
Hai, udah lama ya Author enggak nyapa kalian semua dari awal hehe.
Sehat selalu.
...~ππ’π±π±πΊ ππ¦π’π₯πͺπ―π¨~...
βββ
Sementara di suatu tempat.
"Bagaimana?" tanya bos nya yg ternyata bernama Adrian.
"Dia tidak melakukan misi nya, bos." jawab anak buahnya yg ternyata saat itu disuruh oleh Adrian untuk mengawasi suruhan Adrian yg disuruh Adrian untuk melakukan sebuah misi. Tapi sudah berbulan-bulan, tidak ada sama sekali hasilnya.
"Hah?! Bagaimana bisa?" tanya Adrian terkejut.
"Dia lebih sering ke markas persenjataan kita, Tuan." jawab anak buahnya.
"Untuk apa ia ke sana?" tanya Adrian semakin bingung. Sebenarnya suruhan nya itu serius apa tidak? Jika tidak, kenapa di awal ia selalu melakukan misi nya bahkan sampai berhasil?
"Apa dia ada merencanakan sesuatu?" batin Adrian.
"Atau dia di ancam? Atau.. ada yang ia sembunyikan dariku?" batin Adrian lagi.
"Entahlah, bos. Tapi setiap saya melihat, ia tidak membawa apapun. Hanya saja saya melihat wajahnya seperti cemas dan panik." jelas anak buah nya dengan jujur.
"Cemas? Panik?" ucap Adrian.
"Iya, bos." jawab anak buahnya.
"Selain itu?" tanya Adrian pada anak buahnya.
"Selain itu.. ia lebih sering menelepon dengan seseorang. Saya tidak tahu apa yang dikatakan oleh nya, tapi jika didengar sepertinya ia sedang panik." jawab anak buahnya.
"Apa mungkin ia diancam seseorang?" tanya Adrian.
"Sepertinya, bos." jawab anak buahnya.
"Apa kamu sudah mencoba untuk menyadap ponselnya?" tanya Adrian pada anak buahnya.
__ADS_1
"Sudah, bos. Hanya saja sudah saya coba berkali-kali, tetapi tidak berhasil." jawab anak buahnya.
"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang!!" perintah Adrian pada anak buahnya.
"Baik, bos." jawab anak buahnya mengangguk paham.
βββ
Sementara di keluarga Edward.
Keluarga Edward sedang bersantai. Ya, mereka sudah selesai makan malam lalu mulai bersantai sejenak sekaligus berkumpul.
"Edward." panggil Papa Edward.
"Iya, Pa." sahut Edward.
"Papa dengar, hari ini kamu dekat dengan seorang perempuan ya??" tanya Papa Edward.
"Apa? Benarkah itu, Edward?" ucap Mama Edward ikut menginterogasi Edward.
"Iya. Pa, Ma." jawab Edward jujur. Ia tidak tahu apakah kedua orang tuanya akan setuju bila Edward melakukan PDKT pada Alice? Wanita yg baru saja menjadi temannya. Entah kenapa Edward memiliki rasa kagum pada Alice. Ia kagum pada Alice karena Alice berani ke negara ini untuk kuliah tanpa kedua orangtua yg mendampingi nya.
Sedangkan dirinya?? Dirinya justru kuliah S1 di Indonesia karena permintaan kedua orangtua nya. Bahkan 1 bulan sekali, Edward akan kembali ke Singapura untuk bertemu dengan kedua orangtua nya. Edward tidak bisa jauh-jauh dari kedua orangtuanya.
Edward sendiri pun masih belum tahu apa Alice sudah mempunyai kekasih. Atau justru sudah mempunyai tunangan. Apalagi melihat gerak-gerik Alice seperti menghindari nya.
Edward sendiri tadi berniat bertanya pada Alice, hanya saja Edward gengsi. Rasa gengsi nya lebih besar daripada rasa penasaran nya. Meskipun ia ingin tahu, tapi rasa gengsi itu terus ada.
"Apa kamu menyukainya?" tanya Mama Edward pada Edward. Entah kenapa Mama nya Edward merasa jika Edward menyukai Alice hanya saja Edward sendiri yg tidak peka dengan perasaan nya sendiri.
"Edward tidak tahu, Ma." jawab Edward jujur.
"Mama sarankan, lebih baik coba kamu pikirkan perasaan kamu baik-baik. Mama hanya takut jika kamu tidak menyukainya tapi justru mendekati perempuan itu hingga perempuan itu jatuh cinta padamu. Tapi sayangnya kamu tidak mencintai nya. Mama harap itu tidak terjadi." terang Mama Edward.
Papa nya Edward pun hanya diam. Dulu, ia juga tidak pernah peka dengan perasaan yg namanya cinta. Ia bingung jika dalam situasi seperti ini.
Papa nya Edward pun sempat berpikir, bagaimana bisa ia jatuh cinta pada Mama nya Edward? Bagaimana rasanya jatuh cinta??
βββ
__ADS_1
Sementara di Alice.
Alice juga sama. Ia sudah usai makan malam. Jadi ia pun mengerjakan beberapa formulir yg harus ia isi untuk pendaftaran.
"Nona Alice." panggil Luna ke Alice.
Luna dan Alice tinggal bersama di apartemen. Alice sengaja hanya membeli apartemen, karena Alice malas untuk membeli rumah. Karena jika ingin membeli rumah, maka harus urus ini itu dan sebagainya. Alice tidak mau ambil pusing. Jadi Alice pun memutuskan untuk menyewa apartemen. Mengingat ia hanya kuliah di sini, dan tidak tahu sampai kapan.
Kadang Alice bisa saja berubah pikiran.
"Kak Luna??" sahut Alice.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya Luna pada Alice.
"Tidak, Kak. Lagian ini juga sudah malam, lebih baik Kak Luna tidur duluan saja." jawab Alice.
"Tidak mungkin dong saya tidur duluan. Kan saya ditugaskan untuk menjaga Nona. Yang artinya jika Nona Alice dimana pun saya pasti harus bersamanya. Dan saat ini Nona Alice sedang mengisi sebuah formulir, lalu saya tidur. Lalu, buat apa saya ditugaskan oleh Tuan Al jika saya tidak menjaga Nona Alice baik-baik?" tanya Luna pada Alice.
"Hem.. baiklah, Kak. Kak Luna temenin Alice saja di sini." jawab Alice.
"Baiklah." ucap Luna.
Luna pun akhirnya menemani Alice. Luna bukan hanya sekedar menemani Alice, tapi ia mengawasi suasana apartemen ini. Mana tahu nanti ada maling dan sebagainya. Luna harus benar-benar ekstra hati-hati. Ia sudah diberi gaji besar hanya untuk tugas ini. Luna tidak mau hanya karena kesalahan kecil yg ia lewatkan, ia malah di pecat.
Selama ini penghasilan Luna dari hasil yg ia dapatkan dengan bekerja dengan Al. Tidak mudah untuk mendaftar nya. Selain itu, tidak mudah juga untuk menjaga seseorang. Beruntung Luna memiliki pengalaman yg cukup bagus sebelumnya membuat Luna lumayan gampang untuk menyelesaikan pendaftaran. Tidak hanya pendaftaran saja yg bisa Luna selesaikan, sebelum menjadi pengawal Alice, Luna harus melewati tantangan yg sulit yaitu : melawan persaingnya.
Ya, sebelumnya Luna harus melawan yg menjadi pesaingnya. Bukan berarti Luna menjadi pengawal Alice dengan cara licik dan kotor. Tidak bukan seperti itu ya! Tapi tantangan itu emang disyaratkan oleh Al sendiri.
Luna pun menemani Alice hingga malam. Alice pun mematikan laptopnya. Alice pun mengajak Luna untuk tidur. Mereka berdua memang tidur dalam satu kamar. Tapi bukan berarti satu ranjang. Di setiap kamar apartemen ini memiliki 3 ranjang dan 5 sofa. Yg artinya kamar apartemen ini luas makanya bisa muat. Dan untuk menyewakan satu kamar apartemen ini membutuhkan banyak uang. Satu kamar apartemen ini tidak murah, mungkin jika dihitung maka akan mengeluarkan uang sebesar 25 juta. Tapi bagi Alice, uang segitu tidak terlalu banyak.
Mereka berdua pun tidur.
...ππ° π£π¦ π€π°π―π΅πͺπ―πΆπ¦π₯... ...
Udah up double nya yaa.
Jangan lupa like nyaa..
Terima kasih buat kakak-kakak yg sudah dukung Author dari awal. Bahkan populasinya novel ini meningkat dengan cepat. 2 hari yg lalu deh kalau tidak salah baru 130K popularitas nya, tapi sekarang sudah 133,3K. Terima kasih yg sudah memberikan Author semacam : like, favorit, sering membaca, dan memberika komentar positif buat Author.
__ADS_1
Jaga kesehatan yaa..
ππ»π