
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
7 bulan pun berlalu..
Usia si adik kembar sudah beranjak sekitar 18 tahun. Ya, mereka pastinya sudah mempunyai kartu KTP masing-masing di usia 17 tahun.
Sedangkan anak nya Ana yg bernama Putri dan juga Putra, mereka berdua sudah berusia 17 tahun. Ya, mereka berdua lebih muda 1 tahun dari si adik kembar.
Anak-anak Maya, Bella, Alena sudah berusia sekitar 7 bulan. Walaupun baru 7 bulan, tapi mereka sudah mau belajar untuk berjalan. Meskipun sering jatuh, tapi mereka tak patah semangat.
Dan dari usia 7 bulan ini, mereka tidak lagi meminum susu ASI. Tapi susu formula karena sudah diperbolehkan oleh dokter anak. Bahkan dokter Anak menganjurkan untuk memberikan bubur bayi kepada bayinya. (Maaf kalau salah hehe, Author belum terlalu berpengalaman soal ini. Dan ini Author tahu dari Google).
Bella hanya melahirkan satu anak perempuan. Sedangkan Maya melahirkan 4 anak, seharusnya 3 anak tapi ini seperti ada keajaiban dari Tuhan. Lalu Alena melahirkan dua anak kembar.
βββ
Sementara di Bella..
"Dad..." panggil si kecil yg diberi nama Cindy Clarissa Kenzo. Ya, nama panggilannya Cindy, bisa dipanggil Clarissa.
Rupanya si kecil sudah berusaha untuk bicara. Ya, ia sudah bisa mengucapkan kata 'Dad' dan 'Mom'. Meskipun hanya baru 2 kata, tapi itu menjadi sebuah kebahagiaan di keluarga tersebut.
__ADS_1
"Cindy? Tadi kamu panggil Daddy dengan sebutan apa??" tanya Nicholas antusias pada sang anak.
Bella dan juga Nicholas sepakat kalau nanti anaknya akan memanggil mereka berdua dengan sebutan 'Mommy' dan 'Daddy'.
Sedangkan Cindy hanya menggelengkan kepala nya bertanda ia malas untuk mengulanginya. Ya, sifat Cindy lumayan cuek.
Nicholas yg melihat respon dari Cindy pun hanya sabar. Terlebih lagi sifat cueknya dari dirinya. Sudah pasti menurun ke Cindy.
βββ
Sementara di Alina.
Kali ini, Christian mampir ke rumah keluarga Marga Kenzo. Entah apa yg akan dilakukan Christian.
"Alina." panggil Christian.
"Iya, Kak?" sahut Alina lalu memutar badannya menatap wajah Christian.
Deg..
Keduanya merasa jantung mereka berdetak cepat. Terlebih lagi mata mereka berdua saling bertatapan.
__ADS_1
"Perasaan apa ini? Mengapa jika Alina mendekatinya, jantung Alina langsung berdetak cepat. Lalu perasaan Alina terhadapnya menjadi berbeda." gumam Alina sambil berpikir.
"Tidak, Alina. Kamu tidak boleh mencintainya. Kamu sudah mempunyai Putra. Jangan menduakan dirinya, Alina." lirih Alina.
"Maaf, Kak. Ada perlu apa?" tanya Alina pada Christian. Ia berusaha cuek dan acuh pada Christian. Bukan tidak menghargai, tapi hanya saja Alina sedikit malas dengan jantungnya yg tidak bisa diajak untuk kerjasama. Tidak bisakah satu hari saja setiap mereka bertemu, jantung dirinya tidak berdetak seperti ini??
Sedangkan Christian masih menatap wajah Alina. Sungguh, apa ia sudah tidak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan Alina? Apakah perasaan nya ini akan akan bertepuk sebelah saja??
"Kak??" panggil Alina sekali lagi berharap Christian mendengarkan nya.
"Eh. Maaf, Alina. Ini, tolong bantu kak untuk mengangkat mainan itu." sahut Christian.
"Iya, Kak." jawab Alina singkat, padat, dan jelas.
Alina pun membantu Christian alias sahabat kakak ipar nya untuk membawa mainan yg dibawa Christian kemari. Terlihat banyak mainan. Jika dihitung-hitung, mungkin ini akan mengeluarkan sekitar 10 jutaan hanya untuk mainan ini! Apa Kak Christian habis memborong semua mainan di toko mainan?
...~π©πππππππππ~...
Hai, Maaf yaa Author kemarin tidak update.
Jangan lupa like nya yaa..
__ADS_1
Thanks. ππ»π