
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Sikap malu-malu Dina membuat Naufal gemas dengan Dina. Ingin sekali ia cubit pipi pacarnya, namun hal tersebut sama sekali tidak dilakukan oleh Naufal.
Ia tidak ingin jika pacarnya tidak senang dengan perlakuannya. Jadi, Naufal pun hanya menahannya.
Mereka pun saling mencintai satu sama lain dengan diam.
Setelah selesai makan, mereka pun saling berbincang sambil minum minuman yg mereka pesan.
“Dina..” panggil Naufal kepada Dina.
“Iyaa, Fal.” sahut Dina.
Mereka berdua pun saling tatap-tatapan mata. Di sorotan nata mereka berdua ada cinta yg tersirat disana namun juga tersembunyi.
“Dina.. aku mencintaimu.” ungkap Naufal yg bikin Dina terkejut dengan ungkapan Naufal. Dina merasa jika ia sedang di dalam alam mimpi. Karena ia sering sekali memimpikan dimana Naufal menyatakan cinta kepadanya.
Dina pun menampar pipinya dengan pelan. Dina pun yakin jika ia sedang ada di dunia nyata.
“Aku mencintaimu juga.” ungkap Dina yg membuat Naufal tersenyum.
“Minggu depan kita langsung nikah, ya?” ujar Naufal.
“Cepat banget? Kampung orangtua aku jauh loh.” keluh Dina.
“Sejauh apa?”
“Dari sini perjalanan sampai ke kampung orangtua aku kira-kira sekitar tiga harian lah.. itupun kalau pakai kapal.” ujar Dina.
“Oh ya? Kalau pakai pesawat?” tanya Naufal kepada Dina. Entah mengapa dirinya menjadi penasaran dengan kampung orangtua Dina.
__ADS_1
“Kalau pakai pesawat aku kurang tahu..,” ucap Dina lalu menyeruput minumannya.
“Kampung kamu dimana?” tanya Naufal kepada Dina.
“Di.. Kota E.” jawab Dina.
“Ooh.. pantesan jauh.. ya sudah dua minggu lagi aja baru kita nikah.” ujar Naufal.
“Ya sudah.. terserah kamu aja, Fal.” ujar Dina.
“Ya sudah.. aku mau bayar dulu yaa. Kamu tunggu di sini aja.” ujar Naufal.
“Okee.” sahut Dina.
Dina pun sambil meminum minumannya hingga habis tak tersisa. Dina pun sambil melihat pemandangan yg bisa is lihat dir restoran ini. Terlihat jika ada air mancur di dekat restoran ini. Dina pun menjadi penasaran dengan air mancur tersebut. Masalahnya air mancur tersebut tidak pernah Dina lihat.
Dina pun juga tidak pernah makan di ruang VVIP di restoran ini. Ia lebih sering makan di ruang biasa karena selain ia makan sendiri, ia pun bisa menghemat. Karena biasanya jika memesan ruang VVIP, itu mengeluarkan banyak uang. Dina pun semakin penasaran seberapa banyaknya uang pacarnya. Karena Dina tidak pernah mencoba cari tahu tentang pacarnya tersebut.
Dina pun yg merasa suara tersebut tidak asing di telinganya pun dengan segera menoleh wajahnya ke orang tersebut. Dan benar saja jika orang tersebut orang yg dikenalnya.
“Dira? Tumben kamu di sini?” tanya Dina kepada Dira.
“Iya, Kak. Aku diajak Kak Nico buat ke sini.” jawab Dira antusias.
“Ooohh.” Dina mengangguk mengerti.
“Kakak sendiri sama siapa ke sini?” tanya Dira kepada Dina kakak kembarannya.
“Sama Naufal.” jawab Dina. Dira pun mengangguk mengerti.
“Kak.. tumben ya ada air mancur di sana? Perasaan dari kemarin gak ada deh..” ujar Dira.
__ADS_1
“Kakak pun juga tidak tahu, Dir.” ujar Dina.
“Oh ya.. apa mungkin waktu itu yang dibangun itu tempat air mancur itu ya, Kak?” tanya Dira kepada kakak kembarannya dengan antusias.
“Mungkin aja..” jawab Dina.
“Air mancur itu indah juga ya, Kak. Udah lama aku gak lihat pemandangan air mancur.” ujar Dira antusias.
“Iyaa..” sahut Dina.
“Kak.. kakak tahu gak?” tanya Dira kepada Dina kakak kembarannya.
“Tahu apa?” tanya Dina balik kepada Dira adik kembarannya dengan rasa penasaran.
“Aku tadi... ” ucap Dira.
“Dira.. ayo!” potong Nico.
“Eh.. ya, kak Nico. Kak Dina, aku pergi dulu ya! Nanti aku ceritain semua di rumah!” sahut Dira.
“Iya, Dira!” jawab Dina.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...
Haii semuanya!
Maaf kalau pendek, jari Author udah pegel nih.
Lain kali kalau ada waktu luang, Author update double okay?
Jangan lupa dukungannya yaa buat Authorr....
__ADS_1
Thank's All. 🙏🏻💞