Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
-2- Mau buat adik lagi? {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Ayu membuat 2 gelas teh agar tidak harus ketika ia mengawasi anak-anak nya melalui barang yg sering di bawa anak-anak nya.


Ayu meletakkan alat nya di dalam baju anak-anak. Itu pun tanpa di sadari anak-anak karena ukuran alat ini sangat lah kecil. Bahkan 0,1 cm saja tidak ada. Ayu membuat alat ini dengan susah payah, karena dengan ukuran nya yg sangat kecil. Membuat Ayu harus menggunakan kaca pembesar untuk melihat nya. Bahkan kaca pembesar juga ini paling besar baru terlihat.


Ayu sengaja meletakkan di baju anak-anak karena jika di letakkan di dalam kalung atau sebagainya, pasti akan ketahuan oleh anak-anak maupun orang yg berniat menculik.


Apalagi sekarang orang yg ingin menculik anak-anak bukan lah orang sembarangan. Bahkan semua aksesoris di lepaskan, hanya tinggal baju dan celana.


Ayu pun membuka laptop nya yg memang ia sengaja taruh di sini. Karena Ayu malas untuk membawa nya kemana-mana.


Sekali ia buka aplikasi yg sudah ia khusus kan, semua gambar seperti CCTV layaknya pun terlihat. Semua nya terlihat, tidak perlu satu-satu untuk membuka nya.


"Hm.. semuanya oke." ucap Ayu.


"Baguslah sayang. Ayo kita lakukan kegiatan panas kita." pinta Al.


"Sebentar honey.. ini kan mereka masih di dalam mobil. Belum lagi ke kantor nya, masuk ke ruangan nya, terus belum lagi ke sekolah nya, belum lagi.." ucap Ayu terpotong karena Al sudah lebih dulu membungkam mulut Ayu dengan ciuman.


Cup!


"Emm." ucap Ayu.


"Honeyyyy!!! Belum lagi aku selesai bicaraaaaa!!" ucap Ayu kesal setelah Al melepaskan ciuman nya.


"Aku sudah tidak sabar sayang." jawab Al lalu mengendong Ayu dan ke kamar.


"Honeyyyy!!!" ucap Ayu berusaha turun dari gendongan nya.


"Sayang... ayo!! Aku sudah tidak sabar." pinta Al dengan puppy eyes.


"Hem." ucap Ayu.


Al terus mengedipkan mata nya hingga akhirnya ia menyerah.


"Sudahlah sayang.. aku nyerah." ucap Al.


"Nyerah? Padahal aku barusan saja mau kasih." ucap Ayu lalu keluar dari kamar nya.


Tapi sayang, belum lagi ia keluar. Tangan nya sudah di tarik Al.


Ayu pun di tarik Al hingga ke kasur dengan tubuh telentang. Al pun mulai menindih nya.


"Huftt." ucap Ayu.


Al pun mulai membuka baju Ayu satu per satu. Setelah itu, ia pun membuka baju nya juga hingga sama-sama polos.


Untung saja Ayu sudah melakukan suntik kb kemarin.


"Sayang.. apa kamu mau buat adik buat si kembar??" tanya Al.


"Mau buat adik buat si kembar lagi?? Bukannya kata kamu waktu itu enggak mau aku hamil lagi. Karena kamu takut pas aku melahirkan??" tanya Ayu.


"Hehe, soalnya entah kenapa aku jadi kesepian di rumah ini." jawab Al.

__ADS_1


"Ya sudah.. tapi kita tidak membuat adik untuk si kembar ya." ucap Ayu.


"Hm.. iya-iya sayang." ucap Al mengalah.


🌸🌸🌸


Sementara di kantor Alexander Group.


Nicholas sepertinya sudah benar-benar melakukan tugas nya menjadi Ceo.


Al juga menyediakan asisten pribadi untuk Nicholas.


Al memang sengaja memilih asisten pribadi wanita.


"Hai.. apa kamu asisten pribadi yang di pilih papa ku??" tanya Nicholas ramah.


Nicholas memang ramah karena sifat ramah dari Ayu di turunkan pada nya.


"Oh Haii.. iya pak." jawab nya.


"Baiklah. Nama kamu siapa?" tanya Nicholas meskipun sedikit dingin karena sifat dingin nya di turunkan dari Al.


"Nama ku Bella." jawab Bella.


"Nama ku Nicholas. Kamu sudah tahu itu bukan?" tanya Nicholas.


"Iya pak." jawab Bella.


"Tolong jangan panggil saya 'pak' karena saya bukan bapak kamu." ucap Nicholas.


"Panggil saya.. Bos!" jawab Nicholas.


"Baik bos!" ucap Bella.


"Bagus!" puji Nicholas.


"Terima kasih bos! Kalau begitu, saya lanjutkan pekerjaan saya yang tadi nya tertunda ya?" pinta Bella.


"Iya la." jawab Nicholas.


Bella pun melanjutkan pekerjaan nya tadi. Nicholas juga mengerjakan pekerjaan nya juga.


"Bagaimana rasanya jatuh cinta?? Sepertinya aku harus menanyakan hal ini pada Papa dan juga Mama! Agar aku mengetahui bagaimana rasanya jatuh cinta!!" gumam Nicholas.


🌸🌸🌸


Sementara di sekolah..


"Selamat pagi bu." sapa si adik kembar.


"Selamat pagi nak, wah.. kalian kembar 9 nih ya?" tanya guru baru yg bernama Tania. Biasanya sering di panggil Bu Nia.


"Iya bu." jawab si adik kembar.


Mereka pun masuk ke dalam kelas. Dan lagi pas banget nih, wali kelas guru mereka adalah bu Nia.

__ADS_1


"Selamat pagi anak-anak." sapa bu Nia.


"Selamat pagi bu guru." sapa balik anak-anak.


"Perkenalkan nama ibu, Tania. Kalian panggil ibu, bu Nia." ucap bu Nia.


"Iya bu Nia." ucap anak-anak.


"Ayo kenalan dulu semuanya.. satu-satu ya." pinta bu Nia.


Satu per satu pun mulai memperkenalkan diri nya.


Sekarang giliran si adik kembar. Bu Nia memang sengaja membiarkan mereka ber-sembilan paling terakhir. Karena mereka kembar 9, biar saja sekaligus.


"Perkenalkan nama saya Alea." ucap Alea.


"Nick." ucap Nick.


"Nino." ucap Nino.


"Nico." ucap Nico.


"Naufal." ucap Naufal.


"Aletta." ucap Aletta.


"Alexa." ucap Alexa.


"Alice." ucap Alice.


"Aldora." ucap Aldora.


"Alberta." ucap Alberta.


"Wah.. apa kalian mempunyai kakak kembar juga??" tanya bu Nia.


"Iya bu." jawab si adik kembar.


"Ohh.. pantesan saja wajah kalian tidak asing. Soalnya ibu dulu juga pernah ketemuan juga sama kakak kembar kalian. Kalau tidak salah. Oh ya, nanti siapa yang jemput nak?" tanya Bu Nia.


Entah kenapa bu Nia terlihat antusias sekali dengan si adik kembar ini. Terlihat semua anak-anak di kelas sedikit kecewa karena bu Nia lebih mempedulikan kembaran itu.


"Supir bu." jawab si adik kembar.


"Baiklah, silahkan duduk ya nak." ucap bu Nia.


Mereka pun memulai pekerjaan.


Tampak sekali hampir satu sekolah menyukai kembaran ini. Bahkan kembaran ini menjadi viral. Tapi ada juga yg tidak menyukai nya karena iri dan dengki.


"Suatu hari aku pasti akan mendapatkan kamu Alea." gumam pria tersebut.


Sepertinya pria tersebut menyukai Alea. Tapi semoga saja pria tersebut orang nya baik-baik.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...

__ADS_1


__ADS_2