Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 67


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Monika." ucap pria tersebut menatap tajam pada Monika dan juga rekan-rekannya.


Monika dan rekan-rekannya pun melihat siapa yg memanggil.


Ayu yg merasa suara tak asing pun juga melihat nya.


"Tu.. Tuan Al?" ucap Monika gugup.


"Kenapa kamu selalu berulah Monika?" ucap Al menatap tajam pada Monika.


"Em.. maaf Tuan." ucap Monika.


"Aku tak ingin mendengar kata 'maaf' dari mu dan juga rekan-rekan mu. Sekarang aku pecat kalian!!" ucap Al tegas.


"Ja.. jangan Tuan. Dia yang memulai terlebih dahulu Tuan." ucap Monika membela diri dan menunjuk Ayu. Monika berharap Tuan Al bersimpati padanya.


Ayu yg ditunjuk pun tersenyum sinis.


Al melihat ke arah siapa Monika menunjuk. Dan Al kaget ternyata yg di tunjuk adalah istri nya sendiri.


"Apa kamu tidak tahu siapa orang yang kamu serang tadi?" tanya Al dingin.


"Ti.. tidak Tuan." jawab Monika.


"Baiklah jika kamu ingin tahu." ucap Al lalu memanggil security dan juga memanggil asisten pribadi nya untuk mengumpulkan semua karyawan tanpa sisa.


"Kalian ingin tahu siapa wanita yg ada di samping saya sekarang??" tanya Al dingin.


"Di samping saya ini adalah istri saya." ucap Al sambil menekan kata 'istri saya'.


Semua karyawan yg mendengar itu terkejut. Termasuk Monika dan juga rekan-rekannya.


"Jika ia datang ke sini lagi, beri ia hormat seperti yang kalian lakukan pada ku. Paham?" ucap Al.


"Paham." ucap karyawan.


"Baiklah, kalian bisa bubar sekarang." ucap Al.


Karyawan pun bubar.


"Security, tolong bawa ia dari perusahaan ini. Jangan sampai ia pernah menginjak kaki nya di perusahaan ini." ucap Al.


"Baik Tuan." ucap security.


Security pun membawa Monika dan juga rekan-rekannya keluar dari perusahaan.


"Sayang.. kamu datang kok gak bilang sih?" tanya Al lembut.


"Hm." jawab Ayu.


"Baiklah, kamu kesini sendirian?" tanya Al.


"Iya, pengawal pribadi nya ku suruh di sekolah saja." jawab Ayu santai.

__ADS_1


"Hm, ayo ke ruangan aku." ucap Al lalu langsung menarik Ayu ke ruangan nya.


Al pun membawa Ayu ke ruangan nya.


"Haudehh.. parah, sudah nikah jadi bucin deh.. sampe gak nyadar kalau ada yang jomblo di sini. Bahkan sampai di tinggal hadueh." gerutu Eko.


Di ruangan Al.


"Honey, ada apa?" tanya Ayu.


"Kamu kesini kenapa gak bilang?" ucap Al.


"Hm." ucap Ayu.


"Kalau besok gak bilang, aku kurung di rumah nanti!" ucap Al.


"Eh, jangan dong honey! Bosen kalau di rumah terus." ucap Ayu.


"Yaudah, tapi besok kalau mau ke sini antar makan siang bilang dulu. Oke?" ucap Al.


"Oke honey!" ucap Ayu.


"Sayang.. kamu bawa makanan apa sih?" tanya Al.


"Coba lihat dong hehe." ucap Ayu.


"Bikin kesel saja! Tapi gapapa deh, yang penting makanan nya kayaknya lezat ini." ucap Al membuka kotak bekal nya.


"Iya dong, kamu mau makan di sini atau di kantin saja honey?" tanya Ayu.


"Aku tadi.. belum makan siang hehe. Mau bareng sama kamu honey." jawab Ayu.


"Yaudah yuk!" ucap Al.


"Ini aaa." ucap Al menyuapi Ayu.


"Iya." ucap Ayu lalu membuka mulut nya dan membiarkan Al menyuapi diri nya.


"Nah udah, sekarang giliran kamu yang suapin ya!" ucap Al manja.


"Hm, oke!" ucap Ayu lalu menyuapi Al juga.


Romantis banget aaa!!


"Al kamu tega banget sih!" gerutu Eko lalu ia terkejut melihat pasangan suami istri yg tengah saling menyuapi satu sama lain.


"Aaaa, kenapaa sih kalian?? Romantis nya jangan di sini dong! Kasihan dirii ku yang jomblo ini!!" gerutu Eko.


"Lah? Eko? Ngapain kamu di sini?" tanya Al.


"Aku mau buat laporan." jawab Eko.


"Laporan apa?" tanya Al.


"Laporan kalau Tuan Al tega dengan diri ku. Di minta diri ku untuk mengumpulkan semua pegawai atau karyawan lalu setelah memberikan informasi di suruh bubar. Terus ngajak istri nya doang pergi. Tapi diri ku enggak." jawab Eko.

__ADS_1


"Astaga, aku pikir kalian lagi serius loh!" ucap Ayu kesal.


"Makanya cari istri sana." ucap Al.


"Istri? Gimana mau cari istri kalau Tuan Al selalu menyuruh ku untuk melakukan pekerjaan. Bahkan makan siang saja aku melewatkan." gerutu Eko.


Al yg mendengar ucapan Eko tertawa.


"Tega sekali kami Al." gerutu Eko lagi.


"Sudah honey.. kasihan Eko." ucap Ayu.


"Iya-iya sayang.. Eko, kalau kamu tidak mau lihat keromantisan kami berdua lagi silahkan meninggalkan ruangan ini. Terima kasih." ucap Al lalu menyuapi Ayu.


"Parah banget kamu. Belum lagi aku tinggalkan ruangan ini, sudah mulai deh!!" gerutu Eko lalu meninggalkan ruangan Al.


"Honey, apa kamu sudah menemukan pengganti ku??" tanya Ayu pura-pura tidak tahu.


"Belum. Aku masih seleksi sayang." ucap Al lalu menyuapi kembali Ayu agar Ayu tidak bicara sekarang.


Mereka pun saling menyuapi hingga makanan habis.


Ayu pun membereskan kotak bekal tersebut.


"Honey, aku pulang dulu ya!" ucap Ayu.


"Bentar, kamu di sini dulu!" ucap Al.


"Mau ngapain?" tanya Ayu.


"Sembari aku seleksi sekretaris baru. Apa kamu bisa mengerjakan tugas sekretaris sementara dulu? Tapi tenang saja, kalau aku sudah menemukan yang cocok, kamu tidak perlu mengerjakan nya lagi." ucap Al.


"Oke, tapi kalau aku sudah siap, aku jemput si kembar ya. Si kembar pulang nya 1 jam lagi. Aku yakin sebelum 1 jam tugas ini pasti selesai." ucap Ayu.


"Baik, ini tugas sekretaris yang tertunda selama 1 minggu." ucap Al.


"Oke." ucap Ayu lalu mengerjakan tugas sekretaris di dalam ruangan Al.


41 menit kemudian..


akhirnya Ayu pun selesai.


"Honey, sudah ya. Aku mau jemput si kembar dulu!" ucap Ayu sambil mengecup pipi Al lalu meninggalkan ruangan Al.


"Oke sayang.. Hati-hati yaa!!" ucap Al.


Ayu pun menganggukkan kepala nya.


Ayu pun turun menggunakan lift khusus jabatan tinggi.


Setelah sampai di bawah Ayu pun ke parkiran mobil dan mencari mobil nya.


Saat Ayu menemukan mobil nya, ia kaget dengan mobil nya.


Apa yang terjadi dengan mobil Ayu??

__ADS_1


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2