Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 38


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Hmm.. kayaknya.." ucap Nicholas terpotong.


"Mommy masak apa mmyy??" tanya Nathan memotong perkataan Nicholas.


"Mommy masak nasi goreng nih biar gampang.. ya sudah yuk di makan..!!" ucap Joliana sambil menyiapkan piring serta sendok.


Mereka pun makan dengan keadaan diam. Hanya terdengar suara sendok serta piring.


Setelah selesai, Joliana pun mencuci piring nya.


"Mmyy, kami mau tidur duluan ya mmyyy.." ucap Alana.


"Iya sayang.. tidur lah.." jawab Joliana.


"Selamat malam mmyy!" ucap kelima anak nya lalu mencium kedua pipi Joliana secara bergantian lalu ke kamar mereka.


"Selamat malam juga sayang.." ucap Joliana sebelum mereka ke kamar nya.


Karena kelima anak nya serta ketiga bibi nya sudah tidur duluan, Joliana pun memutuskan untuk tidur saja. Apalagi tadi siang ia latihan kekuatan dalam bersama keluarga nya! Itu membuat tubuh Joliana melemah kalau tidak istirahat.


Kelima anak nya Joliana juga mempunyai kekuatan dalam hanya saja Joliana masih menyegel nya karena khawatir jika kelima anak nya itu tidak bisa mengendalikan nya. Apa lagi di umur segitu..


Jadi Joliana memutuskan untuk membuka segel nya ketika kelima anak nya sudah berumur 10 tahun.. Ya jadi hanya tersisa 3 tahun 3 bulan lagi!


"Ahh... sebenarnya aku masih penasaran siapa pria yang sudah merenggut kesucian ku! Tapi mau gimana lagi.. aku terlalu lelah untuk hari ini! Besok saja deh aku mencari nya.. sambil mengingat kembali.." ucap Joliana pelan lalu ia tertidur.


Keesokkan hari nya...


Seperti biasa pukul 6 pagi pas, alarm yg ada di ruang Joliana berbunyi..


Kring.. kring..


Ya hari ini adalah hari terakhir mereka di sini.. jadi kemungkinan mereka akan pindah setelah sarapan.


"Ehmm... sudah pagi ya ternyata.." ucap Joliana yg baru bangun.


"Lebih baik aku mandi dulu lalu baru aku membangun kan anak anak!" ucap Joliana lalu mandi di kamar mandi.


Saat Joliana di kamar mandi, ketiga bibi nya sudah bangun.


Untung saja di apartemen Joliana memiliki kamar mandi lebih dari 1..


20 menit kemudian...


Joliana pun selesai mandi, ia segera membangun kan kelima anak anak nya. Setelah membangun kan kelima anak anak nya, ia pun segera untuk membuat sarapan. Sekalian membantu bibi.


Setelah mereka sarapan, mereka pun pergi dari apartemen tersebut. Tetapi sebelum pergi, mereka membawa barang-barang mereka.


Bi Vani dan Bi Vina sudah bisa menyetir mobil, sedangkan bi Sofia masih belum bisa.


Karena Joliana memiliki 2 mobil, jadi 1 mobil punya Joliana akan di naiki anak anak Joliana serta Joliana nya sedangkan mobil nya yg satu lagi akan di bawa ketiga bibi nya.


Joliana sudah memberi tahu pada ketiga bibi nya untuk ke mansion utama keluarga Stanly. Awalnya ketiga bibi itu bingung mau ngapain, tapi setelah di beri penjelasan oleh Joliana. Akhirnya ketiga bibi nya sudah paham.


Setelah 2 jam berlalu, akhirnya mereka pun sampai di mansion utama keluarga Stanly.

__ADS_1


"Selamat pagi nona.. silahkan masuk.." ucap satpam yg di luar.


"Selamat pagi juga pak.. Terima kasih.." ucap Joliana sambil tersenyum ramah pada satpam. Hingga membuat satpam itu bengong membuat anak-anak Joliana bingung. Kenapa pagi-pagi gini bapak satpam nya bengong? Itu lah pertanyaan yg ada di pikiran nya.


Mereka pun langsung masuk tanpa mempedulikan bapak satpam yg tengah bengong. Bahkan bapak satpam tersebut tidak sadar, kalau tamu nona nya sudah masuk.


Hingga di tegur oleh kepala satpam nya..


🌸🌸🌸


Di dalam mansion utama keluarga Stanly...


"Eh Ayu? pagi-pagi gini sudah mampir ya?" sapa Ratu.


"Eh? Iya bu.. selamat pagi bu, yah, kak, Novi!" sapa balik Ayu.


"Selamat pagi nek, kek, paman, bibi.." sapa kelima anak Ayu.


"Selamat pagi juga nak, cucu ku.." ucap Ratu dan Azka.


"Selamat pagi juga Ayu.." ucap Jefran, Anna serta saudari kembar nya Ayu yaitu Novi.


"Oh ya, tadi sebelum berangkat ke sini, kalian sudah sarapan belum?" tanya Ratu.


"Sudah bu, nek!" ucap Ayu dan di lanjut anak anak Ayu.


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya Stanly!" sapa bibi yg baru sampai.


"Selamat pagi juga.. ini bibi yang kamu bilang kemaren ya nak?" ucap Ratu lalu ke Ayu.


"Iya bu.. ada 3 bibi, ini bi Vina, kalau ini bi Vani, dan yang satu lagi bi Sofia!" ucap Ayu sambil memperkenalkan ketiga bibi nya pada Ratu.


"Makasih Nyonya!" ucap ketiga bibi.


"Iya sama-sama.. kalian bertiga boleh ikuti pelayan ini untuk ke kamar nya ya.." ucap Ratu sambil menunjuk pelaya yg sudah di suruh nya.


"Ayo ikut saya nona.." ucap Pelayan itu lalu pergi dan di ikuti ketiga bibi.


"Kalau kamu nak, kamar nya sudah ibu siapkan khusus buat kalian.." ucap Ratu.


"Beneran bu?? Di mana?" tanya Ayu antusias.


"Ayo ikut ibu, dan cucu nenek juga ikut nenek ya.." ucap Ratu.


"Ok bu!" ucap Ayu.


"Ok nek.." ucap kelima anak Ayu.


Ayu dan kelima anak nya pun mengikuti Ratu pergi ke mana.


"Ini kamar kamu nak!" ucap Ratu



"Wahh.. bagus sekali bu.. apa tidak berlebihan?" tanya Ayu.


"Tidak nak.." jawab Ratu.

__ADS_1


"Terima kasih bu.." ucap Ayu.


"Sama-sama nak.." balas Ratu.


Sedangkan kamar kelima anak Joliana adalah sebagai berikut.







Terserah kalian yg mana menurut kalian cocok.


"Oh ya nak.. kata ayah kamu mau buka restoran ya??" tanya Ratu.


"Iya bu.." jawab Ayu.


"Bagaimana kalau kamu kelola salah satu restoran yang ada di keluarga Stanly?" tanya Ratu.


"Apa boleh bu?" jawab Ayu.


"Tentu saja boleh, apalagi dulu kamu hanya 1 tahun tinggal di sini, lalu 22 tahun kamu tinggal dengan uang kamu sendiri bukan?" tanya Ratu.


"Hmm.." jawab Ayu.


"Ya sudah.. kata ayah kemaren kamu kelola saja restoran Lily!" ucap Ratu.


"Restoran Lily?" ucap Ayu.


"Ya! Restoran itu masih baru, jadi mungkin tidak terlalu ramai.." ucap Ratu.


"Jadi ya.. di restoran itu masih belum ada koki.. oh ya, emang masakan buatan kamu Ayu gimana ya? Ibu jadi penasaran!" tambah Ratu sambil tertawa kecil.


"Kata anak-anak sih enak! Ibu kalau mau coba, nanti siang Ayu masakin deh!" ucap Ayu.


"Hmm.. ok deh.. oh ya.. kenapa gak dari dulu saja kamu buka restoran?" tanya Ratu.


"Karena biaya nya kurang bu.. jadi Ayu kerja saja dulu.." ucap Ayu.


"Hmm.. jadi apa kamu mau kelola restoran Lily?" tanya Ratu.


"Mau bu.." jawab Ayu antusias.


"Ok deh.. besok kamu sudah boleh kelola ya.. oh ya, di restoran Lily sudah lumayan banyak pelayan nya dan untuk kasir nya sudah ada.. jadi kamu tinggal jadi koki nya saja sekaligus pemilik nya!" ucap Ratu.


"Hmm.. baiklah bu.." ucap Ayu.


"Oh ya, ibu hampir lupa, untuk jadwal buka restoran nya terserah kamu ya nak.." ucap Ratu.


"Hmm.. bagaimana kalau buka nya hanya sabtu dan minggu saja bu?" tanya Ayu.


"Ide bagus.. jadi untuk hari senin-jumat kamu kerja.. kemudian weekend nya kamu buka restoran! Jangan lupa istirahat secukupnya ya nak.. jangan sampai kecapekan nanti sakit!" ucap Ratu.

__ADS_1


"Baik bu.." ucap Ayu.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2