.


"Ok non, jarak dari rumah sakit sampai sana tidak terlalu jauh.. oh yaa,, ada urusan apa ya non?" tanya bibi.


"Tidak apa-apa kok bii, cuma mau bertemu saja.." ucap Joliana sambil tersenyum pada bibi agar menyakinkan bibi.


Bibi pun ke mansion utama keluarga Stanly.


🌸🌸🌸


"Sayang.. siapa sih sebenarnya yang mau datang?" tanya Ratu.


"Ada deh.. nanti kamu juga bakalan tahu kok, kata nya 15 menit lagi sampai.. oh ya.. anak anak sudah siap semua kan?" tanya Azka.


"Sudah dong dad!" ucap Anna, Jefran, dan Novi.


15 menit kemudian..


Ting tong..


"Nah itu sayang, sudah datang tamu spesial nya..!!" ucap Azka pada Ratu.


"Hah! Ayo anak anak kita lihat!!" ucap Ratu.


Ratu dan anak anak pun segera ke pintu dan di ikuti dengan Azka.


"Ayu??" ucap Ratu.


"Ayu??" ucap Jefran, Anna, dan Novi.


"Nah ini dia sayang, tamu spesial nya..!!" ucap Azka.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya Stanly..!!" ucap Joliana sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ini beneran kamu nak, ayu?" ucap Ratu.


"Sayang, ini tamu nya di suruh masuk dulu dong, gak enak nanti di lihat tetangga!" ucap Azka.


"Ahh.. iya sampai lupa nih hihi, ayo masuk Ayu!" ucap Ratu.


"Iya nyonya.." ucap Joliana lalu masuk dengan di ikuti anak anak nya.


Mereka pun duduk di ruang tamu.


"Sayang.. ini tamu nya beneran Ayu ya?" tanya Ratu pada Azka.


"Iya sayang.." ucap Azka.


Ratu yg mendengar itu pun langsung memeluk Joliana.


Sedangkan Joliana mematung, meskipun ia sudah tahu kalau ia anak kandung keluarga Stanly, tetapi ia dari dulu tidak pernah mendapatkan pelukan dari ibu dan ayah nya.


"Ayu, kamu panggil saya ibu ya, dan ini ayah kamu, kalau ini kakak-kakak mu serta saudari kembar mu nak!" ucap Ratu setelah melepaskan pelukan nya.


"Iya bu!" ucap Ayu.


"Ini siapa ya nak?" tanya Ratu sambil menunjuk ke arah anak anak Joliana.


"Ini anak aku bu.." ucap Ayu.


"Ohh.. kalian panggil aku nenek ya.." ucap Ratu pada cucu-cucu nya.


"Iya nek.." ucap anak anak Joliana alias Ayu.


"Oh yaa,, suami mu di mana nak?" tanya Ratu.


Ayu yg mendengar ucapan Ratu pun hanya diam mematung, ia tak tahu harus menjawab apa.


"Sayang, kamu jangan nanya pertanyaan gitu dong.." ucap Azka yg sudah tahu indentitas Ayu.


"Hmm.. emang nya kenapa sayang?" tanya Ratu pada Azka.


"Ayu hamil di luar nikah.. tapi kamu jangan salah paham dulu.." ucap Azka.


"Hah! Kenapa bisa hamil di luar nikah?" tanya Ratu.


Azka pun menceritakan masa lalu Joliana alias Ayu.


Ayu yg mendengar ucapan Azka hanya bisa menangis tanpa suara. Sedangkan anak anak nya Ayu seketika bingung. Tetapi mereka hanya mendengarkan saja.


"Oh ya, jadi apa keluarga Pratama itu sudah mendapatkan pelajaran?" tanya Ratu.


"Sudah dong sayang, minggu lalu dia dan ortu nya sudah di tangkap sama polisi!" jawab Azka.


"Oh ya nak, maaf kan ibu ya yu.." ucap Ratu sambil meneteskan air mata.


"Iya bu.. Ayu sudah memaafkan ibu dan ayah.." ucap Ayu sambil memeluk ibu nya.


"Oh ya nak.. kamu kan sudah buat janji dari minggu lalu, kenapa kamu tidak langsung ke sini saja nak? Lalu kenapa pergelangan tangan mu ada bekas infus? Kamu sakit apa nak?" tanya Ratu pada Ayu.

__ADS_1


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2