
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
3 hari pun berlalu...
Hari yg ditunggu-tunggu pun tiba. Karena dua menantu di keluarga marga Kenzo akan pulang. Siapa sangka akan se-viral begitu? Bahkan pesaing bisnis atau musuh akan mengincar di waktu sekarang. Jadi keluarga Marga Kenzo pastinya sudah menyiapkan banyak pengawal untuk berjaga-jaga. Biasanya tidak sebanyak ini, tapi kali ini sebanyak ini!
Mereka pulang dengan 6 mobil. Tentu, bagaimana tidak? Satu keluarga Marga Kenzo tersebut beranggota 16 orang. Ditambah sudah ada 2 menantu. Lalu keluarga Xavier. Keluarga Bella dan juga Maya. Kenapa tidak bisa sebanyak begitu?
Keluarga Marga Kenzo pulang dengan 3 mobil. Satu mobil dinaiki sekitar 4-5 orang. Sedangkan keluarga Marga Xavier pulang dengan 1 mobil saja. Dan sisa dua mobilnya berisi semua pengawal.
Tapi pengawalnya tidak hanya dibelakang. Satu didepan dan satu di belakang. Jalanan semakin ramai hanya karena ini!
Bahkan para wartawan bersiap merekam dijalanan. Hanya demi uang uang dan uang!
Mereka rela panas-panasan hanya demi uang uang dan juga uang! Ya, bahkan segepok uang sampai dibayangkan oleh mereka.
Tapi sayangnya, mereka pulang melalui jalan sepi. Para wartawan hanya bisa berdecak kesal. Bahkan sampai men-gerutu tidak jelas.
"Hu'uh.." ucap para wartawan kesal.
βββ
"Pa, apa papa yakin jika kita lewat sini saja??" tanya Nicholas pada sang ayah.
"Iya." jawab Al.
"Tapi jalan sini sepi loh." ucap Nicholas.
"Iya, Pa. Sini sepi." ucap Naufal.
"Apa kita putar balik saja, Paa?? Kayaknya suasananya jadi horor nih." tanya Alberta pada sang ayah.
"Tidak usah. Daripada di kerumunin wartawan. Kan ribet." jawab Al santai.
"Hem.. baiklah." ucap mereka.
Mereka pun terus menyetir hingga terdengar suara binatang buas. Ya, disini sepi karena binatang buas tersebut.
Ponsel Al pun bergetar. Karena Al mengaktifkan mode getar di ponselnya.
Drett.. Dret.. ( Anggap saja begitu )
Al pun memencet tombol hijau yg berarti Al mengangkat telpon tersebut.
"Halo?" ucap Al.
__ADS_1
"Halo, bos? Di depan ada binatang buas yang menghalangi." lapor pengawalnya.
"Apa?" tanya Nicholas pada sang ayah.
"Bawa dia kembali ke tempatnya dengan cara yang halus." jawab Al.
"Baik, bos." jawab pengawalnya lalu telpon pun dimatikan.
"Apa yang terjadi, Pa??" tanya Nicholas pada sang ayah.
"Tidak apa. Hanya binatang buas yang menganggu." jawab sang ayah.
"Oh." ucap Nicholas.
"Tetap lanjutkan perjalanan." ucap Al.
Mereka pun melanjutkan perjalanan.
βββ
Sementara di sisi lain.
"Yah.. apa misi kita kali ini akan gagal?" tanya Hani pada temannya.
"Ya, sepertinya begitu." jawab temannya santai. Padahal ia membohongi Hani. Oh tidak, Hani kamu telah dibohongi!
"Uangmu masih tetap bersamaku." jawab temannya.
"Baguslah kalau begitu. Aku mau uangku dikembalikan!" ucap Hani.
"Apa? Oh.. tidak bisa begitu." ucap temannya tersenyum sinis.
"Maksudmu apa?" tanya Hani mulai gugup.
"Bukankah dari awal misi sudah ku katakan?" ucap temannya menatap sinis pada Hani.
"Maksudmu??" tanya Hani pura-pura tak tahu.
"Kamu pikir, kamu mudah membohongiku? Dengan cara pura-pura tidak tahu. Oh, kamu tidak akan semudah itu untuk melabui ku." ucap temannya menatap tajam pada Hani.
Glek..
Hani pun menelan salivanya dengan kasar.
"Sesuai kesepakatan kita dari awal." ucap temannya lalu mengeluarkan pistol dari saku celananya.
__ADS_1
"Tidak! Jangan lakukan itu. Tadi aku hanya bercanda saja." elak Hani.
"Apa? Bercanda? Sayangnya di kamusku tidak ada kata bercanda." ucap temannya lalu mengarahkan pistol di kening Hani.
"Tidak...!!" pekik Hani.
DORR!!
"TIDAKK!!!!" teriak Hani.
"Sayangnya tidak ada yang bisa mendengarmu." ucap temannya.
Hani pun meninggal ditempat.
Temannya Hani pun menelepon seseorang. Sepertinya adalah atasannya.
"Saya sudah melaksanakan perintah, bos. Hani sudah meninggal." lapor orang tersebut yg ternyata adalah teman Hani palsu kepada bos nya.
"Baguslah. Bagaimana dengan uang tersebut?" tanya atasannya pada orang tersebut.
"Masih dengan saya." jawab orang tersebut.
"Bagus. Kerja yang bagus. Segera bawa ke aku sekarang juga!" ucap bos nya.
"Baik, bos." ucap orang tersebut lalu mematikan telpon.
Orang tersebut pun membiarkan tubuh Hani yg sudah tak bernyawa lagi.
Orang tersebut pun pergi tanpa melakukan apapun.
βββ
Di tempat bosnya.
"Haha.. uangmu aku dapatkan dengan mudah." ucap bosnya tertawa.
"Ini koper nya, bos." ucap bawahannya yg ternyata yg menyamar menjadi teman Hani.
"Bagus." ucap bosnya.
...~π©πππππππππ~...
Ah.. konflik masih bersambung wkwk...
Jangan lupa di like ya kak!!
__ADS_1
Thanks
ππ»π