
Pelakor,. julukan buat siapa itu?? Yg pasti bukan kalian ya.., cuma di dunia novel aja nih. Coba kalian tebak, siapa yaa?
Nanti bakal di kasih tahu di bab ini.
Oh ya, author hari ini rencananya up double ya.. sekalian buat tamatin cerita ini. Meskipun kek sayang kali sih kalau di tamatin, tapi ya mau gak mau harus di tamatin juga kan.
Oh ya, kalian jangan khawatir.. karena kalau cerita nya udah tamat bakal ada bonus bab nya.
Untuk update nya, mungkin tidak bisa tiap hari. Karena author bakal lebih sering sibuk di novel sebelah.
Dan author cuma mau kasih tahu nanti tanggal 3 bulan Maret 2022 (03-03-2022), di jam 00.00 akan di publish novel baru nya yg berjudul 'Lilyana Putri Amalia'. Maaf kalau misalnya alur ceritanya terlalu cepat atau terlalu lama. Karena kalau alur nya santai-santai saja, nanti kalau kebongkar pas baca nya jadi sedikit bosan ya. Jadi maaf kalau alurnya nanti terlalu cepat.
Dan di hari tersebut bakal langsung update 20 bab yaa!!
Nanti.. kalau hari nya sudah sampai, sambil menunggu bonus bab dari novel ini.
Eeh.. kok author jadi promosi ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur π..
Sehat selalu yaa buat kalian semua..
Semangat membaca nya buat kakak-kakak semuanya.. πππ»
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Apa kamu tidak membaca peraturan disini? Baru saja kamu masuk untuk pertama kali dan sudah melanggar peraturan di perusahaan ini. Apa setiap kamu bekerja di manapun selalu berpakaian tersebut?" tanya Nathan dengan nada tegas dan sedikit menyindir Hani.
"Hah? Maksud anda apa, bos?" tanya Hani pura-pura tak mendengar suara Nathan, padahal dirinya mendengar. Ia juga tidak tahu malu langsung duduk di sofa yg disediakan di ruangan Nathan jika ada tamu penting dan ingin berbincang lama diruangan atau jika istrinya yg datang maupun keluarganya.
"Apa kamu tidak membaca peraturan disini? Baru saja kamu masuk untuk pertama kali dan sudah melanggar peraturan di perusahaan ini. Apa setiap kamu bekerja di manapun selalu berpakaian tersebut?" teriak Nathan dengan keras bahkan sampai ruangan asisten pribadi Nathan yg mengganti posisi Maya pun mendengarnya.
"Oh cuma itu. Tentu saja saya tidak membacanya. Karena bos sendiri tidak memberikan kertas yang berisi peraturan perusahaan ini." jawab Hani asal, lalu sedikit membusungkan dada nya ke depan. Bahkan terlihat seperti ia tidak menggunakan baju atasan, jika orang lain tidak melihat diri nya dari atas hingga bawah. Tapi jika orang lain melihatnya hanya dari atas, sudah dipastikan orang tersebut akan berpikir jika Hani ini adalah salah satu wanita ****** atau pelacur. Yaa.. walaupun itu memang kenyataan nya.
"Apa kamu yakin soal itu, Hani?" tanya Nathan dengan sedikit serius pada Hani. Nathan selalu meminta Kepala HRD jika ada seseorang yg melamar pekerjaan di perusahaan ini meskipun belum diterima, pasti akan selalu diberikan kertas yg berisi semua peraturan yg di perusahaan ini. Jadi tidak mungkin jika Hani sendiri tidak mendapatkan kertas tersebut.
"Ya." jawab Hani dengan suara sedikit menggoda.
"Baik, kalau begitu. Rian!! Ke Ruangan ku segera!!" teriak Nathan pada Rian.
Rian adalah sahabat Nathan sekaligus asisten pribadi Nathan yg baru menggantikan posisi nya Maya. Karena tidak mungkin kalau Maya sudah menikah masih bekerja mencari nafkah? Itu tugasnya seorang suami untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Oleh sebab itulah, saat Nathan dan juga Maya hampir menikah, Nathan meminta Maya untuk resign dari perusahaan meskipun ia sendiri bisa memecat Maya dari perusahaannya, tapi Nathan tak mau melakukan itu. Nathan harus bersifat profesional dalam pekerjaan. Urusan pribadi dan bisnis harus dibedakan! Tidak boleh disamakan!!
Rian yg mendengar suara Nathan dari ruangan nya yg meminta nya untuk segera ke ruangan Nathan pun dengan segera ke ruangan Nathan.
"Ada apa, bos?" tanya Rian pada Nathan. Meskipun Rian sendiri adalah sahabatnya Nathan, tapi sekarang di kantor. Tidak mungkin ia memanggil seorang atasan dengan nama meskipun ia adalah sahabatnya. Itu sama saja ia tidak bersikap profesional dalam pekerjaannya.
"Tolong kamu panggilkan Kepala HRD ke ruanganku segera!!" jawab Nathan.
__ADS_1
"Ba-baik, bos." Setelah Rian menanggapi permintaan Nathan sang atasannya, Rian pun menuju ke ruangan HRD untuk memanggil Kepala HRD untuk ke ruangan Nathan dengan segera.
Setelah Rian pergi dari ruangan nya, Nathan pun menarik nafas nya dengan kasar. Apa benar yg dikatakan Hani? Atau justru salah?
Mengingat Kepala HRD yg sudah lama bekerja disini, dan semua pekerja disini menaati peraturan yg telah dibuat oleh Papa nya yg tak lain adalah Al.
Jadi, masa iya ia percaya begitu saja dengan pekerja yg baru? Nathan benar-benar diposisi yg membingungkan. Jika akan terjadi seperti ini, lebih baik Nathan memilih tidak mempunyai sekretaris seperti dulu. Tapi kali ini Nathan memang membuka lowongan sekretaris agar pekerjaan Rian tidak terbebani. Karena Nathan sudah berpikir lumayan jauh, dimana nanti jika istrinya akan melahirkan. Jadi tidak mungkin bukan jika ia tidak menemani sang istri untuk melahirkan sang buah hati tercinta?
Jadi sudah pasti nanti ia akan meminta Rian sang sahabat setia sekaligus asisten pribadinya untuk menghandle semua pekerjaan nya. Dan sudah di pastikan itu dimulai bukan dari saat istrinya ingin melahirkan, tapi di saat-saat belum melahirkan pastinya bukan?
Tidak lama, Kepala HRD pun masuk ke ruangan Nathan yg sengaja dibuka tadi bersama Rian.
"Maaf, bos. Ada apa ya bos memanggil saya??" tanya Kepala HRD pada Nathan.
"Saya ingin bertanya padamu. Apa kamu tidak memberikan kertas yang berisi semua peraturan diperusahaan ini pada dia?" jawab Nathan sekaligus tanya Nathan pada Kepala HRD sambil menunjuk ke arah Hani yg duduk dengan gaya sedikit menggoda.
"Saya memberikan kok, bos. Kalau bos tidak percaya, coba bos lihat saja CCTV di ruangan saya." jawab Kepala HRD.
"Baik." Nathan pun mulai membuka CCTV yg diruangan HRD dengan komputernya. Sedangkan Hani yg melihat itu semua hanya bisa meneguk ludahnya dengan sulit. Ia juga menjadi gugup, ia juga merutuki dirinya sendiri mengapa ia menjawab asal-asalan tadi.
"Hani, coba kamu lihat ini." ucap Nathan sambil menunjukkan ke arah komputernya yg terlihat ada rekaman CCTV dimana Kepala HRD memberikan kertas yg berisi semua peraturan diperusahaan ini kepada Hani. Bahkan Kepala HRD menjelaskan semuanya. Nathan sudah memastikan itu dari awal.
"Ti-Tidak! Itu pasti di edit." elak Hani gugup.
Kepala HRD dan Rian yg mendengar itu juga takut. Takut apa?? TAKUT DI PECAT!!
"Aku.. Maaf. Di perjalanan saat aku pulang, kertas tersebut terbang." jelas Hani dengan sedikit gugup.
"Aku yakin, tujuan kamu melamar diperusahaan ini pasti ingin menggoda ku hingga jatuh ke pelukan kamu, bukan? Sayangnya aku tidak bisa. Aku sudah mempunyai istri yang sedang mengandung anakku." ucap Nathan.
"Tidak apa-apa bila aku menjadi Madu mu." tawar Hani.
"Tentu itu tidak mudah. Aku sangat mencintai istriku. Jadi tidak mungkin aku akan menikahi mu hanya untuk menjadikanmu sebagai madu istriku." ucap Nathan.
Hani pun hanya diam.
"Hani, mulai hari ini aku pecat kamu." seru Nathan tegas.
"Apa?? Tidak.. jangan pecat aku." ucap Hani.
"Aku tidak peduli. Rian, tolong minta security untuk menyeret Hani keluar dari perusahaan." perintah Nathan pada Rian.
"Baik, bos." jawab Rian lalu pergi.
"Kepala HRD, aku berterimakasih padamu. Terima kasih karena tetap berjasa diperusahaan ini." ucap Nathan pada Kepala HRD.
__ADS_1
"Sama-sama, bos. Itu sudah menjadi tugas saya." jawab Kepala HRD.
"Baiklah. Sekarang kamu pergi ke ruangan keuangan untuk mendapatkan bonus dari saya untuk selama ini." perintah Nathan pada Kepala HRD.
"Benarkah?" tanya Kepala HRD pada Nathan dengan wajah yg berseri-seri.
"Tentu. Segeralah." jawab Nathan.
"Terima kasih banyak." ucap Kepala HRD.
Kepala HRD pun menuju ke ruangan keuangan yg dimana tempat manager keuangan sedang bekerja yg tak lain adalah sahabatnya sendiri.
πΈπΈπΈ
Di luar perusahaan.
Banyak karyawan baik wanita maupun pria menatap jijik pada Hani. Sudah tahu atasan nya udah punya istri, eh masih mau ngerebut.
Hani hanya bisa menangis. Sungguh, ia tidak menyangka dimana ia akan ditatap jijik oleh semua orang.
Semua karyawan baik wanita maupun pria memberi julukan pada Hani yaitu.. PELAKOR!!
"Parah ya.. sudah tahu atasan nya udah punya istri. Eh, malah mau rebut. Gini nih akibatnya. Kalian jangan seperti dia yaa guys!!" ucap karyawan wanita pada teman-teman nya.
"Heh, mana mungkin aku mau seperti dia." ucap teman nya tidak terima.
"Eh, sis, dia cuma bilang jangan. Buka berarti kamu seperti dia." ujar teman nya yg lain.
...~π©πππππππππ~...
Udah 1300 kata nih, tapi kok author baca ulang kayaknya dikit banget ya??
Menurut kalian dikit banget apa gimana nih??
Oh ya kalau sampai jam 18.00, like nya sudah mencapai lima (5), author bakal up double untuk Hari ini.
Tapi kalau tidak capai di jam sekian, berarti tidak jadi up double ya hehe..
Atau misalnya capai di waktu yg lewat, sama saja. π
Jadi.. jangan lupa like nya yaa..
Terima kasih.
ππ»π
__ADS_1