Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
-3- Ana bersama keluarga nya mengunjungi Ayu {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Kalian masih ingat dengan dokter Ana? Sekarang dokter Ana sudah mempunyai suami dan juga anak.


Ana sudah mempunyai 2 anak. Satu laki-laki dan satu lagi perempuan.


Hari ini Ana berniat mengunjungi Ayu bersama keluarga nya.


"Mas, apa kamu sibuk hari ini??" tanya Ana pada suami nya.


"Lumayan.. tapi bisa kok di selesaikan. Emang nya ada apa?" ucap suami nya yg bernama Bram.


"Aku hari ini sih berniat untuk mengunjungi Ayu. Apalagi Ayu sekarang sudah mulai kesepian. Memang sih anak nya banyak bahkan sampai 14 anak. Aku saja sampe ngira dia melahirkan banyak kali. Ternyata hanya 2 kali. Ya.. sekalian sambil ngobrol dengan nya mas!" ucap Ana.


"Oke.. nanti kita ke sana nya pas siang saja gimana?" tanya Bram.


"Tapi.. tapi pekerjaan kamu gimana mas?" tanya Ana.


"Tenang sayang, pekerjaan ku bisa di urus Alio." jawab Bram.


"Hm, oke mas. Makasih ya mas." ucap Ana sambil mengecup pipi Bram.


"Iya sayang.. kalau gitu mas ke kantor dulu ya!" pinta Bram.


"Iya mas, hati-hati di jalan ya mas!" ucap Ana.


"Iya sayang." ucap Bram.


Bram pun pamit berangkat ke kantor.


"Hem.. apa ku beritahu juga ya pada Ayu?? Mungkin.. lebih baik aku beritahu saja lah!" ucap Ana lalu ia pun mengirimkan pesan pada Ayu.


Β 


^^^Anda^^^


^^^Yu, nanti aku dan keluarga bakal mengunjungi ke rumah kamu pas siang. √√^^^


Β 


Ia pun melihat pesan masih centang dia abu-abu. Itu artinya pesan sudah terkirim pada Ayu, hanya saja pesan belum di baca Ayu.


"Mungkin Ayu sibuk." gumam Ana.


🌸🌸🌸


Sementara di rumah..


Tutt.. tuttt...


"Eem.. siapa yg nelpon sih?" ucap Ayu kesal lalu mengambil HP nya.


Ia melihat dari telpon nya adalah nomor asing.


Karena merasa sedikit curiga, Ayu pun menjawab dan sambil melacak nomor tersebut.


"Halo??????" ucap Ayu setengah berteriak.


"Halo Nyonya." ucap seseorang dari telpon.


"Kamu siapa?" ucap Ayu sedikit was-was an.


Ayu pun segera melihat ke laptop nya. Dan ia melihat semua aman.


"KAMU SIAPAAAAAA?" pekik Ayu kesal karena orang yg menelepon nya justru diam.


"Aku?? Aku adalah kepala Polisi Nyonya Muda. Saya tadi sedang minum. Maafkan saya." ucap kepala polisi gugup.


"Oh.. ada apa pak?" tanya Ayu.

__ADS_1


"Ini.. apa benar Nyonya muda ada mengirim orang ke sini untuk membebaskan Inna. Katanya dia adalah orang suruhan Nyonya muda. Apa kah benar Nyonya??" tanya kepala Polisi tersebut dengan hati-hati. Ia tak mau di pecat hanya karena saat berbicara dengan atasannya tidak sopan.


"Inna? Orang tersebut laki-laki atau perempuan pak?" tanya Ayu.


"Laki-laki Nyonya Muda." jawab kepala polisi.


"Saya tak mengirimkan satu pun orang ke sana hari ini pak. Bapak gak kasih bebasin kan?" tanya Ayu.


"Tidak kok Nyonya. Saya matikan dulu telpon nya ya Nyonya. Terima kasih dan selamat pagi." ucap kepala polisi.


"Ya.. Sama-sama dan pagi juga pak." ucap Ayu lalu telpon pun di matikan kepala polisi.


Tut.


"Aneh, kenapa dia pakai nomor asing sih?" gerutu Ayu.


Ayu pun melanjutkan tidur nya lagi.


🌸🌸🌸


Sementara di cabang perusahaan Alexander..


Beruntung cabang perusahaan ini juga ada di kota B.


Entah kenapa Al memilih asisten pribadi untuk Nathan, wanita lagi!!


"Ini papa sengaja kali ya? Asisten pribadi kak Nicholas perempuan, lah aku juga di kasih perempuan?" gumam Nathan.


"Selamat pagi pak." sapa asisten pribadi nya itu yg bernama Maya.


"Pagi, apa kamu asisten pribadi yang di pilih papa ku??" tanya Nathan.


"Iya pak." jawab Maya.


"Tolong jangan panggil saya 'pak' karena saya bukan bapak kamu." pinta Nathan.


"Hmm.. bagaimana jika saya memanggil anda.. 'bos'?" tanya Maya.


"Maya bos." jawab Maya.


"Oke Maya. Kalau nama saya, anda pasti tahu tentunya bukan?" tanya Nathan.


"Iya bos. Nama bos adalah Nathan Kenzo?" jawab Maya.


"Iya betul." ucap Nathan lalu meninggalkan Maya.


Nathan pun ke ruangan nya.


"Lihat saja pa.. masa bisa-bisanya aku di kasih asisten pribadi nya wanitaaa!!!! Kak Nicholas juga sama nih. Papa pasti rencanain sesuatuuu!!" geram Nathan.


Tut.. tuttt..


"Halo pa??" ucap Nathan.


"Halo.. Nathan?? Ada apaa??" tanya Ayu.


"Loh mama?? Ini bukannya nomor yang aku telpon papa ya??" tanya Nathan.


"Iya nak. Ini papa mu sedang tidur. Tadi mama dan papa sedang tidur setelah kegiatan panas. Dan parahnya hp papa mu di letakkan di bawah bantal mama." adu Ayu.


"Papa parah banget!! Nanti Nathan marahin papa nanti!!" ucap Nathan.


"Ehh.. jangan. Gak baik loh nak, ya sudah.. ada apa nelpon nak?" tanya Ayu mengalihkan pembicaraan.


"Gak jadi deh ma. Tadi aku mau nya ngobrol sama papa. Nanti mama bilangin ya sama papa kalau papa sudah bangun." pinta Nathan.


"Iya nak, nanti mama bilangin kok. Kalau perlu mama bangunin saja papa sekarang hehe." ucap Ayu.


"Ya sudah, aku matikan dulu ya ma telpon nya. Aku masih ada pekerjaan soalnya." pinta Nathan.

__ADS_1


"Iya nak, jangan lupakan jam makan siang nanti ya nak. Dan jaga kesehatan kamu." seru Ayu.


"Iya ma, Nathan gak lupain kok. Bye ma, nanti aku telpon lagi kalau pekerjaan nya sudah selesai." ucap Nathan.


"Terserah kamu saja nak, kalau itu tidak menganggu pekerjaan kamu nak. Bye nak." ucap Ayu.


Tut.


"Apa papa merencanakan untuk mendekatkan ku dengan Maya?? Tapi kalau Maya orang yang baik, aku akan mencoba membuka hati ku untuk nya. Semoga pilihan papa terbaik." gumam Nathan.


🌸🌸🌸


Siang harinya kemudian..


Ana pun bersama keluarga nya pun mengunjungi Ayu.


"Selamat siang Yu." ucap Ana.


"Iya siang, sudah datang. Ayo masuk!" ajak Ayu.


Mereka pun masuk.


"Silahkan duduk." ucap Ayu.


"Iya Yu, Terima kasih." ucap Ana.


"Iya sama-sama. Kalian sudah makan siang belum?" tanya Ayu.


"Belum, tadi buru-buru ke sini. Tapi aku gak lapar kok." jawab Ana.


"Mas lapar gak??" tanya Ana pada Bram.


"Gak juga sih, masih kenyang dengan sarapan tadi pagi." jawab Bram.


"Nak, Tante mau tanya boleh??" tanya Ayu pada kedua anak Ana.


"Boleh Tan, Tante mau nanya apa??" tanya kedua anak Ana.


Anak Ana yg perempuan bernama Putri, sedangkan yg laki-laki bernama Putra.


"Kalian lapar gak??" tanya Ayu.


"Lapar banget Tan." jawab Putri dan Putra bersamaan.


Ayu yg mendengar jawaban Putri dan Putra pun berlari secepat kilat ke dapur.


"Haduehh Tante.. masa cuma bilang lapar banget sampai lari begituan." gerutu Putri.


"Iya kak." tambah Putra.


🌸🌸🌸


Di dapur rumah..


"Bi Vania." panggil Ayu.


"Iya Nyonya, ada apa?" tanya bi Vania.


"Tolong siapkan bumbu xxx, xx, xxxxx, xxxx, x." pinta Ayu.


"Baik Nyonya." jawab bi Vania.


Bi Vania pun menyiapkan bumbu-bumbu yg di minta Ayu.


"Ini Nyonya, sudah saya siapkan." ucap bi Vania.


"Iya bi, Terima kasih ya bi." ucap Ayu.


"Iya Nyonya, saya permisi dulu. Kalau ada perlu lagi panggil saya saja ya." ucap Bi Vania.

__ADS_1


"Tentu bi." jawab Ayu.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2