
Setelah di ajak ngobrol sama anak anak nya, kini Joliana sudah mulai sadar..
"Ehmm.. air!" ucap Joliana lirih yang baru sadar.
Dokter Albert pun tadi juga sudah mengatakan bila Joliana sudah sadar, dan pasti nya ia akan meminta air, maka air tersebut harus di berikan agar tenggorokan nya basah.
"Ini mmy!!" ucap Nicholas sambil memberikan gelas yg berisi air pada Joliana.
"Terima kasih" balas Joliana sambil tersenyum tipis lalu menerima air dari Nicholas dan meminum nya dengan cepat.
"Ehmm... tadi aku kenapa ya? Terus kenapa di sini rame banget?" tanya Joliana yg kebingungan karena tiba tiba saja ia di rumah sakit lalu di ruangan nya penuh dengan anak anak nya, bibi bibi nya serta bos nya.
"Oh, tadi ..." ucap Al menjelaskan hal tadi.
"Ohh..." ucap Joliana.
"Hp ku di mana ya?" tanya Joliana.
"Ini mmy!!" ucap Nicholas sambil memberikan hp Joliana pada Joliana.
"Terima kasih sayang" ucap Joliana sambil menerima hp nya dari Nicholas.
Joliana pun melihat sudah pukul 16.37 ...
"Oh ya, kalian sudah makan siang tadi??" tanya Joliana.
"Sudah mmy!!" jawab anak anak Joliana.
"Ok lah.. ini saya kapan baru boleh pulang?" tanya Joliana pada Al.
"Kata dokter setelah kondisi mu sudah membaik.." jawab Al.
"Hmm.. sayang, bi, kalian boleh keluar dulu?" ucap Joliana pada anak anak nya serta bibi nya.
"Ok mmy, ok non" ucap anak anak Joliana dan bibi lalu keluar dari ruangan nya.
"Oh yaa, masalah tadi itu.., aku kan sekarang sudah membaik bukan nya? Jadi sudah boleh pulang kan?" tanya Joliana.
"Belum, kondisi mu sekarang belum pulih, racun yg ada di tubuh mu belum sepenuh nya hilang!" bujuk Al.
"Tapi.. bagaimana dengan pekerjaan ku di kantor?" ucap Joliana.
"Untuk pekerjaan mu, itu aku anggap kamu sekarang sedang sakit, jadi kamu harus istirahat sampai 1 minggu..!!" jawab
"Apa hari nya tidak bisa di kurangkan? 1 minggu itu waktu yg terlalu lama bagi ku.." ucap Joliana lirih.
"Hm, 5 hari?" ucap Al.
__ADS_1
"5 hari itu masih terlalu lamaa..." ucap Joliana.
"Lalu? 4 hari? Minimal 4 hari!!" ucap Al tegas.
Sedangkan Joliana hanya menghela nafas dengan kasar.
"Hm, baiklah" ucap Joliana mengalah. Karena jika ia melawan bos nya yg ada nanti ia di pecat. Bagaimana pun cari pekerjaan itu hal menyulitkan sekali.
"Sial!! Sudah 2 hari di bulan ini aku di absen sakit!! Ini di tambah lagi 1 minggu jadi 9 hari!! Kalau begini gaji ku di bulan ini kemungkinan akan di potong!! Berarti aku kan 2 pekerjaan di perusahaan berarti kena kurang 18 juta!! berarti yg ku dapatkan bulan ini hanya 82 juta.. hmm.. tidak apa apa lah.. lain kali aku harus lebih berhati hati pada si Velly.. selamat Velly, kamu kali ini mungkin menang untuk meracuni diri ku, tapi sayang sekali diri mu tidak bisa membuat diri ku mati!!" gumam Joliana sambil mengepal tangan nya kencang.
"Bu?" ucap Al mengagetkan Joliana.
"Astaga!" ucap Joliana sambil memegang dada nya. Kini, jantung Joliana berdetak sangat cepat karena kaget.
"Bu Joliana kenapa mengepal kan tangan tadi?? Gimana nanti kalau darah di pergelangan tangan mu keluar, itu nanti dokter nya bakal repot!!" ucap Al.
"Ya, ya, bos!! Oh yaa!! Masalah dokter Inna bagaimana??" tanya Joliana mengalihkan pembicaraan.
"Dokter Inna? Bukan nya tadi itu dokter Anna ya?" ucap Al menatap curiga pada Joliana.
"Aduh.. ini mulut kagak bisa di ajak kerja sama apa!!" ucap Joliana dalam hati.
"Ehmm..." ucap Joliana gugup.
"Saya yakin pasti anda menyembunyikan sesuatu dari ku bukan??" ucap Al.
"Apa anda yakin nona Joliana Angel Pratama?" tanya Al sambil menatap tajam pada Joliana.
"Joliana Angel Pratama? Siapa dia?? Apa itu nama ku?? Kenapa nama depan nya Joliana? Dan marga nya Pratama.." ucap Joliana dalam hati sambil mengingat ingat apa yang di lupakan nya.
"Ahh.." ucap Joliana sambil berpikir keras.
"Joliana Angel Pratama!! Bukan kah itu nama anda??" ucap Al masih dengan tatapan tajam.
"Sial! Siapa sih itu?? Apa nama itu adalah nama aku dulu?? Ahh.. sayang sekali Callysta sedang istirahat!! Padahal aku baru saja mau nanya, nanti saja lah! Aku mau pikir duluu.. ehmmm" ucap Joliana dalam hati sambil memikir.
"Ehmm.. seperti nya bapak salah nama deh! Saya nama nya Joliana Callysta! Bukan Joliana Angel Pratama!!" ucap Joliana masih memikirkan.
"Apa anda yakin?" tanya Al.
Dughh...
Joliana pun pingsan..
"Aduhh.. malah pingsan!! Padahal tadi baru mau nanyaa!! Ah.. pertanyaan itu nanti saja lah!" ucap Al pelan.
"Dokter dokter!!" teriak Al dari dalam ruangan.
__ADS_1
"Ya ada apa tuan?" ucap dokter Albert.
"Ini, pasien nya pingsan dok!!" ucap Al.
"Sebentar.. " ucap dokter lalu masuk ke ruangan.
Anak anak Joliana dan bibi sudah pulang. Tadi saat mereka di luar, Joliana mengirimkan pesan pada bibi untuk mengantar anak anak pulang.
"Sepertinya pasien pernah mengalami amnesia!! Dia mungkin ingin berpikir apa yang terjadi pada masa lalu nya!! Sebagian besar dari ingatan nya hilang. Tetapi ingatan itu ia perlahan lahan kembali.. tetapi jika pasien memaksa otak nya agar mengingat itu akan berisiko.. jadi kalau bisa jangan di tanya kan atau di paksa kan untuk mengingat ingatan nya ya tuan.. kalau begitu saya permisi dulu.. nanti sebentar lagi ia akan sadar.." ucap dokter lalu meninggalkan ruangan itu.
"Amnesia? Whatt?? Apa yang ku lakukan tadi?? Ahh.. seharus nya aku tadi jangan bicara kan tentang itu.." ucap Al pelan.
Beberapa menit kemudian..
"Ehmm..." ucap Joliana yg baru sadar dari pingsan nya.
"Eh? kamu sudah sadar?" tanya Al.
"Ehmm.. iya" ucap Joliana lirih.
"Ini air" ucap Al sambil memberikan segelas air pada Joliana.
"Ehm, makasih" ucap Joliana.
"Ehmm.. kok ada bau obat gitu ya di minuman ini? Apa ia mencampur obat ke dalam air ini? Obat apa yg ia campuri??" gumam Joliana dalam hati.
"Itu air nya gak di minum??" tanya Al.
"Ehm, sebentar.. ini kamu ada campurin obat apa ke dalam air ini?" ucap Joliana.
"Tak ku sangka! Aku hanya mencampuri obat agar ia tidak ingat hal tadi sebelum pingsan! Seperti nya ia sudah terlalu berpengalaman!!" gumam Al.
"Ah.. tidak ada kok!! Itu cuma air mineral!!" ucap Al.
"Masa sih?" ucap Joliana lalu meminum air tersebut.
"Hmm..." ucap Joliana.
"Obat untuk biar gak ingat hal tadi sebelum pingsan bukan?" tanya Joliana sambil menatap Al dengan curiga.
"Ehmm... iya, maaf, aku terpaksa menyampuri obat itu ke dalam air tersebut agar kamu tidak mengingat kejadian tadi!! Aku tidak mau kamu kenapa kenapa!!" ucap Al.
Maaf ya kalau cerita nya agak berbelit belit,, author gak terlalu berpengalaman tulis novel...
Hanya inspirasi saja!!
...🌷~Bersambung~🌷...
__ADS_1
...~See you:-🌷...