
Di bab ini bakalan untuk yg bersangkutan dengan Maya ya misalnya suami nya Maya yaitu Nathan.
Semangat membaca nya ya...
Maaf kalau bikin bosen terus tidak ada konflik nya, author rencana nya mau bikin konflik ringan saja untuk season dua ini.
Terima kasih yg sudah mampir untuk sekedar membaca.
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
πΈπΈπΈ
Sementara di Maya dan juga Nathan..
Kini, Nathan dan juga Maya pun sampai ke Rumah Sakit.
Maya juga sudah menghubungi dokter Yana.
Meskipun Dokter Yana bukan lah dokter pribadi keluarga mereka, Tapi Dokter Yana akan selalu ada untuk semua pasien. Asalkan bisa menunggu, karena Dokter Yana sendiri banyak pasien nya.
Tapi, Dokter Yana akan berusaha untuk memeriksa semua pasien yg menunggu nya.
Mungkin akan terdengar cukup aneh kenapa mereka hanya menunggu Dokter Yana.
Karena pemeriksaan Dokter Yana selalu benar. Berbeda dengan dokter lainnya.
Apalagi dalam pemeriksaan, Dokter Yana teliti sekali.
Hal itu lah yg membuat para pasien mau tak mau harus menunggu Dokter Yana demi yg terbaik.
(Ehh.. kok jadi ceritain soal Dokter Yana!! Sorry yaa.. okey.. kita lanjut ke cerita bagian Nathan dan juga Maya).
Tidak lama kemudian, Dokter Yana pun datang untuk memeriksa Nathan dan juga Maya.
"Wah.. apa saya tidak salah lihat? Perasaan saya kayaknya tidak salah, kemarin atau tadi pagi saya melihat ada perempuan yg mirip dengan suami ibu. Apa kalian kembar?" tanya Dokter Yana pada Nathan dan juga Maya dengan antusias.
"Sepertinya itu kakak saya, dok. Kami memang kembar." jawab Nathan.
__ADS_1
"Oh.. tapi sepertinya kembaran kalian tidak lah cuma dua, bukan? Saya sudah sering melihat di internet soal keluarga kalian di waktu luang saya, walaupun sempit." tanya Dokter Yana pada Nathan.
"Ya, dok." jawab Nathan.
"Baiklah, saya pastikan mungkin ibu akan hamil anak kembar tiga." ucap Dokter Yana dengan antusias.
"Ya, dok." jawab Nathan.
Masalahnya Dokter Yana memiliki insting yg kuat. Jadi ia bisa menebak apa saja. Dan semua tebakan dokter Yana di pastikan benar 95%.
" Apa Tujuan kalian untuk kemari?" tanya Dokter Yana.
"Suami saya muntah-muntah dua harian ini, dok." jawab Maya.
Ya, memang benar dua harian ini Nathan muntah-muntah terusan di pagi hari. Tidak dengan siang hari, sore hari bahkan malam hari. Itu terlihat seperti morning sickness, bukan? Terlebih lagi, sekarang Nathan lebih sering bergadang.
"Muntah-muntah?" tanya Dokter Yana pada Maya.
"Ya, dok." jawab Maya.
"Baiklah, saya akan memeriksa suami ibu dulu. Setelah itu, saya akan memeriksa ibu." ucap Dokter Yana.
"Ini hanya insting saya. Jadi saya hanya ingin mencoba nya." jawab Dokter Yana dengan santai.
"Hem.." ucap Nathan dengan terpaksa.
Dokter Yana pun memeriksa Nathan.
"Tidak ada masalah. Hanya tekanan darah tinggi. Apa mungkin bapak sering begadang. Apa betul itu?" tanya Dokter Yana pada Nathan.
"Ya, dok. Tapi tolong ya, dok, jangan panggil saya dengan sebutan 'bapak' karena saya akan merasa seperti menjadi bapak dokter." jawab Nathan sekaligus pinta Nathan pada Dokter Yana.
Mendengar kata 'bapak' membuat Dokter Yana mengingat soal Papa nya.
Hati Dokter Yana agak sedikit sedih. Tapi Dokter Yana sangat pandai untuk menyembunyikan perasaan nya, jadi Dokter Yana akan terlihat seperti tidak ada apa-apa.
"Maaf untuk itu, kalau begitu saya harus memanggil anda siapa?" tanya Dokter Yana pada Nathan.
__ADS_1
"Mungkin lebih baik jika dokter memanggil saya dengan sebutan 'Tuan' saja, karena saya sendiri sudah terbiasa dengan sebutan itu." jawab Nathan.
"Baiklah, Tuan. Kalau begitu agar pas, istri Tuan juga saya panggil Nyonya. Bagaimana?" tanya Dokter Yana.
"Mungkin akan lebih baik." jawab Nathan dan Maya.
"Baiklah, kalau begitu saya akan memeriksa Nyonya, ya." ucap Dokter Yana.
"Ya, dok." jawab Nathan.
Dokter Yana pun memeriksa kondisi Maya.
"Untuk hubungan badan nya sudah berapa bulan, ya?" tanya Dokter Yana pada Maya.
"Mungkin sudah sekitar 1 bulanan lebih." jawab Maya.
"Em.. untuk tanggal terakhir menstruasi nya?" tanya Dokter Yana pada Maya.
"Tanggal 28 Desember, dok." jawab Maya.
Dokter Yana tersenyum.
"Seperti nya Nyonya hamil. Sebentar.. apa Nyonya ingin membuang air kecil?" tanya Dokter Yana pada Maya.
Maya pun hanya mengangguk.
...~π©πππππππππ~...
Satu update lagi yaa..
Di tunggu yaa..
Jangan lupa like nyaa...
4 like di 2 bab hari ini, author besok akan up double lagi.. kalau bisa triple update.
Kalau bisa like nya lebih yaa.. Kalau pas juga tidak apa-apaπ€.
__ADS_1
Terima kasih.
ππ»π