Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 8


__ADS_3

Waktu terus berlanjut hingga tak terasa sudah 3 tahun.


Dan anak anak Joliana sudah berusia 6 tahun, itu tanda nya anak anak Joliana sudah mau masuk sekolah dasar (SD). Untung saja dari tahun lalu, Joliana selalu menabung uang untuk biaya sekolah anak anak nya. Setiap bulan ia mendapat gaji, ia menabung separuh nya. Sisa uang yg ia tidak tabung itu untuk membeli kebutuhan sehari hari nya dan untuk biaya sekolah anak anak nya.


Pagi hari nya...


Seperti biasa Joliana, Bi Sofia, Bi Vani dan bi Vina selalu bangun terlebih dahulu sebelum Triple A dan Double N bangun.


Hari ini mereka memasak nasi goreng. Joliana yg memasak, sedangkan Bi Sofia membantu untuk mengambil bahan bahan yg di perlukan, dan Bi Vani atau Bi Vina mengurus anak anak Joliana. Jadi jika anak anak Joliana bangun, Bi Vani dan Bi Vina menyiapkan air panas untuk mereka mandi.


Setelah beberapa menit kemudian, masakan yg di masak Joliana selesai.


Bau harum nya membuat anak anak Joliana yg malas bangun tiba tiba langsung ke dapur. Hal itu tentu saja membuat Bi Vani dan Bi Vina kaget dan langsung mengejar mereka. Awalnya Bi Vani dan Bi Vina takut jika mereka mungkin habis mimpi buruk dll. Ternyata setelah sampai di dapur, anak anak nya ingin memakan nasi goreng buatan Joliana. Bi Vani dan Bi Vina langsung menghela nafas.


"Nak, mandi dulu!" ucap Joliana.


"Iya nak, dan kalau kalian mau makan kalian harus gosok gigi nya dulu, mau ya kalian nanti gigi nya di gigit sama kuman nya?" ucap Bi Sofia agar anak anak Joliana mau mandi dan gosok gigi.


"Ok mom dan bibi!" ucap anak anak Joliana dan langsung ke kamar mandi nya.


"Hati hati nak jangan berlarian nanti jatuh!" teriak Joliana agar kedengeran anak anak nya dan anak anak nya hanya menjawab dengan anggukkan kepala.


Setelah beberapa menit, mereka pun selesai mandi dan langsung turun. Bi Sofia membantu Joliana untuk menyiapkan sarapan nya.


Sedangkan anak anak Joliana langsung duduk di kursi nya dan langsung memakan makanan nya.


"Nak, hati hati makan nya jangan terlalu buru buru nanti tersedak loh!" ucap Joliana.


"Iya mommy!" ucap anak anak nya.


Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah selesai sarapan dan piringnya di cuci sama Bi Vani dan Bi Vina.


Anak anak Joliana dan Joliana duduk di sofa.


"Nak, kalian kan sudah berumur 6 tahun, sekarang kan libur kenaikan kelas, kalian mau SD sekolah di mana?" tanya Joliana pada anak anak nya.


"Hmm, kami masih memikirkan nya mommy!" ucap anak anak nya.


"Baiklah mommy akan menunggu jawaban dari kalian, mommy harap secepatnya karena sebentar lagi mau masuk ke sekolah" ucap Joliana pada anak anak nya.


"Iya mommy, kami akan secepatnya memberi tahu pada mommy dimana sekolah yg kami mau!" ucap anak anak nya.


"Baiklah kalau begitu, mommy mau siap siap dulu, mau berangkat ke kantor dulu yaa!" ucap Joliana sambil mengelus kepala anak anak nya.


"Ok mommy, hati hati ya mommy!" ucap anak anak nya.


Joliana pun langsung berangkat ke kantor nya dengan menggunakan mobil nya.


"Bye mommy!!" ucap anak anak nya yg berada di luar apartemen.


"BYE!" teriak Joliana.


Setelah itu Joliana pun berangkat ke kantor nya.


"Kenapa perasaan ku gak enak ya? Gak kayak biasanya" ucap Nicholas pada adik adik nya.


"Gak tahu bang, perasaan ku juga kayak gitu, tapi kita harus mendoakan yg terbaik untuk mommy!" ucap Alana mewakili adik adik nya.


"Iya!" ucap Nicholas.


***


Joliana yg sedang perjalanan tiba tiba..


BRUKK!!


Suara tabrakan dari belakang mobil Joliana.


"Ada apa dengan belakang? Suara apa tadi? Apa ada tabrakan?" ucap Joliana yg kebingungan.


Tiba tiba saja terdengar suara tabrakan dari belakang.


BRUKKK!!


"Ada yg tidak beres ini! Tapi bagaimana? Jika aku keluar, nanti takutnya ada apa apa lagi!" ucap Joliana.


"Sebaiknya aku berdoa saja terlebih dahulu!" ucap Joliana.


Setelah Joliana berdoa, ia pun keluar dan benar saja banyak orang yg berkumpul di luar mobil nya.


"Apa mau kalian?" ucap Joliana.


"Kami menginginkan nyawa mu nona!" ucap salah satu pria.


"Oh ya? Mari kita lihat apakah kalian bisa!" ucap Joliana dengan percaya diri.


Joliana tentu saja tidak memiliki rasa takut, karena ia sudah mempunyai banyak ilmu bela diri. Dan ilmu tersebut sudah beberapa ia ajarkan pada anak anak nya. Agar jika dalam bahaya mereka bisa melawan penjahat.


Joliana masih belum mengajari semua ilmu bela diri nya pada anak anak nya, karena bagaimana pun anak anak nya masih kecil jadi fisik nya tidak terlalu kuat.


Akhirnya terjadi perang antara Joliana dan 15 pria.


"Nona, lebih baik anda menyerah saja sekarang sebelum anda mati dengan kondisi yg sangat mengerikan!" ucap salah satu pria disitu.


"Saya tahu, pasti kalian orang suruhan Velly bukan!" ucap Joliana.


Semua pria yg mendengar nama Velly pun langsung terkejut, bagaimana wanita yg di depan ini bisa mengetahui bos mereka?


"Tidak usah basa basi lagi nona!" ucap salah satu pria tersebut dan langsung menyerang Joliana. Namun hal itu sia sia karena Joliana sudah terlebih dahulu menendang dada nya.


Pria yg tadi di tendang Joliana pun langsung muntah darah dan mati di tempat.

__ADS_1


"Ayo maju!" ucap Joliana


Semua pria yg tersisa menyerang Joliana bersamaan, namun hal itu sia sia karena Joliana sudah terlebih dahulu menyerang mereka.


"Bos! Bagaimana ini?" tanya salah satu pria tersebut pada bos nya.


Mereka ternyata memiliki 2 bos, 1 bos yg menyuruh mereka dan 1 lagi bos yg memberikan panduan pada mereka ketika menyerang.


"Hmm.. kita tembak saja ia!" ucap bos di kelompok tersebut.


"Bos? Apa anda tidak kasihan pada wanita ini bos?" ucap pria tadi.


"Sudah! Tidak perlu apa apa, cukup tembak ia sampai mati dan misi kita selesai!" ucap bos tersebut.


Mereka sungguh tidak tahu kalau ternyata Joliana mempunyai alter ego atau kepribadian ganda karena masa lalu nya.


Kalau kalian tidak tahu apa itu Alter ego atau kepribadian ganda, kalian bisa mencari itu di aplikasi google yaa!!


"Baiklah bos!" ucap pria tadi lalu mengambil sebuah pistol yg ia bawa tadi.


Dorr..dorr!!


Tembakan pria tersebut meleset terkena lengan Joliana, awalnya pria tersebut ingin menembak dengan pistol nya ke jantung Joliana, namun Joliana yg melihat itu langsung menghindar namun Joliana agak sedikit lambat jadi peluru tersebut terkenal lengan kiri nya.


"Aww!!" pekik Joliana.


Tiba tiba tubuh Joliana sudah di ambil alih sama kepribadian ganda nya. Biasa nya kepribadian ganda nya ini 10 kali lipat lebih kuat dari Joliana. Dan kepribadian nya ini suka menyebut nama nya Joli, Ana dan Liana. Namun ia lebih sering menyebut diri nya Callysta.


Callysta pun tersenyum licik pada pria yg menembak diri nya dan langsung menyerang pria tersebut. Dan benar saja baru satu kali serang, pria tersebut sudah mati.


Kini tersisa 13 orang, Liana langsung menyerang semua nya sekaligus. Setelah 14 orang mati, kini tersisa bos pria tersebut.


Bos nya itu menembak peluru ke Joliana. Namun, itu meleset ke lengan kiri Joliana lagi.


"Aw!" pekik Callysta.


Karena Callysta tak mau berlama lama ia langsung menyerang bos tadi dan bos tadi itu pun mati.


"Maaf kan aku Joliana, aku telat membantu mu" ucap Callysta kesal pada diri nya sendiri.


Dan Liana langsung pingsan di tempat.


Sedangkan Al yg tadi ingin ke kantor tiba tiba ia berhenti di tempat ketika ia melihat banyak mayat pria. Saat ingin memeriksa tiba tiba ia melihat Joliana pingsan di tempat dengan 2 luka peluru di lengan kiri nya. Karena Al panik ia langsung membawa Joliana ke rumah sakit, sedangkan mobil nya Joliana, Al menyuruh Eko untuk membawa nya ke apartemen Joliana dan memberi tahu pada mereka untuk ke rumah sakit Alexander.


Al membawa Joliana ke rumah sakit Alexander.


Ketika Al sampai, semua suster dan dokter memberi hormat pada Al.


"Dok! Tolong selamatkan wanita ini dok!" ucap Al panik.


"Baiklah Tuan, kami akan membawa nya ke IGD untuk di operasi" ucap dokter tersebut lalu membawa Joliana ke IGD.


Setelah beberapa menit, anak anak Joliana, Bi Sofia, Bi Vani dan Bi Vina serta Eko sampai di rumah sakit Alexander.


"Pak!! Ada apa dengan mommy saya pak?" tanya anak anak Joliana pada Al.


"Ini anak anak Joliana bukan? Mengapa terlihat mirip sekali dengan ku? Apa ini anak ku?" ucap Al dalam hati sambil melihat anak anak Joliana.


"Pak?" ucap anak anak Joliana sambil menangis.


"Tadi bapak melihat mommy kalian pingsan di jalan dengan 2 luka di lengan kiri nya. Dan bapak juga melihat 15 mayat pria yg mati" ucap Al sambil menjelaskan apa yg tadi ia lihat pada anak anak Joliana.


"Tuh kan! Pantesan aja tadi perasaan kami tidak enak ternyata... " ucap anak anak Joliana sambil menangis lagi.


"Sudah sudah kalian jangan menangis lagi, cukup kalian mendoakan mommy kalian agar operasi nya lancar!" nasehat Al.


"Baik pak!" ucap anak anak Joliana kemudian mereka mendoakan Joliana agar operasi nya lancar.


"Ya Tuhan! Semoga saja operasi nona Joliana lancar!" ucap bibi yg mendengar percakapan Al.


Setelah 2 jam berlalu, semua dokter dan suster di dalam ruangan nya keluar.


"Dok! Bagaimana dengan kondisi wanita ku dok!" ucap Al keceplosan.


"Astaga! Mengapa bisa bisa nya aku mengatakan wanita ku!!" ucap Al kesal dalam hati.


Dokter yg mendengar kata "wanita ku" langsung tersenyum, ia tak menyangka jika pria dingin seperti Al sudah mempunyai wanita nya.


"Dok?" ucap Al membuyarkan senyuman dokter tersebut.


"Oh eh iya, maaf kan saya, kondisi wanita Tuan sudah sedikit membaik dan kami tadi sudah berhasil mengeluarkan peluru yg ada di lengan kiri nya, jadi jika ia nanti sudah siuman, tolong di kasih minum air putih terlebih dahulu ya, saya permisi dulu!" ucap dokter tersebut.


"Eh bentar dok, apa kami boleh mengunjungi mommy?" ucap anak anak Joliana.


"Tentu saja boleh!" ucap dokter tersebut lalu pergi ke ruangan nya.


Anak anak Joliana yg mendengar perkataan dokter langsung ke ruangan nya Joliana. Bi Sofia, Bi Vani dan Bi Vina serta Al ikut anak anak Joliana pergi ke ruangan Joliana.


"Mommy?" ucap anak anak Joliana yg melihat Joliana dengan perban di tangan kiri dan jarum infus di tangan kanan.


Ketika Joliana mendengar suara anak anak nya langsung bangun.


"Air!" ucap Joliana.


"Sebentar mommy, aku ambilkan air dulu!" ucap anak anak nya.


"Ini mommy!" ucap Alana sambil memberikan air pada Joliana.


"Makasih!" ucap Joliana lalu meminum air tersebut.


"Oh ya, aku di mana?" ucap Joliana yg bingung.

__ADS_1


"Di rumah sakit" ucap Al.


"Bagaimana bisa aku di rumah sakit? Bukan nya tadi aku baru mau ke kantor yaa?" ucap Joliana yg kebingungan sendiri.


"Kamu habis bertempur kan dengan 15 pria?" tanya Al.


"15 pria?" tanya Joliana.


"Iya!" ucap Al.


Tiba tiba saja Liana mengambil alih tubuh Joliana lagi.


"Iyaa!" ucap Liana.


Semua orang yg di ruangan itu langsung kaget dengan perubahan suara Joliana.


Joliana pun segera mengambil alih tubuh nya lagi.


"Kenapa kalian menatap ku?" ucap Joliana.


Kini semua orang kebingungan kenapa suara Joliana berubah lagi.


"Ta-tadi kenapa suara mu berubah?" tanya Al pada Joliana.


"Be-berubah?" ucap Joliana.


"Ya!" ucap Al.


"Oh, mungkin itu Liana yg menjawab!" ucap Joliana.


"Liana? siapa itu?" ucap Al.


"Maaf, aku belum bisa menceritakan hal hal pribadi pada semua orang" ucap Joliana.


"Hm, baiklah sekarang kamu istirahat saja dulu" ucap Al.


"baik pak" ucap Joliana.


Akhirnya Joliana pun tertidur namun tiba tiba...


"Aaa, stop! jangan mendekati ku!!" teriak Joliana.


"Hah?" ucap Al yg masih di ruangan Joliana.


Sedangkan Bi Sofia, Bi Vina dan Bi Vani serta anak anak Joliana, tadi di suruh pulang sama Al. Mereka pulang di antar Eko.


"Kamu jangan dekati aku!!" teriak Joliana.


Tiba tiba kejadian 7 tahun yg lalu melintas di otak Al. Dan Al pun mengingat hal itu.


"Apa! Jadi benar kah dugaan ku? Bahwa wanita itu Joliana? Bahkan suara nya saja sama!" ucap Al dalam hati.


"Aaaaaaaaaa!!!!!!" teriak Joliana dengan keras sampai membuyarkan lamunan Al.


"Dokter!!" teriak Al.


"Ada apa?" tanya dokter.


"Tolong dokter periksa wanita ku dok!" ucap Al keceplosan lagi. Namun Al tidak menghiraukan hal itu.


Dokter pun memeriksa Joliana dan ...


"Ia mungkin mempunyai suatu trauma terhadap sesuatu kejadian yg pernah ia alami, tolong kalau jika ia teriak seperti tadi, kamu boleh menyuntikkan suntikan penenang ini pada tangan nya. Dan setelah kamu suntik, nanti ia akan kembali tenang" ucap Dokter tersebut dengan panjang lebar.


"hm, baiklah dok" ucap Al.


"Saya permisi dulu" ucap dokter tadi tersebut lalu keluar dari ruangan nya Joliana.


.


.


.


.


.


.


.


..


@Bersambung...


Hai kak, tadi sih rencana nya mau di bikin 2 bab, cuma ya author mikir nya mending di gabung aja jadi 2 bab hehe.


***


Hai kak!☺


Ini Novel nya masih lanjut yaa kak!!


Novel ini hanya ada di Noveltoon / MangaToon ya kak!!


Jangan lupa taruh novel ini di rak buku kalian yaa, like, komen, 5 bintang dan vote dari kalian yaa!!


Terimakasih yaa kak!! 🙏🏻😊🥰


...See you:-...

__ADS_1


__ADS_2