Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 31 : Kencan II {S2} [Maya & Nathan].


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Setelah beberapa jam perjalanan, mereka berdua pun sampai si tempat kencan yg di tuju.


"Loh, kak? Ini... " ucap Maya terhenti ketika melihat sebuah pemandangan yg indah menurut nya.


"Kenapa? Enggak indah?" tanya Nathan pada Maya.


"Enggak gitu maksud Maya, tapi.." ucap Maya terhenti.


"Tapi kenapa?" tanya Nathan.


"Tapi ini indahhh sekaliii.." jawab Maya.


"Benarkah?" tanya Nathan pada Maya.


"Iya, kak." jawab Maya.


"Coba katakan sekali lagi." pinta Nathan.


"Baiklah, kak." jawab Maya.


"INI INDAH SEKALI, KAKK!!! TERIMA KASIH BUAT KAK NATHAN!!" pekik Maya gembira seperti anak kecil yg mendapat permen atau coklat dan sebagainya lalu menghambur pelukan pada Nathan.


"Sama-sama Maya." jawab Nathan lalu memeluk balik Maya.


Awalnya Nathan kaget soal pelukan dari Maya. Tapi ia tak mau memperlihatkan kekagetan nya pada Maya. Itu semua di sebabkan oleh 'gengsi' tepat nya.


Jadi Nathan memeluk balik Maya untuk menutupi kekagetan nya.


"Ayoo kita keliling, kak!!" ajak Maya.


"Ayooo!!" ucap Nathan.


Mereka pun bergandengan tangan dan mengelilingi Taman Bunga ini.


Ya, tujuan tempat kencan yg di pilih Nathan adalah Taman Bunga.


Nathan mencari di internet google. 'Apa kesukaan wanita?'.


Dan Nathan pun menemukan bunga. Dan di otak nya pun muncul-lah Taman Bunga. Jadi Nathan pun memutuskan untuk membeli Taman Bunga ini.


Dengan membeli Taman Bunga ini, Nathan harus menghabiskan ΒΌ dari semua tabungan nya.


Taman Bunga ini sekitar 4,5 miliar. Ya, awalnya pemilik Taman bunga ini tak setuju. Karena awalnya Nathan hanya menawarkan 1 miliar. Jadi setelah tawar-menawar, sang pemilik Taman Bunga pun menerima dengan harga 4,5 miliar.


Bagi Nathan, itu tak seberapa. Tapi kalau melihat Maya senang, apalagi dengan senyum manis nya. Itu membuat Nathan gembira. Menurut nya, hadiah ini paling terindah. Meskipun tak di hadiahkan.


Nathan sangat bersyukur jika jodoh nya adalah Maya. Mungkin takdir untuk jodoh nya adalah Maya. Oleh karena itu, Nathan tak mau menyia-yiakan Maya.


Menurut nya, Maya adalah bidadari kedua setelah Mama nya.


"Kak, bunga mawar ini harus sekali." ucap Maya.


"Tentu, Hati-hati untuk memegang nya. Nanti takutnya ketusuk dengan duri di tangkai nya." jawab Nathan.


"Iya, kak. Kakak tenang saja, aku hanya menyium nya saja kok. Aku tak memegang nya, kakak lihat lah!" ucap Maya.


"Baiklah." balas Nathan.


"Kak." panggil Maya.


"Kenapa, May?" tanya Nathan.

__ADS_1


"Ini kita di mana sekarang, kak?" tanya Maya.


"Ohh.. ini kita di Taman Bunga." jawab Nathan.


"Pantesan isi nya bunga semua. Ternyata ini Taman Bunga." gumam Maya.


"Ayo keliling lagi, Maya!!" ajak Nathan.


"Ehh.. iya kakk!!" jawab Maya bersemangat.


Apalagi Maya tak pernah mengunjungi Taman Bunga. Bahkan Taman kota saja ia tak pernah.


Tapi ia sangat bersyukur karena Nathan mengajak nya ke Taman Bunga. Apalagi Maya sangat menyukai bunga.


Maya dan juga Nathan pun berkeliling Taman Bunga ini.


Mereka berdua melihat ada bunga matahari, bunga mawar, bunga melati, dan sebagainya.


Apalagi harum bunga nya.


"Kak." panggil Maya.


"Kenapa, May?" tanya Nathan.


"Ini kok perasaan Maya kayaknya kita dari tadi cuma berduaan." jawab Maya.


"Ya, terus?" tanya Nathan.


"Apa tak ada orang yang mengunjungi Taman Bunga ini?" tanya Maya.


"Tidak ada dong, May. Ini kan Taman Bunga nya milik Nathan Kenzo." jawab Nathan.


"Hah? Sejak kapan kakak membelinya??" tanya Maya penasaran.


"Apa tidak mahal, kak? Setahu ku kayaknya ini Taman Bunga sekitar 2 miliar dehh!!" tanya Maya.


"Ini 4,5 miliar kakak beli. Setelah tawar-menawar. Menguras seperempat dari tabungan kak." jawab Nathan.


"Sayang sekali." ucap Maya.


"Tapi itu tak penting, asalkan kamu bahagia." jawab Nathan.


Ucapan Nathan berhasil membuat Maya tersipu malu. Sekaligus terharu. Sepertinya atasan nya ini menyukai nya sudah lebih lama darinya. Dan sepertinya cinta dari atasan nya untuk diri nya lebih besar di bandingkan cinta nya pada atasan nya itu.


"Terima kasih sudah mencintai ku, kak." lirih Maya.


"Sama-sama, Terima kasih sudah hadir di hidupku." jawab Nathan.


Mereka pun berpelukan.


Beruntung di sini tak ada siapa-siapa.


"Kak, bolehkah jika Maya memetik bunga ini?" tanya Maya setelah kedua nya melerai pelukannya.


Maya menunjuk ke arah bunga melati.


"Boleh, semua bunga yang ada di sini juga boleh kamu petik." jawab Nathan.


"Benarkah, kak?" tanya Maya.


"Tentu." jawab Nathan.


"Terima kasih banyak, kak." ucap Maya lalu mencium pipi Nathan.

__ADS_1


"Sa.. sama-sama." jawab Nathan dengan telinga memerah karena Maya mencium pipi nya.


Apalagi selama ini wanita yg mencium diri nya hanyalah, kakak nya, adik nya, Mama nya, serta nenek nya. Selain itu, tak ada.


Mereka pun berkeliling terus.


Hingga..


"Kak." panggil Maya.


"Kenapa, May?" tanya Nathan.


"Kita duduk di kursi sana dulu ya, kak. Maya lelah mau istirahat duduk sebentar." jawab Maya.


"Baiklah, ayo!" ajak Nathan.


"Ya, kak." jawab Maya.


Maya dan juga Nathan pun memutuskan untuk duduk di kursi.


Beruntung tadi Nathan membawa 2 botol minum. Satu nya untuk diri nya. Sedangkan satu nya lagi untuk Maya.


Selain lelah, Maya maupun Nathan juga haus. Oleh sebab itu, Maya dan juga Nathan minum air.


"Lega..." gumam Maya lalu bersandar di kursi nya.


"Lelah banget ya, May?" tanya Nathan.


"Ya, kak." jawab Maya.


"Ya sudah.. kalau gitu. Kita istirahat di sini sekitar 20 menit ya, May!" ucap Nathan.


"Iya, kak!" jawab Maya.


Mereka berdua pun berbincang sedikit sambil menunggu waktu 20 menit berlalu..


Mereka pun terus berbincang hingga akhirnya sudah 20 menit. Mereka pun memutuskan untuk berkeliling lagi sembari menunggu siang hari.


Mereka berkeliling Taman Bunga hingga dekat restoran. Apalagi sudah hampir siang hari.


Mereka berdua pun memutuskan untuk makan siang sebentar di restoran yg memang dekat dengan Taman Bunga.


Jadi untuk ke restoran jika dengan jalan kaki, maka membutuhkan waktu sekitar seperempat jam. Itu artinya sekitar 15 menit yg di butuhkan.


Tak butuh waktu lama, 15 menit kemudian, mereka berdua pun sampai di restoran.


Mereka pun memesan makanan.


Setelah pelayan mengantarkan makanan ke meja mereka berdua. Mereka pun memulai makan. Tapi sebelum itu, mereka berdoa terlebih dahulu.


Setelah selesai berdoa, mereka pun memulai makan siang mereka.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Hai kakak-kakak reader's semuanya, jadi bab ini khusus untuk Maya dan juga Nathan.


Mungkin di bab selanjutnya baru giliran Nicholas dan juga Bella.


Di tunggu saja lagi yaa..


Jangan lupa like nya yaa kakak-kakak reader's semuanya..


Terima kasih banyak.

__ADS_1


πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2