
Ok, di bab ini yg terakhir untuk bab Alena nya yaa..
Tapi di bab selanjutnya masih tetap muncul kok Alena nya. Cuma author bakal nyusun, biar rapi. Jadi Alena nya bakal jarang muncul yaa.. Tapi author usahakan buat muncul setiap bab.
Semangat baca nya... π
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Semua pun mengucapkan selamat pada Alena dan juga Alvaro.
"Baru dua bulan lebih kalian menikah, sudah mau punya anak." ucap Christian.
"Ya.. biar rame dong." jawab Alvaro.
"Selamat yaa.. semoga bayi nya sehat terus di dalam tahun istri kamu sampai melahirkan." ucap Christian.
"Iya.. Terima kasih ya." seru Alena.
"Sama-sama." jawab Christian lalu berlalu pergi.
Kedua mertua Alena juga mengucapkan 'Terima kasih' pada Alena dan juga Alvaro. Kedua orang tua Alena juga sama. Kak Alina dan juga Kak Alana serta Raja juga melakukan hal yg sama.
πΈπΈπΈ
Keesokan harinya...
"Sayang.." panggil Alvaro ke Alena.
"Kenapa, honey?" tanya Alena pada Alvaro.
"Hari ini kita ke rumah sakit." jawab Alvaro.
"Lah.. memangnya siapa yang sakit, kak?" tanya Alena pada Alvaro.
"Gak ada. Tapi kita ke rumah sakit buat ngecek kandungan kamu." jawab Alvaro.
"Hem... iya deh, kak." ucap Alena.
Mereka pun mulai untuk sarapan. Tak lupa mereka berdua membaca doa sesuai agama dan kepercayaan.
"Honey." panggil Alena ke Alvaro.
Alvaro hanya melihat Alena sekilas karena sedang mengunyah makanan.
"Honey enggak kerja?" tanya Alena pada Alvaro.
__ADS_1
"Enggak." jawab Alvaro ketika Alvaro sudah selesai menelan makanan yg ia kunyah tadi.
"Loh.. bukannya kamu kerja hari ini, honey?" tanya Alena bingung pada Alvaro.
"Aku ambil cuti untuk hari ini. Untuk menemani kamu mengecek kandungan kamu di rumah sakit." jawab Alvaro..
"Tapi kan, kamu juga kerja nya di rumah sakit.. honey. Alena tinggal ke sana saja." ucap Alena.
"Sekalian buat ngejaga kamu." jawab Alvaro.
"Hemm... Terserah kamu saja.. honey." ucap Alena lalu mulai melanjutkan acara makan nya yg tertunda.
Mereka pun menghabiskan sarapan.
Setelah selesai, mereka berdua pun berangkat ke Rumah Sakit.
Mereka pun menunggu nama Alena di sebut.
Banyak ibu-ibu yg datang dengan perut besar yg terlihat nya sedang hamil bersama suami nya.
Tiba-tiba saja ada satu ibu-ibu dengan perut sedikit membesar mungkin kandungan nya sekitar 4 bulan yg menghampiri Alvaro dan juga Alena.
"Wah.. kalian berdua pengantin baru yaa??" tanya Ibu itu pada Alvaro.
"Itu nama nya masih pengantin baru." ucap Ibu itu.
"Kalian berdua lagi mau program anak bayi, yaa??" tanya Ibu itu pada Alvaro.
"Tidak, Bu. Kami mau mengecek kandungan istri saya." jawab Alvaro.
"Istri kamu sudah hamil?" tanya Ibu itu dengan raut wajah yg sedikit terkejut.
"Ya, bu. Kemarin dia menggunakan testpack dan dari testpack nya ada gadis dua. Jadi kami berdua ke sini untuk melihat nya secara detail." jawab Alvaro.
"Apa sudah hamil di luar nikah?" tanya Ibu tersebut.
"Tidak kok, Bu. Kami melakukan nya saat malam pengantin." jawab Alvaro dengan santai.
Jika Alvaro sedang santai dalam menjawab pertanyaan Ibu tersebut. Maka berbeda dengan Alena.
Alena sedikit kesal. Ia merasa jika ia di pojokkan oleh suami nya dan juga Ibu itu.
Dan ia merasa Ibu yg di depan ini lah yg hamil di luar nikah. Karena ia tak di temani oleh suami nya. Alena pun mencoba untuk mencari tahu.
Alena pun mencari dengan satu klik saja.
__ADS_1
Dan benar saja, Ibu di depan nya ini yg hamil di luar nikah. Bahkan orang yg di tiduri nya tak peduli karena Ibu di depan nya ini termasuk pelacur. Dan sering melahirkan banyak anak hasil luar nikah lalu di letakkan nya lah di panti asuhan.
Karena merasa terlalu lama untuk menunggu, Alena pun memutuskan untuk menggunakan kekuasaan kekayaan nya agar lebih cepat masuk. Apalagi ada Ibu yg tidak jelas yg lebih membuat nya kesal.
Setelah di izinkan masuk, Alena pun mengajak Alvaro masuk.
"Selamat pagi.." sapa dokter cantik tersebut dengan ramah.
"Selamat pagi juga dok." jawab Alena.
"Mau periksa kandungan?" tanya dokter cantik tersebut yg bernama Dokter Yana.
"Ya, dok. Kami ingin melihat nya secara detail." jawab Alena.
"Apa sudah menggunakan testpack?" tanya dokter Yana pada Alena.
"Sudah, dok." jawab Alena.
"Hasil nya, bagaimana?" tanya Dokter Yana.
"Garis dua." jawab Alena.
"Baik, kalau begitu.. artinya kedatangan kalian ke sini untuk melihat kandungan kalian dengan USG?" tanya dokter Yana pada Alena.
"Ya, dok." jawab Alena.
Dokter Yana pun hanya mengangguk. Ia pun menyuruh Alena untuk berbaring di ranjang pasien yg sudah di sediakan, lalu ia pun mengoleskan gel di sekitar perut Alena. Alena merasakan sedikit dingin akan gel tersebut.
Dokter Yana pun memegang sebuah alat yg di letakkan nya di perut Alena sambil di kemanain.
"Wah.. anak kembar." ucap Dokter Yana ketika melihat monitor USG nya.
"Kembar??" tanya Alvaro pada Dokter Yana.
"Ya." jawab Dokter Yana.
...~π©πππππππππ~...
Maaf yaa, up nya cuma sedikit.
Jangan lupa like nya yaa...
Terima kasih..
ππ»π
__ADS_1