
*οΌβΏβ~π―ππππ πΉπππ πππ~ββΏοΌ*
"Baik dok!" ucap Joliana sambil mencari tempat yg nyaman agar nyaman saat ia berbaring.
Setelah ia menemukan nya, ia pun berbaring dan mencoba rikles.
"Kenapa jantung ku dari tadi berdetak cepat terus ya? Biasanya kalau cepat gini pasti aku dalam bahaya! Tapi emang aku dalam bahaya gimana?" gumam Joliana dalam hati sambil memegang dada nya.
"Kenapa rasanya dada ku sekali ya? Aduh.. kepala ku rasanya sakit sekali! Callysta!! Tolongg.. apa yg terjadi pada ku sekarang??" tanya Joliana pada Callysta dalam hati.
"Sepertinya ada racun di sekitar sini!!" ucap Callysta.
"Racun??" ucap Joliana.
"Tentu, sepertinya racun tersebut ada pada dokter Anna, ku rasa dokter Anna bukan dokter yg baik! Dan setelah ku lihat tadi, ia adalah sahabat dari adik tiri mu!!" ucap Callysta.
"Whatt?? Terus aku harus bagaimana dong??" ucap Joliana.
"Menurut aku lebih baik kamu pura pura bilang mau ke toilet, habis itu kamu kabur! Whatt?? dokter Anna sudah menyuntikkan suntikan racun pada mu! Selamat kan lah diri mu Jol!! Kamu masih punya anak di rumah yg harus kamu jaga Jol!!" ucap Callysta.
"Aku merasa pusing banget dan dada ku terasa sangat nyeri!!" ucap Joliana.
"Dok! Aku permisi ke toilet dulu yaa!!" ucap Joliana.
"Hm, baiklah!" ucap Dokter Anna.
"Aku keluar dulu!!" ucap Joliana.
"Loh? Kenapa keluar? Kan ada toilet di sini?" tanya Dokter Anna.
"Oh, maaf itu toilet nya kotor jadi aku ke bawah saja ya!!" ucap Joliana sambil keluar dari ruangan nya.
Ceklekk...
"bu Joliana? Bagaimana dengan hasil nya?" tanya Eko pada Joliana.
"Iya bu?" sambung Al.
"Tolong.. bawa aku ke rumah sakit sekarang!! Dokter itu telah menyuntikkan racun pada tubuh ku! Tolong secepat nya karena tubuh ku ... " ucap Joliana lalu pingsan.
"Apaa?? Eko!! Kamu pastikan dokter itu tidak keluar dulu dan hubungi polisi!! Untuk bukti nya nanti kita kasih rekaman CCTV saja!! Aku mau bawa Joliana ke rumah sakit dulu!!" ucap Al lalu turun dengan lift.
"Joliana!! Ku mohon bertahan lahh..!! Setidak nya untuk anak anak mu!! Anak anak mu masih membutuhkan diri mu!!" ucap Al sambil mengecek denyut nadi Joliana.
"denyut nadi mu bahkan lemah!! Joliana!! Tolong jangan tinggalkan aku! Aku bahkan belum mengatakan hal penting pada mu!! Hiks.." ucap Al sambil menahan tangis nya.
Al pun sampai di lantai terbawah. Semua pegawai yg melihat Al mengendong Joliana pun bingung. Karena selama ini Al tidak pernah menyentuh tubuh wanita apa lagi mengendong kecuali ibu nya.
Al pun masuk ke mobil dan meletakkan Joliana di kursi penumpang dan memakai kan nya sabuk pengaman. Setelah itu ia langsung ke tempat sopir dan menggunakan sabuk pengaman juga.
Setelah ia memakai sabuk pengaman untuk diri nya, ia pun menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.
Hanya butuh 10 menit, ia pun sampai di rumah sakit Alexander. Sebelum sampai di rumah sakit, Al sudah menghubungi dokter untuk bersiap siap karena akan ada pasien terkena racun.
Saat ia sampai di rumah sakit, dari depan sudah di penuhi dengan dokter dokter.
"Dok!! Tolong selamatkan pasien ini!!" ucap Al sambil meletakkan Joliana di ranjang pasien yg sudah di siapkan dokter tadi.
"Baiklah, kamu harap bersabar, kami akan melakukan yg terbaik! Doa kan lah agar operasi ini lancar!!" ucap dokter itu lalu mendorong ranjang pasien Joliana ke ruangan IGD.
__ADS_1
Al pun menghubungi anak anak Joliana melalui hp Joliana. Karena saat ia ingin memakaikan sabuk pengaman pada Joliana, ia melihat ada hp di saku Joliana. Dan Al pun mengambil ponsel tersebut, ia berpikir mungkin bisa untuk menghubungi anak anak Joliana, karena hp nya saat ini tidak ada baterai.
Tutt.. tutt...
"Halo mommy??" ~Alana
"Halo? Mommy kamu masuk ke rumah sakit!! Ini di rumah sakit Alexander!" ~Al
"Apaaaa?? Kenapa mommy bisa masuk ke rumah sakit??" ~Alana
"Untuk itu, akan aku jelaskan nanti! Aku mohon kamu, adik kamu atau kakak kamu serta bibi kamu tolong ke sini sekarang juga" ~Al
"Baiklah" ~Alana
Tutt.. tutt..
"Kakak!!" teriak Alana di apartemen Joliana membuat Nicholas dan adik adik nya serta bibi langsung ke ruang tamu tempat Alana berada.
"Kenapa An? Sampai harus teriak begituan?" tanya Nicholas.
"Kita ke rumah sakit Alexander sekarang!!" ucap Alana.
"Loh? Memang nya siapa yg sakit??" tanya Nicholas.
"Mommy yg masuk ke rumah sakit!!" jawab Alana.
"Loh kenapa mommy bisa masuk ke rumah sakit kak?" tanya Alina.
"Kakak sendiri saja tidak tahu!! Tadi bapak itu yg nelpon! Katanya nanti dia bakal jelasin di rumah sakit!! Yasudah yok kita ke rumah sakit sekarang!!" ucap Alana.
"Hm, baiklah, bi Vina!!" ucap Nicholas.
"Ya??" ucap bi Vina.
"Bisa kok!! Yok kita gass!!" ucap Bi Vina sambil keluar dari apartemen di ikuti dengan Alana, Alena, Alina, Bi Sofia, Bi Vani, Nathan dan Nicholas.
Joliana memiliki 2 mobil, 1 mobil untuk diri nya sedangkan 1 lagi untuk misal nya kalau Joliana keluar kota dan anak anak sekolah, jadi yg mengantar kan anak anak nya bibi menggunakan mobil 1 lagi.
Di antara bibi yg bekerja sama Joliana hanya bi Vina yg bisa menyetir mobil dan motor. Sedangkan bi Sofia dan bi Vani tidak bisa menyetir motor maupun mobil.
Jadi yg akan mengantar atau menjemput itu adalah Bi Vina.
Hanya butuh 15 menit, mereka pun sampai di rumah sakit Alexander. Dan bi Vina harus memarkir kan mobil nya terlebih dahulu, baru bisa turun.
Setelah 5 menit bi Vina memarkir kan mobil, mereka pun segera masuk ke rumah sakit Alexander.
Karena tadi di awal telepon Al tidak memberitahukan ruangan nomor berapa, jadi harus tanya dulu sama suster atau dokter nya.
"Dok!! Pasien di sini yg atas nama Joliana di ruangan berapa ya?" tanya bi Vani yg kebetulan bertemu dengan dokter.
"Sebentar, saya cari dulu ya mbak" jawab dokter itu lalu memeriksa data data pasien yg di rawat.
"Ok dok" balas bi Vani.
"Atas nama Joliana kan mbak? Kalau iya di ruangan VVIP, di lantai 200 ya nomor ruangan nya 668 ya mbak!" ucap Dokter tersebut.
"Baik dok!! Terima kasih dok!! Kalau begitu, saya permisi dulu ya dok!" ucap Bi Vani.
"Sama sama mbak!" ucap Dokter tersebut lalu meninggalkan Bi Vani.
__ADS_1
"Nak!! Sof, Vin!!" ucap Bi Vani sambil melambaikan tangan nya bertanda untuk segera ke tempat bi Vani.
"Yaa ada apa bii?? Apa bibi sudah menemukan nya??" tanya anak anak Joliana.
"Ya Van? Apa sudahh??" lanjut Bi Sofia dan Bi Vina.
"Sudah, kata dokter di ruangan VVIP, di lantai 200 nomor ruangan nya 668!!" ucap Bi Vani.
"Ohh, ok!! Yuk kita segera ke atas!!" ucap Bi Sofia.
"Yuk bii!!" ucap anak anak Joliana.
"Yukk Sofia!!" lanjut Bi Vani dan bi Vina.
Mereka pun segera ke lantai 200 dengan menggunakan lift.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...*π·~Bersambung~π·...
...~See you:-π·*...