Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
PROMO 'IDENTITAS DIVA YANG TERSEMBUNYI' .


__ADS_3

Sinopsis karya :


Diva Anastasya, gadis yg berumur 19 tahun. Diva menyembunyikan identitasnya dikarenakan kejadian yg menimpanya saat Diva berumur 15 tahun.


Diva adalah gadis yg hebat. Diva ingin mencari tahu mengapa keluarganya dan keluarga sahabatnya bisa meninggal di tahun, bulan, dan hari yg sama. Dan kejadian yg menurutnya tidak masuk akal. Oleh sebab itulah, Diva menyembunyikan identitasnya yg asli.


Bisakah Diva mencari tahu semua itu dengan kemampuannya? Yuk ikuti kisah Diva.


Bab 1.


...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Diva Anastasya. Nama panggilan gadis ini adalah Sya ataupun Diva.


Diva pun duduk sambil melamun. Ia pun mengingat kembali kejadian 4 tahun yg lalu. Yg artinya kejadian tersebut terjadi pada saat Diva berumur 15 tahun dan sekarang Diva sudah berumur 19 tahun.


Flashback on. ⚘


Diceritakan di awal saat Diva berusia 15 tahun. Diva dan keluarganya serta keluarga sahabatnya berniat untuk liburan.


Diva berasal dari keluarga kalangan atas. Yg artinya Diva berasal dari keluarga yg kaya.


Diva adalah anak tunggal. Kedua orangtua Diva juga begitu. Sehingga Diva tidak mempunyai sepupu ataupun kakak dan adik.


Mereka pun membawa barang-barang yg diperlukan. Mereka berniat berlibur ke pantai. Apalagi cuacanya yg begitu bagus.


“Sya... udah bawa semua perlengkapan nya??” tanya Mama nya Sya kepada Sya. Mama nya Sya bernama Linda Christanty.


“Udah, Ma.” jawab Sya.


“Oke.. kita berangkat sekarang.”


Mereka pun berangkat dengan menaiki mobil. Karena mereka berangkat dengan jumlah orang yg cukup banyak, mereka menggunakan dua mobil.


Satu mobil dinaiki keluarga Sya, dan satu mobilnya lagi dinaiki keluarga sahabat Sya.


Masing-masing mobil di setir oleh sopir.


Sahabat Sya bernama Eca Novella.


Mereka pun mulai berangkat.


Di perjalanan, mereka saling berbincang. Mulai dari apa yg ingin dilakukan saat di pantai, dan lain-lain.


Tiba di saat mereka di jalan lampu merah, sopir mobil keluarga Sya pun menghentikan mobil.


Mereka pun menunggu lampu hijau. Setelah beberapa menit, lampu yg awalnya merah sudah menjadi lampu hijau.


Pak Sopir yg melihat itupun segera menjalankan mobil kembali. Namun, saat di tengah jalan, ada truk yg terus berjalan oleng. Sepertinya rem truk tersebut rusak.


Sayangnya, hal itu tidak disadari oleh keluarga Sya. Begitu juga dengan keluarga Eca.


Truk tersebut pun secara tidak sengaja menabrak mobil keluarga Sya dan mobil keluarga Eca hingga tertabrak pohon besar yg kebetulan ada disana.


Pak sopir awalnya mencoba mengerem saat didekat pohon, namun rem tiba-tiba blong.


Pak sopir pun terus berusaha, bahkan kedua orangtua Sya dan Sya juga ketakutan.


Namun, sepertinya tidak bisa dikendalikan, sehingga mobil tersebut pun menabrak pohon tersebut. Sedangkan mobil Eca justru malah menabrak belakang mobil Sya karena mobil Eca di belakang mobil Sya.


BRAK!


Mereka semua pun tidak sadarkan diri.


Pengemudi lainnya yg melihat kejadian tersebut pun menelepon petugas untuk meminta bantuan. Tidak lupa, ia juga menelepon ambulance untuk datang.


Pengemudi tersebut pun berusaha untuk membuka pintu mobil yg dinaiki Eca dan Sya, namun sayangnya dikunci. Dan bahkan mereka semua tidak sadarkan diri.


Pak sopir tidak sadarkan diri dikarenakan kepalanya terbentur stir. Sedangkan papanya Sya, mamanya Sya dan Sya sendiri terbentur dengan jendela karena mobil mereka sempat oleng.


Tidak membutuhkan waktu yg lama, petugas dan ambulance pun datang.


Entah bagaimana caranya, mereka berhasil mengeluarkan keluarga Sya dan keluarga Eca dari mobil tersebut.


Mereka semua pun dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulance. Sedangkan polisi akan mengurus kasus ini. Karena polisi merasa jika kejadian ini tidak lah masuk akal.


⚘⚘⚘


Di rumah sakit Melati.


Pemilik rumah sakit Melati itu ialah dokter Rosetta.


Dokter Rosetta juga termasuk seorang dokter.


“Korban kecelakaan ya?” tanya dokter Rosetta kepada suster yg sedang mendorong brankar.


“Iya, dok.” jawab suster tersebut.


“Baiklah, segera panggilkan dokter senior bedah. Karena sepertinya luka korban terlalu parah.” perintah dokter Rosetta.


“Siap, dok.” sahut suster tersebut lalu meminta temannya untuk mendorong brankar kosong itu keluar sedangkan dirinya memanggil beberapa dokter.


“Sepertinya aku juga harus ikut dalam operasi kali ini. Apalagi luka korban nya terlalu parah.” batin dokter Rosetta ketika melihat luka pak sopir, keluarga Sya dan keluarga Eca.


Mereka semua pun dibawa ke ruang IGD.


Operasi kali ini membutuhkan banyak dokter senior bedah.


Setelah lamanya 3 jam di ruang operasi, semua dokter pun keluar.


Pengemudi yg membantu keluarga Sya dan keluarga Eca masih menunggu di sana. Pengemudi tersebut bernama Calvin Erland. Ia baru ingin pulang, tapi melihat kejadian itu entah mengapa hatinya tidak tenang sehingga ia memilih menunggu disana.


“Maaf. Apa Anda keluarga pasien?” tanya dokte Rosetta kepada Calvin.


“Tidak.” jawab Calvin.


“Em.. baiklah. Lalu, Anda di sini menunggu siapa?” tanya dokter Rosetta kepada Calvin.


“Menunggu Anda keluar untuk menjelaskan semuanya kepada saya.” jawab Calvin.

__ADS_1


“Hem.. baiklah. Sepertinya Anda sangat ingin tahu.” sahut dokter Rosetta.


“Untuk sopirnya, tidak bisa diselamatkan karena benturan dikepalanya yang cukup kuat sehingga banyak darah yang keluar.” jelas dokter Rosetta.


“Lalu?” tanya Calvin.


“Untuk yang bernama Andrean Niel, sepertinya ayah dari si gadis imut itu. Tidak bisa diselamatkan juga dikarenakan benturan yang cukup kuat dan kehabisan darah. Sepertinya saat ingin diselamatkan, darah sudah banyak yang keluar ya?” tanya dokter Rosetta.


“Iya, dok.” jawab Calvin.


Ya benar sekali. Saat mereka hendak untuk diselamatkan, mereka memang sudah tidak sadarkan diri. Selain itu, banyak darah yg keluar sehingga kehabisan darah.


“Untuk mama nya juga tidak bisa diselamatkan. Dan untuk si gadis imut itu bisa diselamatkan dan sahabatnya.” jelas dokter Rosetta lalu berhenti sejenak.


“Dan kedua orangtua sahabatnya juga tidak bisa diselamatkan.” lanjut dokter Rosetta.


“A.. apa?” ucap Calvin terkejut.


⚘⚘⚘


Satu tahun pun berlalu.


Diva dan Eca saat itu dinyatakan koma.


Di ruangan Diva.


Sedangkan Calvin pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan nya.


Diva pun mulai tersadar. Diva pun mulai menggerakkan jari nya yg terasa kaku. Dan bahkan matanya juga terasa sangat kaku untuk dibuka.


“Ah... saat itu, mobil ketabrak pohon dan Sya dilindungi oleh mama dan papa Sya. Di mana Sya sekarang?” batin Diva alias Sya.


“Dan sudah tanggal berapa sekarang?” batin Sya lagi.


Tiba-tiba dokter yg biasanya rutin mengecek keadaan Sya pun masuk ke dalam ruangan. Dia adalah dokter Rosetta. Dokter Rosetta sedikit prihatin melihat keadaan Sya yg tidak sadar dari komanya. Bahkan sahabatnya juga.


Untuk kedua orangtua Sya dan sahabatnya sudah dikuburkan oleh dokter Rosetta sendiri. Dokter Rosetta melakukan itu sebagai permintaan maaf nya kepada mereka karena tidak bisa menyelamatkan mereka.


Dan bahkan anak nya juga tidak sadar, malah mengalami koma. Jika saja alat yg dipasang itu dicabut maka kemungkinan mereka pun akan menyusul orangtua mereka.


Semua biaya administrasi ditanggung oleh dokter Rosetta.


“Dokter? Sya di mana? Papa sama Mama dimana? Lalu, sahabat Sya dimana? Tante sama Om juga dimana?” tanya Sya dengan seribu pertanyaan nya.


Dokter Rosetta pun menarik nafasnya lalu mulai menjelaskan satu per satu secara perlahan kepada Sya.


Sya sangat terkejut mendengar berita kedua orang tuanya meninggal dan bahkan Tante Om nya yg berarti kedua orangtua sahabatnya juga meninggal.


Sya pun sedikit bingung dengan kecelakaan ini. Bahkan polisi yg saat itu menyelidikinya, sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun dari kasus ini sehingga kasus ini ditutup oleh pihak kepolisian.


Sya akan membalas dendam kepada orang yg sudah mencelakai keluarganya dan keluarga sahabatnya!


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


 


...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Satu bulan pun berlalu.


Keadaan Sya pun sudah semakin membaik.


Hari ini, Sya sudah diperbolehkan untuk pulang. Sya sangat bahagia mendengar kabar itu, namun di sisi lain, Sya harus kehilangan kedua orang tuanya dan bahkan kedua orangtua sahabatnya yg sudah dianggap orangtua angkat baginya. Dan sahabatnya kini? Sahabatnya justru malah masih koma.


Sya pun berniat membalas dendam kepada orang yg sudah membuat orang tuanya dan orangtua sahabatnya meninggal serta sahabatnya dan dirinya jadi koma.


Beruntung Sya adalah orang pintar. Sya sudah lulus kuliah S2 di umurnya yg sangat terbilang muda yaitu 16 tahun. Sya juga sedikit terkejut mengenai berita tersebut.


Sya terkejut ketika mengetahui ia sudah koma setahun, dan orangtua nya sudah meninggal setahun. Bahkan Sya sendiri belum pernah berkunjung ke makam kedua orang tuanya.


Dan Sya berniat untuk berkunjung ke makam orang tuanya dan orangtua sahabatnya untuk pertama kalinya.


Sya harus menguatkan hatinya.


Setelah lamanya ia berkunjung di makam orang tuanya dan orangtua sahabatnya, ia pun kembali.


Sya pun kembali ke rumah.


Setelah lamanya perjalanan ke rumah, Sya pun akhirnya sampai.


Sya pun masuk dengan disambut oleh satpamda beberapa pelayam lainnya. Sya tetap disambut walau di hati mereka sedikit bingung mengapa saja tiba-tiba muncul setelah setahun hilang?


Sya pun mencari akta kelahirannya. Tidak lupa dengan dokumen lainnya. Sya berniat untuk menyembunyikan identitasnya dan menyamar menjadi orang biasa untuk sementara.


Sya melakukan semua itu hanya untuk menemukan misteri meninggalnya orang tuanya dan orangtua sahabatnya.


Setelah mengambil dokumen yg menurut Sya sangat penting, Sya pun pamit dan pergi lagi.


Meskipun Sya baru berumur 15 tahun, bukan berarti Sya tidak bisa menyetir mobil. Sya bisa menyetir mobil, hanya saja tidak pernah diperbolehkan oleh orangtua Sya.


Jujur saja, Sya ingin mandiri dari dulu. Mungkin keinginan nya akan terwujud sekarang. Kedua orang tuanya meninggal dan berarti Sya harus bisa mencari yang sendiri.


Untung saja Sya pernah membantu sang ibu saat bekerja menjadi seorang dokter. Jadi, Sya tahu soal ilmu kedokteran.


Saat Sya kuliah, Sya mengambil jurusan MBA. MBA adalah singkatan dari master of bussiness administration.


Sya pun pergi ke tempat suruhan ayahnya. Sya berniat untuk meminta bantuan kepadanya.


Setelah selesai, Sya pun pulang.


Akhirnya idenritas Sya pun sudah berhasil disembunyikan dan hanya diketahui orang-orang penting. Dan identitas Sya berganti menjadi Christine.


⚘⚘⚘


Setelah satu minggu mengganti identitas, Sya merasa sudah banyak perubahan yg ia hadapi.


Saat belum mengganti identitas nya dan menyamar menjadi orang biasa, Sya akan dihormati oleh orang-orang.


Saat Sya sudah mengganti identitasnya dan menyamar menjadi orang biasa, tidak akan ada lagi seperti itu.

__ADS_1


Hari ini, Sya akan pergi ke mall untuk berkeliling sekaligus agar tidak stres pikirannya.


Setelah beberapa menit perjalanan, Sya pun sampai di mall terbesar. Mall tersebut adalah milik papanya. Tapi papanya mewarisi semua yg dimiliki papanya untuk Sya ketika ia meninggal.


Meski mall ini sudah miliknya, Sya tetap mengakui jika mall ini adalah milik papanya.


Sya ke mall ini dengan menggunakan pakaian biasa. Tidak seperti orang kalangan atas yg bahkan pakaian nya ada yg berkilau emas. Meski Sya memiliki semua itu.


Sya pun menuju ke toko pakaian. Ia berniat membeli satu pakaian yg bagus.


Sya pun mencari pakaian yg indah tapi tidak terkesan mewah.


Setelah beberapa menit berkeliling mencari, akhirnya Sya pun menemukannya.


Sya pun menuju ke kasir untuk membayarnya.


“Aneh sekali dia. Bukankah semua barang di mall ini sangat mahal? Mengapa ia ingin membeli pakaian itu?” bisik kasir.


“Iya. Padahal dari pakaian nya kayak miskin banget.. simpanan om-om ya, dek?” ejek kasir itu kepada Sya.


Sya yg merasa ia diejek pun tidak senang. Tentu saja, siapa yg akan senang jika diejek?


“Dek? Maaf Tante. Mungkin Tante sendiri yang jadi simpanan om-om. Dan jangan panggil saya dengan sebutan 'dek', karena saya bukan adek Tante.” tegas Sya membuat kasir yg mengejek Sya malu.


Karena sejujurnya memang benar jika kasir itu yg jadi simpanan om-om. Tapi ia menyembunyikan identitasnya dengan baik sehingga tidak ada satupun orang tahu.


“Tante? Adek pikir saya sudah tua, apaa?!!” ucap kasir itu tidak Terima dengan ucapan Sya membuat beberapa pengunjung mall ini semakin yakin dengan ucapan Sya.


“Bukankah Tante itu simpanan om-om, dan Tante itu kan pasangannya. Jadi saya panggil Anda dengan sebutan Tante dong, gak mungkin saya panggil Tante dengan sebutan ibu, Tante aja belum punya anak.” ucap Sya dengan santai.


“Iya juga ya.” batin kasir tersebut.


“Tapi kan enggak gitu juga kali, dek.” bantah Tante kasir simpanan om-om tersebut.


“Sudahlah, Tan. Saya ke kasir mau bayar ini, bukan mau berdebat sama Tante.” ucap Sya.


“Bilang aja kalau kamu malas berdebat.” ucap kasir tersebut seakan-akan ingin mengajak Sya berdebat di tempat umum. Terlebih lagi banyak pembeli atau pengunjung mall ini menonton adegan seperti ini.


Kasir tersebut pun mengisyaratkan sesuatu melalui tangannya kepada temannya. Ternyata kasir tersebut mengisyaratkan kepada temannya untuk membantunya berdebat. Temannya yg melihat itu pun segera datang.


Sya yg melihat kasir itu mengisyaratkan tangannya kepada teman kasir tersebut pun tersenyum sinis. Ternyata yg takut di sini itu bukanlah dirinya justru adalah orang di depannya. Bagaimana bisa Sya menyimpulkan seperti itu?


Karena si kasir meminta temannya datang dengan isyarat yg tidak semua orang memahami nya. Tapi bagi Sya, itu sangatlah mudah.


Dulu saat Sya masih SMP, ada teman sekelasnya yg tidak bisa bicara atau bisu. Jadi ketika bicara, mereka menggunakan isyarat tangan. Sya yg memang mudah mengerti walau baru dipelajari, pun paham dengan isyarat itu semua.


“Haha.. sepertinya bukan saya yang takut. Tapi Tante. Lihat saja, mengapa Tante memanggil pasokan Tante?” ucap Sya tersenyum sinis kepada ketiga orang di depannya.


“Oh ya? Bagaimana bisa kamu menyimpulkan hal sepele seperti itu? Lebih baik, kamu belajar yang lebih banyak. Sepertinya kamu tidak punya orangtua ya? Makanya bicara sama orang yang lebih tua tidak sopan? Di mana sopan santun kamu?” ucap teman kasir tersebut.


Kasir tersebut bernama Deshita.


PLAK!


Tamparan keras mendarat di pipi teman satu kasir tersebut. Teman satu kasir tersebut pun langsung memegang pipinya yg terasa panas.


“Beraninya kamu!!” kesal teman satu kasir tersebut lalu berniat menampar Sya balik. Namun sayangnya, tangan nya yg hendak menampar Sya langsung di dorong oleh Sya membuat teman satu kasir tersebut jatuh.


Meski Sya baru berumur 16 tahun, tapi Sya sangat hebat dalam bela diri.


Karena mendiang mamanya Sya sering mengajar Sya dalam bela diri. Tidak hanya itu, bahkan memanah dari jauh juga diajarkan, dan menembak menggunakan senapan ataupun pistol.


Sya pun langsung bisa dalam sebulan setelah diajarkan. Bahkan semua ilmu yg didapatkan nya, ia hafal.


Mamanya Sya sangat bangga dengan anak satu-satunya itu. Sayangnya, mamanya Sya dulu tidak bisa mengandung lagi dikarenakan pernah keguguran saat mengandung adik Sya. Dan kejadian itu membuat rahim Mama nya Sya diangkat membuat mamanya Sya tidak bisa hamil ataupun mengandung lagi.


“Yang benar saja, ia bisa mengalahkan aku?” batin teman satu kasir tersebut kesal.


Teman dua kasir tersebut pun tidak terima dengan yg diberikan oleh Sya pun berniat untuk menj*mbak rambut Sya.


Namun, tangan nya yg hendak mengapai rambut Sya pun langsung di dorong oleh Sya.


Teman dua kasir itu pun tidak terima.


Teman dua kasir ini yg memang pintar dalam ilmu bela diri pun berniat mengajak Sya bertarung juga.


Teman dua kasir ini pun berniat untuk menendang perut Sya. Namun, tendangannta itu justru malah menendang tong sampah yg terbuat dari besi. Teman dua kasir tersebut yg saat ingin menendang menggunakan kekuatan penuh pun kesakitan di bagian kakinya.


“Sayangnya, kalian semua bukanlah lawan ku.” ucap Sya sinis.


Sya pun membayar pakaian tadi kepada kasir lainnya. Setelah selesai, Sya pun pulang.


“Hu'uh yang benar saja, aku di kalahkan oleh dia!!” ucap teman dua kasir tersebut tidak terima. Dia adalah dokter Ria.


“Iya. Aku juga.” timpal teman satu kasir tersebut. Dia adalah Clara.


“Sebaiknya kita harus lebih banyak belajar ilmu bela diri setelah ini.” timpal Deshita. Deshita adalah kasir.


“Iya. Kamu benar, Shita.”


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


Haii ..


Jangan lupa dukungan nya ya buat Author. 🥰🙏🏻


Thank's All. 🙏🏻💞


 


untuk bab ke 3 , silahkan langsung baca dan tunggu bab selanjutnya.


Sebenarnya sih, bab ke 2 bakalan ke post besok. Dan untuk bab ke 3 lusa.


Cuma Author kasih aja.


Sekian, semoga tertarik.


Thank's All.

__ADS_1


__ADS_2