
Di bab 20 dan bab 21 kita fokus ke Alberta dulu ya. Satu-satu dulu, buat Author enggak setres mikirin ide nya.
Let's goo.
...ʜᴀᴘᴘʏ ʀᴇᴀᴅɪɴɢ...
Alberto yg masih sibuk dengan pikirannya, maka berbeda dengan Alberta. Alberta sangat fokus dan teliti melihat komputernya. Tidak ada yg boleh satupun kata salah, jika hanya salah kata salah maka bisa dipastikan proses nya akan gagal.
Alberta bahkan sama sekali tidak menyadari jika Alberto tidak mengerjakan tugas nya Alberto.
Itulah Alberta. Tidak akan fokus ke mana-mana jika sedang bekerja terlebih lagi sambil melihat komputer.
Hingga akhirnya setelah beberapa menit, Alberta pun menyelesaikan.
"Tuan... saya sudah selesai." ucap Alberta.
"Tuan Alberto?" ucap Alberta lagi ketika Alberto tidak menyahut ucapannya bahkan Alberto menatap wajah Alberta dari tadi. Alberta mengerutu dirinya, bagaimana bisa ia tidak menyadari jika Tuan Alberto melihatnya dari tadi?
"Apa mungkin.... Tuan Alberto.. eh, Alberta jangan mikir yang aneh. Bisa saja kan Tuan Alberto melihat orang lain, jangan terlalu ge-er Alberta." batin Alberta.
"Tuan Alberto!!" ucap Alberta tanpa sadar jika suara nya membesar. Di saat itulah, Alberto mulai sadar dari lamunannya.
"Apa?" tanya Alberto.
"Ini tugas milik Anda sudah saya selesaikan." jawab Alberta.
"Baiklah." ucap Alberto.
"Terima kasih." tambah Alberto.
"Sama-sama. Bagaimana jika kita sekarang makan siang dulu saja?" tawar Alberta tanpa sadar.
"Eh." ucap Alberta pelan. Upss.. bagaimana tidak, ia malah menawari makanan ke pada Tuan Alberto.
Bukankah perasaan nya hanya untuk Tuan Albert? Tapi mengapa jika ia ada di dekat Tuan Alberto.. ia malah merasa salah tingkah, sering gugup, bahkan tanpa sadar ia malah menawarkan ke pada Tuan Alberto. Maksudnya perasaan cinta nya ini ke pada siapa? Tuan Alberto atau Tuan Albert?
Jika bersama Tuan Albert, ia merasa nyaman. Yaa wajar aja sih, karena Tuan Albert emang ramah pada siapapun.
Tapi.. jika bersama Tuan Alberto, ia lebih sering gugup dan sering salah tingkah. Jadi pada siapa ia cintai? Sangat sulit jika kembar begini.
"Boleh. Ayo!!" sahut Alberto tiba-tiba membuat jantung Alberta ingin melompat dari tempatnya.
"Apaa?" ucap Alberta gugup.
"Bukankah kamu mengajakku untuk makan siang dulu? Ya sudah, ayo!" jawab Alberto.
Alberto emang dingin sih.
"Hem." ucap Alberta lalu menyusul Alberto.
"Kita mau ke mana, Tuan Alberto?" tanya Alberta pada Alberto.
__ADS_1
"Ini kan di luar, lebih baik jangan panggil saya 'Tuan Alberto' terus." ucap Alberto.
"Lalu?" tanya Alberta pada Alberto dengan perasaan bingung.
"Em. Usia kamu berapa?" bukannya menjawab pertanyaan Alberta, justru Alberto malah balik bertanya kembali pada Alberta.
"18 tahun." jawab Alberta.
"18 tahun?" ucap Alberto.
"Iya." jawab Alberta.
⚘⚘⚘
Sementara di.. markas.
"Lalu, kita harus bagaimana bos?" tanya anak buahnya pada bos nya yg bernama Adrian.
"Huftt.. coba kita lihat saja di markas persenjataan." jawab Adrian.
"Buat apa ke sana, bos?" tanya anak buahnya pada Adrian dengan perasaan bingung.
"Ck, kenapa kamu jadi mendadak b*d*h sih. Kita tuh ke markas persenjataan ya buat lihat lah." jawab Adrian kesal.
"Hem." ucap anak buahnya paham.
"Ayo!" ajak Adrian pada anak buahnya lalu berjalan menuju ke markas persenjataan tanpa menunggu anak buahnya itu.
"Eh, ya." ucap anak buahnya lalu menyusul Adrian, bosnya, yg sudah menjauh.
BRUK!
"Aww." ucap Adrian sambil memegang kepala nya yg terbentur ke lantai. Adrian pun mengambil ponsel nya dan membuka kamera. Lalu, ia pun melihat dirinya seperti sedang bercermin. Dan dilihatnya..
"VERNANDOOOO!" teriak Adrian kesal. Bagaimana tidak? Keningnya malah tumbuh benjolan akibat jatuh tadi. Bahkan benjolan nya segede hidung badut.
"Ma.. maaf Tuan." ucap pengawal nya yg bernama Vernando itu.
Setelah drama yg cukup panjang, mereka berdua pun menuju ke markas persenjataan.
Adrian terkejut ketika melihat puluhan pengawal yg menjaga markas persenjataan miliknya itu.
"Ini ada apa?" tanya Adrian pada salah satu orang yg menjaga markas persenjataan miliknya itu.
"Oh, ini. Ini kami disuruh jaga oleh Tuan Dino." jawab nya.
"APA?"
⚘⚘⚘
Sementara di Alberta..
__ADS_1
Mereka kini sudah ada di restoran.
"Kamu mau makan apa, Alberta?" tanya Alberto pada Alberta.
Alberto berusia 20 tahun. Alberto sama seperti Alberta. Tidak mau kuliah. Alberto juga ingin menikah muda. Apa ini yg di namakan jodoh?
"Em.. emangnya ada apa aja, Kak?" tanya Alberta kembali pada Alberto. Masalahnya, Alberto membawa Alberta ke restoran yg sama sekali tidak pernah Alberta injak, bahkan dilihat sekali pun tidak. Karena restoran ini sangat jauh dari tempat bekerja Alberta dan juga Alberto.
Alberta bahkan terkejut ketika mengetahui jika Alberto dan dirinya hanya berbeda 2 tahun saja. Bahkan ultah mereka di hari yg sama.
Alberta semakin bingung soal ini. Ultah di hari yg sama, nama hampir mirip. Bahkan Alberto dan juga Albert yg kembar saja beda hari!!
Oh, bagaimana bisa? Karena Alberto lahir di saat jam hampir 12 malam, dan Albert justru lahir di jam 2 dini.
Mereka hanya beda 2 jam, tapi tetap beda hari dan tanggal!
Sedangkan Alberta dan juga Alberto yg tidak sama sskali ada hubungan darah ataupun persaudaraan justru malah sama. Tanggal yg sama, bulan yg sama, tahun nya emang beda tapi sama-sama tahun genap.
"Di sini ada.." jawab Alberto lalu mulai menjelaskan kepada Alberta satu per satu makanan yg ada di restoran ini.
Alberto sendiri hafal semuanya karena Alberto sering ke sini dan juga restoran ini milik Alberto. Jadi, Alberto tentu hafal.
"Jadi, kamu mau yg mana?" tanya Alberto pada Alberta setelah menjelaskan satu per satu makanan yg ada di restoran ini kepada Alberta.
"Ya sudah, kak. Alberta mau nya bakso pedas aja." jawab Alberta.
"Bakso pedas?" tanya Alberto pada Alberta dengan perasaan terkejut. Bakso pedas itu kan makanan..
"Iya, Kak. Bakso pedas kesukaan Alberta." jawab Alberta seraya tersenyum.
"Kok sama?" tanya Alberto pada Alberta.
"Apa?" ucap Alberta terkejut. Bagaimana bisa makanan kesukaan mereka juga sama?
"Iya. Bakso pedas juga kesukaan kakak." jawab Alberto.
"Yang pertama atau kedua atau mungkin ke tiga?" tanya Alberta pada Alberto.
"Yang pertama dari sekian makanan kesukaan kakak." jawab Alberto.
"APAA??!!"
...ᴛᴏ ʙᴇ ᴄᴏɴᴛɪɴᴜᴇᴅ......
Author : Ini dia cara Author menyatukan kalian berdua. Hehehe, sampe semua sama. Semoga kalian berdua sadar ya, jangan sampai enggak nyadar. Kalau enggak, nanti Author jodohkan Alberto pada Albert aja kalau enggak yg lain.
Alberto : Eh, jangan dong thor. Ya udah, nanti Alberto bakalan coba biar kamu berdua bersatu. Author jangan jodohkan Alberta pada Albert!
Author : Ok, Author tunggu. 🙈
Jangan lupa dukungan nya yaa biar popularitas novel ini semakin meningkat. Jujur saja ya, Author terharu melihat popularitas novel ini naik nya cepat hari ini.
__ADS_1
Author enggak bisa kasih kalian apa-apa. Semoga sehat selalu yaa.
Thank's All. 🙏🏻💞