Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 34 : PANTI ASUHAN |2| {~S3~}


__ADS_3

Hai.. masih dengan part panti asuhan bagian dua ya. di season tiga.


...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Mereka berdua pun menuju ke panti asuhan. Namun, di saat hampir sampai, mereka dihampiri seorang pria.


“Kalian berdua ingin ke mana?” tanya pria tersebut.


“Kak Nico?” ucap Alberta dan Naufal terkejut.


Nico adalah anak ke delapan. Sedangkan Naufal yg ke sembilan. Serta Alberta yg paling terakhir atau anak ke empat belas.


Ya, ternyata pria tersebut ialah Nico Kenzo. Entah mengapa nama mereka begitu singkat.


“Kalian ingin ke mana?” tanya Nico kepada Alberta dan juga Naufal.


“Panti Asuhan.” jawab mereka berdua.


“Buat apa? Lalu, semua es krim ini?” tanya Nico bertubi-tubi kepada Alberta dan juga Naufal. Nico seperti sedang menginstrogasikan Alberta dan juga Naufal atau mewawancarai Alberta dan Naufal.


“Yaa.. buat sumbangin ke Panti Asuhan lah, kak. Masa dimakan habis.” jawab Alberta ketus.


“Benar juga sih.” gumam Nico.


Mereka bertiga pun langsung menuju Panti Asuhan setelah adanya drama di antara mereka bertiga.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun sampai di Panti Asuhan Mawar. Panti Asuhan Mawar tersebut adalah Panti Asuhan yg lokasinya sangat dekat dengan supermarket tadi.


Mereka bertiga pun turun sambil mengambil beberapa es krim dari bagasi mobil.


Pemilik serta pengurus Panti Asuhan Mawar tersebut menyambut Alberta, Nico, dan juga Naufal dengan baik.


Mereka bertiga pun membagikan semua es krim tersebut kepada semua anak-anak di Panti Asuhan Mawar tersebut dengan sukarela. w


Bahkan Alberta juga menjadi salah satu donatur tetap di panti asuhan mawar tersebut.


Nico pun juga ikut menjadi donatur di panti asuhan mawar tersebut.

__ADS_1


Begitu juga dengan Naufal. Baru saja pertama kali kedua pria ini menginjakkan kaki mereka di panti asuhan ini, mereka sudah menjadi seorang donatur tetap.


Jika ini menjadi berita, tentu akan menjadi sangat viral tentunya.


Nico pun asik bermain dengan anak kecil di sana hingga dihampiri seorang gadis.


“Em.. Hai, Tuan.” sapa gadis itu dengan ramah.


“Hai.. ” sahut Nico.


“Apa boleh aku berfoto berdua dengan Anda, Tuan?” tanya gadis tersebut dengan sopan kepada Nico.


“Tentu.” jawab Nico tersenyum yg membuat gadis tersebut terhipnotis dengan senyuman manis Nico.


Nico dan gadis tersebut pun berfoto bersama.


“Em... apa aku boleh berkenalan dengan anda, Tuan?” tanya gadis tersebut kepada Nico.


“Tentu. Nama ku adalah Nico Kenzo. Anda panggil saja dengan sebutan Nico.” jawab Nico.


“Baiklah. Aku akan memanggil mu dengan sebutan Dira.” ucap Nico.


“Oke.. terus Dira panggil kamu siapa?” tanya Dira kepada Nico.


“Terserah. Nama saja tidak apa-apa. Sepertinya usia kita sama.” jawab Nico.


“Hem. Baiklah, aku panggil Nico.” sahut gadis tersebut tersenyum.


“Ya.” jawab Nico.


Mereka berdua pun terus berbincang.


Sedangkan Naufal yg tengah berbincang dengan pengurus panti asuhan tersebut mendadak mendapat telpon dari nomor yg tidak dikenalnya.


Naufal awalnya sedikit bingung. Namun, dengan senang hati pengurus panti asuhan tersebut memberi waktu kepada Naufal untuk mengangkat telepon tersebut karena mungkin itu penting.


Naufal pun mulai mengangkat nomor tersebut yg sama sekali tidak ia kenal.

__ADS_1


“Halo?” ucap Naufal kepada orang tersebut. Entah mengapa tiap orang jika sedang menelepon pasti selalu mengucapkan kata 'halo'.


“Halo? Ini saya Dina.” ucap Dina di telpon.


“Dina? Ada apa ya?” tanya Naufal kepada Dina.


“Em.. Tuan adaa di mana sekarang?” tanya Dina balik kepada Naufal. Bukannya menjawab pertanyaan Naufal, Dina malah balik bertanya kepada Naufal. Hal itu membuat Naufal sedikit kesal dengan wanita yg bernama Dina ini.


“Di Panti Asuhan Mawar.” jawab Naufal dengan santai meskipun hatinya kesal karena pertanyaan nya yg tadi belum dijawab Dina justru malah di beri pertanyaan balik.


“Panti Asuhan Mawar?” ucap Dina bingung. Ia seperti kenal dengan nama tempat tersebut. Tidak asing sepertinya.


“Iya.” sahut Naufal.


“Panti Asuhan Mawar yang dekat dengan Panti Asuhan Melati, 'kan?” tanya Dina kepada Naufal.


“Sepertinya.” jawab Naufal.


“Yang bener!” ucap Dina kesal.


“Iya. Ini sebelahnya Panti Asuhan Melati.” sahut Naufal.


“Baiklah. Aku akan menuju ke sana sekarang. Tunggu aku!” ucap Dina lalu mematikan telpon.


Hal itu membuat Naufal kesal sekaligus bingung.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


Maaf up nya dikit. Author lupa nulis tadi, Author kira udah eh ternyata belum.


di tambah sama novel baru Author yg harusnya udah ke publish tapi enggak ke publish-publish. Masalahnya apa ya?


Jangan lupa dukungan nya ya.


Maaf klau banyak typo. Jujur, Author nulisnya sambil nahan ngantuk wkkw.


Thank's All. 🙏🏻💞

__ADS_1


__ADS_2